x, please do ur magic. Aku adalah camaba unair yg sudah keterima dijalur non tes kemarin. Aku sudah mengikuti alurnya, yaitu daftar ulang ditanggal 25, jam 3 sore. Memang malamnya ada notifikasi, bahwa ada beberapa berkas perbaikin, namun tidak bisa diedit.
#unair#xdoyourmagic
• nanik s deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN.
• hotman paris mengundurkan diri dari kuasa hukum eks jampidsus, febrie.
• nevi rizal mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I Pemkab Gayo Lues.
• Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI
Dan kamu masih merasa pesimis bahwa pekik suaramu di medsos tidak akan menghasilkan apa-apa? Jangan!
Teruslah berisik. Teruslah berisik mengkritisi embege, teruslah berisik mengkritisi advokat nakal yang membela penjahat, teruslah berisik mengkritisi pejabat publik yang pribadi atau anak-anaknya terang-terangan pamer kekayaan.
Teruslah berisik tentang keadaan pasar dan ekonomi kita yang jauh dari baik-baik saja. Kita semua bisa menghantam mereka. Kita semua bisa mempengaruhi psikologis orang-orang berkuasa.
Berisiknya kita bisa mempengaruhi kebijakan politik para penyelenggara negara!
Di mata Jokowi, Prabowo tidak ada apa-apanya walaupun dia Presiden. Baru kali ini gw nonton youtube durasi 1 jam ga gw skip sama sekali.
Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, menjabarkan semua tentang rencana Jokowi sebelum jabatannya selesai. Diantaranya:
>Pembungkaman kampus (Menteri punya 35% suara pemilihan rektor)
>Revisi UU KPK (H-3 pelantikan Presiden)
>Proses pemiskinan lewat judi online
>Pendiaman korupsi
>17 menteri pasti di briefing Jokowi untuk menjalankan misi
>Pajak 12%
>Larangan gas 3kg dijual pengecer
>Bensin oplosan
>Sabotase blackout Sumatra
>DLL
Kalian nonton sendiri aja videonya di youtube Hersubeno Point
pengen tahu pengaruh ekologi penerjemahan buku2 "sastra" dan penerbitannya di industri buku indonesia thd selera pembaca.
hal2 yg pengen aku tahu:
1. kebanyakan pembaca buku "sastra" yg hanya membaca terjemahan "kayaknya" (aku bisa aja/banget salah) jadi lebih banyak kebagian buku2 yg udah masuk domain publik aka buku2 lama bahkan kuno; sementara pembaca buku segala kualitas/non-kanon, airport novels (crazy rich asians, dial a for aunties), genre books spt horror, iyamisu, etc, malah kebagian lebih banyak opsi?
2. belum pernah liat misalnya terjemahan lorrie moore, nicholson baker, patti smith (padahal dia laris banget di @post_santa), even someone semainstream tapi tetep sastrargh spt brett easton ellis. walaupun kayaknya ada bbrp terjemahan sastra kontemporer amerika latin — btw what's the deal with pembaca sastra indo's obsession with amlat lit? are the books supposed to be more relevant to our lives? bolano's alter ego bumming around paris in the 60s not relevant to me? jadi apakah ini berarti pembaca sastra yang hanya baca terjemahan akan jadi rada "terbelakang" selera bacanya krn gak keupdate dengan karya2 sastra yg lebih kontemporer, belum publik domain?
3. but what if sebenarnya kebanyakan pembaca udah baca multiple languages anyway? there would be none of the above problem i guess.
4. tp gmn jika ga kayak gitu? kl jdnya ada gap pengalaman pembaca dan consequently gap selera di antara pembaca sastra? apa pengaruhnya thd pembaca yang juga penulis? apakah jd ada misalnya penyair yg berbahasa indo tp referensinya buku2 terbitan UDP semua trus tulisan dia jd susah dimengerti pembaca bahkan teman2 penyairnya sendiri? atau bakal masih ada nggak, kayak misalnya dulu god bless nyontek deep purple karena, ah ga ada yang tahu ini (karena peredaran musik masih terbatas), penyair, atau penulis genre lain, yg nyantai aja nyontek penulis berbahasa asing (ga harus inggris ya) karena dia tahu ga bakal ketangkep sama pembaca2nya yg berbahasa indo doang?
5. "terbelakang" di atas bukan berarti lebih bego atau kurang canggih ya, lebih secara temporal ga kebagian buku2 yg lebih baru aja, karena jangan salah, perkembangan sastra juga naik turun, n.v. pritchard ('60–'70) lebih canggih drpd mikael johani ('05–present) walaupun penerbitnya sama. apakah pembaca indonesia akan terbagi jadi dua, those yg bisa codeswitch, gurrll that new lerner slaps! maybe but have U read schattenfroh? sambil nunggu orderan soju dari vinyard di margin space; sementara yg ga bisa codeswitch sants diskusi "catur tunggal: efek zweig dalam gaya penulisan yusi pareanom dan eka kurniawan" atau bedah buku "24 menit bersama ama gaspar" sambil ngopi sampai lewat tengah malam di jbs? never the twain shall meet?
discuss.
D.N. Aidit pernah menemukan sebuah "koperasi" di Tjiandjur, tahun 1964.
Ia dibentuk dengan instruksi dari atas dan mempunyai pengawas yang dilatih kekerasan.
Keuntungannya sedikit dan sulit dibuktikan. Harga produknya lebih mahal, sedangkan persediaan sangat tidak lengkap.
Reminder to:
• Gibran menyuap mahasiswa UBK 300 juta
• Korupsi emas jampidsus 74KG
• Kasus keracunan mbg
• Korupsi 10M Kebun Binatang Surabaya
• Korupsi pengadaan kipas angin Kopdes 1,8 Triliun
• pemotongan anggaran perpusnas 377 M
• Dana belanja pendidikan Indonesia terendah, hanya 1,3%
• BBM Pertalite Mulai langka
Saking gaada berita baik di negara ini🥲🥲
Yap! Guys, hati-hati. Lagi ada smear campaign di Instagram yang menargetkan komunitas LGBTQ+. Foto ini sebenarnya adalah seorang IRT, 50thn, Wanita, STRAIGHT. Fotonya dipakai tanpa konteks untuk menyebarkan disinformasi dan memfitnah kelompok minoritas.
PKI selalu dimitoskan anti tuhan, padahal Tan Malaka sejak kecil hafal alquran, Aidit juga muslim taat dan pernah jadi muazin, Haji Misbach seorang mubaligh, dsb dsb.
Sementara presidenmu: