Pada 20 Mei 1998, ada demo raksasa yang batal dilakukan, yaitu demo "People Power" di Monas.
Demo dibatalkan karena ancaman "Tiananmen", yaitu ABRI turun membantai mati ribuan atau boleh jadi puluhan ribu pendemo di jalanan, seperti China 1989.
Ancaman itu diterima Amien Rais lewat telepon pada malam hari 19 Mei 1998, tepat menjelang dilakukannya People Power raksasa.
Saat itu, massa demo raksasa yang sudah menduduki gedung DPR dan dipimpin Amien Rais berencana pindah berjalan massal lewat SCBD ke Monas. People Power.
Tanggalnya cantik, yaitu peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jadi tonggak awal perjuangan kemerdekaan nasional awal abad 20-an.
Istana presiden hanya berjarak sejengkal dari lapangan Monas. Kalau Monas sampai diduduki massa raksasa, boleh jadi Istana dan isinya juga akan dimasuki dan diduduki pendemo.
Reformasi akan bisa "dituntaskan" oleh pendemo yang berjejalan masuk ke ruang kerja presiden Soeharto, mengundang kamerawan media, dan berfoto di situ dengan viral sambil bawa spanduk.
Apabila itu sampai berhasil dilakukan, wibawa kekuasaan pemerintahan Orde Baru akan benar-benar roboh.
Tentara, panzer, tank, dan kawat berduri yang saat itu ada di Jakarta pun dimobilisasi untuk mencegah itu terjadi, dengan cara apapun.
Apapun.
Pada akhirnya demo tersebut tidak benar-benar perlu untuk menggulingkan Soeharto, karena semua ruling elite Indonesia sudah tidak percaya bahwa Soeharto yang panik, bingung, sakit, dan pikun akan bisa menyelesaikan krisis ini.
Soeharto sendiri diberitahu oleh pimpinan ABRI bahwa ABRI sudah "tidak bisa lagi menjamin keamanan pribadi Soeharto".
Kalau ada massa pendemo marah yang masuk ke rumah Cendana dan membantai mati seluruh keluarga Soeharto dengan kapak, ups, sori, tapi ABRI di lapangan sudah "kewalahan".
Soeharto langsung mundur.
Pada 13-15 Mei 1998, Tim Relawan untuk Kemanusiaan menemukan ada 152 orang yang menjadi korban pemerkosaan massal.
Sri Palupi, yang pernah menjadi anggota Tim Asistensi untuk TGPF Kerusuhan Mei 1998, mengatakan korbannya bukan cuma perempuan, tapi juga laki-laki.
Hari ini 28 tahun lalu, ratusan orang terbakar hidup-hidup di Yogya Plaza Klender atau Mal Klender, Jakarta Timur, saat melakukan penjarahan. 28 tahun berlalu, ingatan akan tragedi mencekam itu masih melekat kuat di benak warga sekitar. Bagaimana kesaksian mereka?
~RS
Salah satu kritik dalam kerusuhan Mei 1998 adalah lambatnya respon ABRI. Pada puncak kerusuhan tanggal 14, Panglima ABRI Wiranto malah membawa pejabatnya berangkat ke Malang untuk upacara.
Setelah Presiden Soeharto pulang dari Mesir, barulah ABRI bergerak memadamkan kerusuhan.
Seolah ada pembiaran kerusuhan sebagai prakondisi untuk memaksa mundurnya Soeharto. TGPF menyebutkan bahwa kerusuhan tidak terjadi secara spontan, melainkan ada provokator yang datang dengan truk, memicu massa untuk menjarah atau membakar, lalu menghilang begitu saja.
Saksi mata di beberapa mal yang terbakar melaporkan melihat pria-pria berambut cepak, berbadan tegap, dan menggunakan sepatu bot militer yang memandu massa untuk menjebol pintu mal atau menyiramkan bensin. Seperti tragedi di Plaza Sentral Klender yang menewaskan ratusan orang, saat mereka masuk dan menjarah, mal dibakar dan dikunci dari luar.
Para pemimpin militer yang bersaing saat itu, yaitu Panglima ABRI Wiranto dan Panglima Kostrad Prabowo Subianto sama-sama membantah bahwa mereka merencanakan atau membiarkan kerusuhan.
INI KEJAM BANGET DARI CINA
Trump : Sekarang Iran telah setuju untuk membuka Selat Hormuz, jadi ini harus dianggap sebagai kesuksesan saya dalam perang”
CINA : Selat Hormuz sudah terbuka sebelum perang. KAMU yang menciptakan perang dari ketiadaan dan membuatnya tertutup untuk seluruh dunia
Sehari tanpa dihina adalah sehari yang sia-sia bagi Trump 🤣
Cewek-cewek Iran dengan sarkasme level dewa...
"Israhell menyerang situs-situs bersejarah Iran, tapi Iran gak bisa membalas dengan cara yang sama, karena Israhell gak punya sejarah..."
😂😂😂
Forest loss in Indonesia surged by 66% in 2025, hitting its highest rate in eight years as a result of weak environmental protections and an ambitious food and energy self-sufficiency drive, an environmental group said https://t.co/DJ6RFRQlM9
TERSINGGUNG
Laki2 harusnya TERSINGGUNG kalo ada sesama laki2 ngomong perempuan harus cegah pelecehan & perkosaan dengan TIDAK MEMAKAI pakaian tertentu, atau TIDAK BERADA di tempat & waktu tertentu, atau TIDAK BERPERILAKU tertentu.
Pemikiran seperti ini anggap laki2 tidak mampu kendalikan diri, bahwa laki2 sangat bejat & biadab, sehingga susah sekali untuk TIDAK MELECEHKAN & TIDAK MEMPERKOSA.
Pemikiran kayak gini anggap bahwa keadaan normal semua laki2 adalah PELAKU PELECEHAN atau PEMERKOSA atau enabler-nya.
Padahal kan tidak begitu. Pikiran & sikap seksis, misoginis, patriarkis, kekerasan, dll itu diajarkan & dicontohkan kepada kita lewat orang2 di sekitar kita sejak kecil. Juga lewat bacaan, tontonan, bahkan lagu. Berarti kita juga bisa belajar, berlatih, mengambil contoh untuk hal2 sebaliknya yang lebih adil & tanpa kekerasan verbal, fisik, psikologis, seksual, finansial, dll.
Ayo laki2, kita belajar lebih banyak tentang keadilan gender, kita ubah perilaku jadi lebih baik, pelan2 juga boleh. Percaya pada korban. Dukung perempuan2, lembaga2, atau siapapun yang sedang edukasi, kampanye, & berjuang untuk keadilan. PATRIARKI, MISOGINIS, TOXIC MASCULINITY itu merugikan kita juga sebagai laki2.
Mohon maaf, bukan mau menggurui, tapi hanya ini yang bisa kami lakukan di tengah kesedihan, kemarahan, & frustasi atas kasus2 kekerasan terhadap perempuan & anak yang semakin marak terjadi saat ini 🙏💜
🚨 ACEH MULAI TERLUPAKAN 💔
Aceh dilarang Berisik 🥀, akhirnya Aceh pun mulai ditinggalkan. Semua mengira kondisinya sudah baik-baik saja, padahal di pedalaman masih jauh dari kata pulih.
Puluhan desa tetap terisolir, listrik padam berbulan-bulan, ada yang hampir tiga bulan tanpa aliran listrik. Jalan rusak parah, putus total, tak bisa dilalui kendaraan.
Ini video warga yang bergotong royong mengangkat tiang listrik demi menghidupkan kembali kampung mereka, sebuah potret perjuangan mandiri di tengah keterbatasan.
Sementara itu, pemerintah pusat seolah mulai melupakan Aceh. Relawan satu per satu berpamitan, bantuan perlahan surut. Kini Aceh benar-benar dibiarkan berjuang sendiri dalam kondisi yang masih separah ini.
Inikah yang disebut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Atau keadilan itu hanya muncul saat suara dibutuhkan dan SDA diincar?
Banyak yang mulai muak melihat video-video tentang Aceh terus saya post🙏, tapi saya justru lebih muak melihat sikap pemerintah yang terkesan abai terhadap penderitaan ini.
Andai suatu hari nanti Aceh kembali menuntut kemerdekaan, itu bukan muncul tiba-tiba. Itu adalah hasil dari tumpukan kekecewaan yang terus dicicil, dari tahun ke tahun, hingga akhirnya meluap.
Semangat gotong royong warga Aceh patut diapresiasi, tapi seharusnya tidak menjadi pengganti tanggung jawab negara.
Aceh bukan hanya butuh simpati sesaat, Aceh butuh keadilan yang nyata dan berkelanjutan.
10 februari 2026
Pak Presiden @prabowo@setkabgoid Indonesia harus melakukan hal yg sama. Indonesia harus hentikan penjualan, pengambilan soft coral dan terumbu karang lainya. Indonesia sekarang menjafi satu2 nya negara yv memperdagangkan terumbu karang ! Mohon Pak Presiden segera hentikan 🙏🙏🙏🙏
Dari bacain beberapa komentar, ternyata brand coklat Indonesia tuh beneran banyak dan enak² ga kalah dari brand luar
Udh aku rangkumin beberapa untuk kita coba 🫶