Kepingan Puzzle Indonesia yang hilang?
Classic number 9. Sudah lama Indonesia tidak punya dan Mitchel Baker bersedia jadi pengisinya✨
Gol-golnya bukan cuma jatuh dari langit. Dia punya positioning yang bagus, speed ada, keberadaannya di udara terasa, timing, determinasi🔥
Bapak @aniesbaswedan,
Terima kasih banyak telah berbagi kenangan dan apresiasi yang begitu tulus terhadap Pak Dino Patti Djalal. Cerita dari masa kuliah Bapak di UGM hingga pertemuan di Chicago, serta kontribusi beliau mendirikan FPCI dan Kongres Diaspora, sungguh menginspirasi.
Ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya diplomasi yang dibangun di atas substansi, rekam jejak panjang, dan pengalaman mendalam bukan sekadar jabatan sesaat. Semoga teladan seperti Pak Dino terus melahirkan generasi diplomat muda yang lebih baik untuk Indonesia di panggung global.
Salam hormat dan terima kasih atas inspirasinya, Pak. 🇮🇩
Detik-detik jenazah pelaku utama penembakan Bripka Anumerta Arya Supena tiba di RS Bhayangkara Polda Lampung usai ditembak mati saat proses penangkapan di Pesawaran, Jumat (15/5).
Pelaku Bahroni alias Roni tewas setelah melakukan perlawanan menggunakan senjata api rakitan saat hendak diamankan petugas.
Video: Putri/Lampung Geh Team
#LampungGeh #InfoLampung #LampungUpdate #PoldaLampung
Tokoh PKI yang paling rahasia itu Sjam Kamaruzzaman. Bahkan kalau difilmin, cerita dia bakal jadi political thriller paling seru.
Di bab pengantar, Tempo mengaku Sjam ini paling berat nulisnya karena keterbatasan referensi, informasi, dan dokumentasi.
Singkatnya, Sjam ini "intel"nya PKI. Dia single-handedly bertahun-tahun bangun faksi komunis di tubuh militer.
Tahun 1965 memang ada rumor Kudeta di tubuh militer. Tapi belum diketahui siapa dan kepada apa. Sjam ngide mau batalin kudetanya dengan G30S.
So.... berdasarkan buku ini, G30S adalah gerakan Sjam untuk menggagalkan kudeta militer.
Long storyshort, Sjam ditangkap. Sebagai intel biro PKI dia pegang banyak data. Dia cepuin semua aset PKI.
Tadinya divonis mati tahun 1968. Tapi karena dia cepuin satu-satu aset PKI ke pemerintah, dia bisa mengulur eksekusi sampe 1986.
Extrajudicial Killings yang terjadi pasca 1965 itu berdasarkan datanya Sjam. Mana aja basis PKI, siapa aja nama yang nerima pupuk, siapa petani yang ikut organisasi apa.
Datanya lengkap, apalagi PKI punya data sampe grassroots. Eks-Tapol golongan A,B,C itu tidak lain tidak bukan berasal dari kontribusi datanya Sjam.
This guy is truly an abomination lol. He sold all of his comrade. 😂
Nepenthes sp. (Kontong Semar/Monyet)
Tanaman karnivora ini di alamnya adalah indikator tanah yang tidak subur dan miskin nutrisi.
Kalo lagi jalan2 di hutan atau di manapun dan kalian ketemu tanaman ini dan banyak berkantong, berarti tanah tempat tumbuhnya kemungkinan besar miskin nutrisi.
Karena kondisi alamnya yg miskin nutrisi ini, kalian yang suka koleksi tanaman aneh2 gini, jangan sekali-kali menanam pada media yang subur atau dipupuk. Gunakan media miskin hara seperti pasir malang, beri cukup air dan sinak matahari yang cukup
Jika media tanamnya subur, Nepenthes sp tidak akan pernah memodifikasi daunnya menjadi kantong untuk menjebak serangga.
Mengapa? Ya karena nutrisi sudah terpenuhi dari tanah tempat tumbuhnya.
"Berapa, Bu?" tanyaku.
"10.500, Pak," jawab penjualnya.
Simbah tadi tiba2 menyahut," Sudah, aku yang bayar lumpanya."
"Lho, nggak bisa, Mbah. Saya punya uang," jawabku sambil merogoh kantong, mengeluarkan selembar sepuluh ribuan dan selembar dua ribuan rupiah.
Beliau menjawab," Lha uangmu cuma sedikit itu. Uangnya simbah kan lebih banyak. Ini ada 218.000," kata beliau sambil menunjukkan uang beliau.
"Lha, itu kan uang dari saya tadi, Mbah? Kok malah mau buat bayarin jajan pasar ini," tanyaku.
"Iya, tadi sebelum kamu berikan ke simbah, itu uangmu, tapi setelah diberikan ke simbah kan ini jadi milik simbah. Ya gak apa2 buat bayarin jajan pasar itu. Wong uangnya simbah sekarang lebih banyak dari uangmu," kata beliau sambil tertawa, menampakkan rongga mulut beliau yang sudah tak ada giginya.
Aku ikut tertawa kemudian bertanya sambil becanda" Lha kalo begini, siapa yang dapat pahala, Mbah?"
"Itu urusannya Gusti Allah. Gak usah dipikir. Rahmate Gusti ALlah itu gak ada batasnya," jawab beliau sambil tertawa lagi.
"Yaa Allah, hamba hanya ingin ibuku tak bersedih."
Hanya kalimat itulah yang bisa kulangitkan ketika suatu malam sekitar Januari 2016, ada telpon dari ibu yang memberi kabar bahwa adikku bungsu pergi dan tidak bisa dikontak hapenya. Dia hanya mengirimkan pesan pada ibu bahwa dia sedang ada masalah, tapi tidak cerita ada masalah apa.
Aku hanya bisa menenangkan ibu pada malam itu dengan janji bahwa insyaAllah besok pagi aku akan pulang ke rumah ibu. Telpon ditutup.
Setelahnya, aku telpon teman yang anggota kepolisian (dulu punya akun twitter juga) untuk minta tolong melacak keberadaan adik. Tapi malam itu dia tidak bisa membantu karena sedang di luar kota. Dia berjanji besok pagi akan diusahakan mencari informasi.
Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran.
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
📍 Informasi rekening resmi:
Bank: BRI
Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor Rekening: 020601002438302
#Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
Benar, Miss.
Kata Almukarom Dokdes @ryuhasan, tidak semua orang seperti Steve Jobs atau Bill Gates yg tidak selesai kuliahnya tapi sukses.
Kata Dokdes, pendidikan hanya meningkatkan probabilitas atau peluang untuk sukses, tidak bisa menjamin kesuksesan.
Dokdes juga menyampaikan di potcast bahawa kunci sukses adalah kebetulan.
Saya memaknai kebetulan adalah bertemunya antara kesempatan dan kesiapan.
Kesempatan adalah faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan, sehingga yang perlu dilakukan secara internal adalah meningkatkan kesiapan. Salah satunya - meskipun bukan satu2nya - adalah dengan menempuh pendidikan.
IMO.