guys lu pada tau kan hari ini
prabowo, bahlil dan teddy ada pidato
tapi tak satu pun dari mereka
menyinggung tentang kenaikan pertamax
kenapa dan bagaiamana nya lohh
Masih inget ga, dulu SBY mau naikin harga bensin 400 perak aja sampai pidato live di TV, minta maaf berkali-kali dengan wajah yang beneran sedih.
bahkan ada pengumuman seminggu
sebelum dinaikkan
Beliau punya banyak kekurangan tapi momen itu susah dilupain.
Pas Tsunami Aceh, beliau stay di lokasi bencana dan turun langsung. Bukan sekadar konferensi pers dari Jakarta.
Itu bukan hal yang luar biasa sebetulnya itu memang standar minimum seorang pemimpin. Tapi terasa luar biasa karena sekarang jadi langka.
Karena yang rakyat butuhkan dari seorang pemimpin di saat krisis sebenarnya sederhana:
Diakui. Ditemani. Dan kalau terpaksa ada kebijakan yang menyakitkan minimal dikasih penjelasan yang jujur, bukan denial.
📸 The statement from #AIMC, Marche section:
We, the Milan supporters, can no longer remain silent in the face of a confused, arrogant, and unworthy management of this club’s history. We are witnessing the dismantling of Milan’s identity by a leadership that seems unable to understand what Milan truly represents.
A club like Milan deserves planning, competence, respect for its own history, and a clear vision elements that today seem increasingly absent.
The decisions made by the management have generated confusion, driven away enthusiasm, and weakened the bond between the team and its supporters. Those who represent Milan must understand the weight and responsibility of these colors: marketing is not enough, slogans are not enough results, identity, and ambition are required.
To Gerry Cardinale, we contest a cold, distant, and purely financial approach. Milan is not an investment fund, nor a brand to exploit: it is one of the most glorious clubs in world football, built by men, champions, and supporters who deserve respect. If all this is impossible for you, then the door is right there!
To Zlatan Ibrahimović, we say that charisma and catchy phrases are no longer enough. Competence, responsibility, and results are needed. If all this is impossible for you, then the door is right there!
Milan deserves executives worthy of its history, not improvised experiments and approximate management.
You have failed to understand one fundamental thing: those who lead Milan have the duty to live up to its standards.
And today, you are not.
Our faith will never end. We will continue to support the shirt and the Rossoneri colors, we will continue to travel miles, we will continue to spend sleepless nights because Milan comes before everything and everyone.
But precisely because of our love for these colors, we will no longer accept silence, superficiality, and mediocrity.
WE ARE MILAN
Shame.
Give Milan back its dignity.
Respect Milan.
Respect its history.
Respect its supporters.
PAOLO bin CESARE MALDINI dianggap sebagai kapten terhebat sepanjang masa. selama 12 tahun ia memimpin Milan yang dipenuhi oleh para pemain kelas dunia berego besar dan ia mampu menyatukan mereka menjadi tim juara.
saat ditunjuk sebagai direktur olahraga oleh Elliott, Maldini memanggil Boban, Massara dan Leonardo untuk 'membimbingnya' karena ia sadar diri sebagai pemula. ia juga menyerahkan kendali teknis tim sepenuhnya kepada Pioli. hasilnya, proyek berjalan bagus dan berujung Scudetto.
dengan fakta ini Cardinale bisa-bisanya menyindir Maldini sebagai one-man show, sementara itu ajaibnya dia sendiri mempercayakan Milan saat ini di tangan Ibrahimovic, seorang mercenary egomaniak yang menyebut dirinya sendiri 'god', yang musim lalu dengan sengaja menyabotase Milan agar gagal mencapai target hanya karena ia berseteru dengan Allegri.
Paolo Maldini seorang yang elegan dan terhormat. sekalipun ia diperlakukan buruk oleh Cardinale/Furlani ia meninggalkan Milan dengan senyap, tanpa banyak bicara yang menimbulkan polemik. ia menikmati waktu bersama keluarga dan menjalani kegiatan dan hobinya dengan tenang. ia bahkan mampu menahan diri untuk gak menyerang atau meyindir Cardinale/Furlani saat Milan terpuruk di posisi ke-8 setahun lalu dan gagal secara tragis musim ini. malah Cardinale duluan yang menyindirnya.
benci sekali rasanya melihat klub kesayangan dikuasai oleh orang-orang 'asing' inkompeten dan gak terhormat seperti mereka. anehnya mereka juga ada pendukungnya di kalangan milanisti, yang bahkan ikut menyerang Maldini, legenda terbesar mereka sendiri. betapa gobloknya. jujur, dan gw yakin gw gak sendiri, di satu sisi, ingin melihat Milan membaik dan kembali berjaya, tapi di sisi lain juga ingin sekali melihat orang-orang yang gak punya rasa hormat terhadap sejarah Milan ini gagal total sehingga mereka segera meninggalkan Milan. 💔🖤
🚨💣A SABOTAGE?
Old Clan’s Letter (Curva Sud):
“After witnessing Sunday’s disgrace, followed by the dismissal of Furlani -who is paying the price for three years of disastrous decisions across the board -as well as Moncada (a decent scout, but a disastrous human figure), alongside Allegri and Tare (whatever their mistakes, still people of strong moral character), we are fully aware that the ownership remains completely untouched.
AC Milan has become an empty shell, stripped of values and dignity.
As of May 27, there are no true Milan figures left in top management positions: no CEO, no sporting director, no head coach.
This mass purge answers only to the irrational and egocentric whims of the man who has poisoned our world for the past three years: Zlatan Ibrahimović.
It all started with the dismissal of Abate, Primavera coach, guilty only of refusing to play Ibrahimović’s son.
Then came the imposition of his close friend Kirovski -a nobody arriving from the United States -at the head of Milan Futuro, leading to relegation from Serie C and elimination in the Serie D playoffs (!).
Last season, he pushed heavily for Fonseca, followed by Conceição, with the disastrous results we all know.
But this season was the masterpiece.
Unable to tolerate anyone overshadowing his dark and toxic presence, he deliberately sabotaged the team in order to prevent it from achieving success.
The calls made to players expected to be cut at the end of the season, the lack of celebration after Saelemaekers’ goal on Sunday, followed by Cardinale’s statement -“If we had won, we would have thrown away a year” — are undeniable proof that everything was premeditated.
Do we truly realize this? The very man who is ensuring our team fails, while all of us lose sleep over this club, is now being handed total power…
We cannot allow this to continue. This individual is dragging us toward complete ruin -toward Serie B.
Our opposition to this devil must be relentless and continuous.
There can be no peace until he leaves Casa Milan.
IBRA OUT OF OUR MILAN! GET THESE SCUMBAGS OUT OF OUR MILAN!!”
Fans are the ones who feel this failure the most.
Not the players, coaches, directors or ownership.
They go back to living their lavish lives as millionaires.
Meanwhile, we continue on here complaining about it all.
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili.
Di tengah rupiah Rp17.700.
Di tengah badai PHK yang mengintai.
Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan.
Di tengah anggaran pendidikan
yang dipotong 44% untuk MBG.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan:
Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa.
Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu:
Seribu Layar Bioskop Di desa.
Dari APBN.
Dari uang pajak rakyat.
Di 2027.
Dan ini yang paling menggelikan:
Alasannya mulia.
Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah.
Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal.
Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa.
Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu:
Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa?
Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung:
88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1.
IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia.
Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara.
50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis.
Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan.
Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak.
Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang.
Tapi DPR punya solusi:
Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak.
Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada.
Bukan perpustakaan desa.
Bukan laboratorium sains.
Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur.
Tapi bioskop.
Dan ini logika yang paling sederhana:
Dr. Tirta sudah bilang:
rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten.
Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya.
Ahok sudah bilang:
kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas.
Mahfud MD sudah bilang:
demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar.
Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya.
Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop.
Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur.
Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya.
Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya.
Dan ini yang paling menohok:
Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan
Tidak butuh bioskop.
Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78.
Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing.
Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian.
Karena bioskop tidak mengubah nasib.
Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah.
Dan angkanya bicara sendiri:
1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN.
Uang yang sama bisa dipakai untuk:
menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai.
Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu.
Tapi yang diusulkan adalah bioskop.
DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat.
DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat.
Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop.
Rakyat yang pintar akan tanya:
kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa?
Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema?
Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional?
Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Cardinale and Furlani have brought @acmilan to the point that wearing and showing the jersey of the club's greatest legend at San Siro is banned. not even in North Korea or Israel these things happen. we truly deserve any shit that's befalling us today.
we don't only lost games, we lost our identity, we lost our respect, we lost our pride. we lost our sense of belonging. this is absolutely not the club I fell in love with. numb.
From now on don't blame Allegri for dropping points.
He takes a destroyed team, built it, made you competitive and helped finishing the 1st half of the season with only 3 points from the top.
He asks for a CF and CB to have a good finish of the season, but 🤷🏻♂️