The Secretary of National Defense of the Philippines, Gilberto C. Teodoro, Jr, gave a master class in diplomacy at the Seoul Defense Dialogue.
While speaking about how China is invading waters and territories which belong to the Philippines, the Chinese slipped him a text with.
He wouldn’t have any of it and quickly scolded the Chinese. He said that their coercive acts, including the attempt to steer his statements during the conference will only backfire as they reveal China’s true nature on the international stage.
He said that whoever slipped him the not had made a huge mistake and would likely end up in a Chinese Gulag camp.
The Philippines are tired with never-ending Chinese encroachment attempts against their territory.
The Philippines is a crucial ally of the West.
Before school even begins, children are learning language — and parents are their first teachers. Talking, singing, and reading together builds skills that last a lifetime.
Find out how in our latest blog 👇
https://t.co/gJYf0TH3ge
3x Survei LPEM Berturut-Turut, Para Ekonom Tidak Melihat Peningkatan Kondisi Ekonomi RI Baca selengkapnya: https://t.co/6WFFeCKsCF
Responden survei ini bukan pengamat biasa. Mereka adalah para ahli dengan kualifikasi akademik yang ketat: minimal bergelar doktor bagi yang berafiliasi dengan universitas atau lembaga akademik, dan minimal magister bagi yang bekerja di sektor lain, seperti sektor swasta atau think tank.
Kamu setuju dengan hasil survei ini? Yuk diskusi di kolom komen!
#LPEMFEBUI #LembagaPenyelidikanEkonomiMasyarakat #EkonomiIndonesia #makroekonomi #SurveiEkonomi #Ekonomi2026
@stelanau Warga cilacap is here 🤚 pernah diceritain sodara yg PNS, belio pinjem ruang rapat di salah satu institusi APH, diinfo cm kasih uang keamanan. Udah kasih uang keamanan sesuai nominal, besok hari nya dimintain lg uang kebersihan 🫠 ternyata pemalakan sdh mengakar
Kita semua pernah mengalaminya. Seorang guru berdiri di depan kelas yang berisi 30 siswa setelah menjelaskan materi yang cukup rumit, lalu menutupnya dengan kalimat maut: "Sampai sini, ada pertanyaan?"
Hening. Murid-murid mendadak sangat tertarik mempelajari pola kayu di meja mereka atau menghitung jumlah cicak di langit-langit.
Di rumah, polanya serupa. Orang tua bertanya, "Gimana sekolah hari ini?" dan mendapatkan jawaban satu kata yang legendaris: "Biasa."
Kenapa ini terjadi? Apakah anak-anak kita kehilangan rasa ingin tahu? Ataukah jangan-jangan, kuncinya bukan pada jawaban mereka, melainkan pada kualitas kunci yang kita gunakan, yaitu pertanyaan kita?
if you’ve ever felt empty inside, i know exactly how it feels, and i’ve written about my journey to overcome it.
semoga bisa membantu siapapun yang lagi ngerasain fase ini 🙏🏻✨
Katanya ekonomi lagi sulit, tapi tiket konser kok laris manis.
Kalo ada yang nanya gitu, coba jelasin pake data ini.
Kurva di bawah dibuat oleh peneliti di FEB UI, Dr. Teguh Dartanto. Sumbu mendatar atau x axis membagi penduduk Indonesia jadi 100 kelompok, paling kiri yang termiskin, paling kanan yang terkaya, sedangkan sumbu tegak atau y axis menunjukkan persentase pertumbuhan rata-rata pengeluaran per kapita per tahun.
Di tahun 2014-2019 yang ditunjukkan dengan garis kuning, pertumbuhan ekonomi dirasakan secara lebih merata oleh sebagian besar lapisan masyarakat, dari yang miskin hingga yang menengah dan menengah atas.
Maju ke tahun 2019-2023 yang ditunjukkan dengan garis biru, pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh kelas bawah dan kelas atas saja, bahkan terdapat sebagian kelas menengah yang pertumbuhannya negatif, ini menandakan adanya penurunan kesejahteraan.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh intervensi pemerintah seperti program bantuan sosial untuk kelas bawah sedangkan kelompok kaya lebih mampu bertahan dan bahkan terus tumbuh selama masa setelah COVID.
Jadi bisa disimpulkan orang-orang yang rajin belanja kebutuhan tersier itu kemungkinan kelompok persentil 90 ke atas tapi dianggap mewakili masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Untuk mahasiswa ekonomi atau mereka yang tertarik issue economic development, berikut link youtube dari presentasi saya “Why Development Becomes Harder: the Political Economy of the Possible di Harvard CID speaker series,
https://t.co/cNyPeYWzqR
Keresahan penting banyak orang tua ini… pada penasaran, apa yang sebaiknya dilakukan dalam mengasuh anak di dunia digital sekarang ini? 🤔
Jawabannya saya bahas di video baru, ngobrol bareng parent educator ini yang bisa kamu tonton sekarang, klik ini: https://t.co/bKbX9EtS5N
Skill yang sering disepelekan padahal penting
“Mengelola atasan”
Selama berkarier 10 tahun, gue banyak mengonsumsi resources yang bahas soal gimana cara jadi pemimpin yang baik. Tapi kita jarang diajarin gimana cara jadi bawahan yang baik.
Sayang seribu sayang, Dasasila Bandung ini sangat sangat understudied baik di penstudi hubungan internasional maupun hukum internasional.
Bacaan yg cukup lengkap dan baik justru saya temukan dari terbitan Cambridge.
(Ini juga hasil rekomen Bang Agan)
Manifesting bulan Maret penuh hal-hal baik:
- Kesempatan yg tertunda, pintunya mulai kebuka.
- Omset yang turun di awal tahun, mulai kembali naik lagi.
- Lebih disiplin dengan diri sendiri. Apa yg aku katakan, akan aku lakukan.
- Berani bilang “tidak” bukan tanda jahat, memang belum prioritas aja.
- Sesuatu yg “blur” “gantung” “gak jelas”, langsung ambil keputusan jawabannya tidak aja.
- Dapat kenalan baru, nemu tempat yg baru, dan dapat ilmu & pengalaman yg baru.
Yesss kata-kata manifesting gak bakalan bisa mengubah nasib. Tapi bisa mengubah energi manusianya. Positive feeling > positive action > better results.
Mengonsumsi berita, bikin stres, ngaruh ke kesehatan mental. Nggak mengonsumsi, nggak update.
Gimana ya sebaiknya?
Jawabannya saya bahas di video baru Pulih Nan Selaras, ngobrol bareng Rory Asyari ini yang bisa kamu tonton sekarang, klik ini: https://t.co/qXwNDCwTlm