💚 sumpah ini jahat banget. Kaya israel yt bikin yellow line dikasi galian macem gini jg. Tujuannya mau blokade biar warga gaza dan warga kampung ini ga bs lewat. Tp lbh mengenaskannya yg ini pelakunya sesama wni 😭💔 https://t.co/wWSQhfIKdz
Negara ini hrs direset ulang..tentara dan polisi sdh malpraktek..sdh keluar dari fungsinya…pasukannya sdh berubah menjadi kompi jagung, kompi padi, kompi kedelai, kompi MBG, kompi KDMP, kompi tambang, kompi perikanan, dll
Indonesian authorities have shut down several screenings of a new documentary on alleged human rights abuses in Papua, including Indigenous land seizures. Rights groups and international media still face restricted access to the region.
Al Jazeera’s @JesWashington reports.
Rezim tone deaf:
- Ekonomi memburuk
- Daya beli menurun
- Utang selangit
- Bunga utang mencekik
- Ruang fiskal jebol
- IHSG nyungsep
- Investor angkat kaki
- Rupiah ndlosor
- Badai PHK
"𝗔𝗪𝗨𝗧-𝗔𝗪𝗨𝗧𝗔𝗡"
Sementara dalam waktu yang
sama, proyek ugal-ugalan MBG
dan Kopdes gaspol terus walau
ruang fiskal jebol, dan bahkan
nggak boleh dikritik.
Disenggol sedikit tantrum, lalu
pidato ndakik-ndakik sembari
denial, ujungnya buzzer-buzer
laknat dikerahkan.
Joget-joget saja terus, sampai
ompreng MBG belatungan.
𝗕𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗚𝗔𝗚𝗔𝗟
jadi ceritanya hari ini para pejabat bank indonesia
di panggil komisi XI DPR karna rupiah tiap hari
makin melemah terhadap dollar
semua pejabat BI hadir termasuk keponakan prabowo
yang jawaban dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo rupiah kita stabil kok
Perry membela diri dengan argumen teknis.
Dia bilang mandat BI bukan menjaga level nilai tukar tapi menjaga stabilitas nilai tukar.
Dan stabilitas yang dimaksud adalah volatilitas seberapa besar naik turunnya rupiah dalam 20 hari terakhir.
Angkanya: 5,4%.
Dan menurut Perry 5,4% itu masih relatif stabil.
Lalu Dolfie dari PDIP interupsi dengan pertanyaan yang sangat mendasar:
"Menetapkan bahwa dalam rentang 5,4% itu dianggap stabil apa landasannya?
Kenapa enggak 1%?
Kenapa enggak 2%?
Kenapa harus 5,4% dianggap volatilitas yang stabil?"
jadi yang dilakukan BI ternyata simpelnya begini
ada ujian sekolah nih
untuk lulus ujian tersbut harus dapat nilai kkm = 80
tapi waktu ujian dia dapat nilai 50
bukannya memperbaiki nilai untuk bisa lulu
tapi dia malah mengubah aturan nilai kkmnya
jadi nilai kkm 50 bisa lulus
Ini bukan soal teknis statistik.
Ini soal kejujuran kepada publik:
Perhatikan apa yang Perry lakukan dengan sangat cerdas dan sangat berbahaya.
Rupiah sekarang ada di Rp17.600.
Asumsi APBN 2026 adalah Rp16.500 dengan kisaran bawah Rp16.200 dan kisaran atas Rp16.800.
Artinya rupiah sekarang sudah di luar kisaran atas APBN.
Sudah Rp800 lebih lemah dari asumsi atas.
Tapi Perry bilang stabil.
Caranya: ganti definisi.
Bukan lagi soal level tapi soal volatilitas.
Bukan soal di mana rupiahnya sekarang tapi soal seberapa besar naik turunnya dalam 20 hari.
Dengan definisi itu kamu bisa bilang rupiah stabil meskipun nilainya sudah jauh di luar target APBN.
Karena yang diukur bukan apakah rupiahnya kuat atau lemah tapi apakah naik turunnya konsisten atau tidak.
Ini seperti dokter yang bilang pasiennya stabil karena suhu badannya tidak naik turun drastis.
Padahal suhu badannya sudah 40 derajat dan terus di sana.
Stabil dalam kondisi sakit parah bukan berarti sehat.
presiden bilang: "Mau dolar berapa ribu kek."
Gubernur BI bilang stabil. Caranya: ukur volatilitasnya bukan levelnya. Ukur seberapa besar naik turunnya bukan di mana posisinya.
presiden,pejabat plenger semua asliii
Orang desa “Nggak pakai dolar bukan berarti kebal pak Presiden”. Justru orang desa yang paling pertama "BENJUT NDASE" waktu rupiah loyo!
Pidato Presiden diatas adalah penyesatan: 👇👇
Logika "orang desa gak butuh dolar" itu beneran bikin dahi mengkerut. Coba main2 ke sawah agak lamaan bos..! Nanti bakal tahu kalau:
1.Pupuk Kimia Impor: Bahan baku pupuk itu belinya pakai dolar. Dolar naik = pupuk langka dan makin mahal.
2.Biaya Distribusi Naik: Harga minyak dunia melonjak, biaya angkut hasil panen ke kota ikutan naik.
3.Modal Cekak, Risiko Gagal Panen: Petani nggak punya duit buat beli pupuk mahal, ujung-ujungnya hasil panen merosot, harga cabai dan sayur di pasar ikutan kacau.
Orang desa memang transaksinya pakai rupiah, tapi modal produksinya dicekik kurs dolar. Kalau petani sampai gak mampu beli pupuk lalu gagal panen, apa orang kota mau makan kertas infografis "pangan aman"?
Aman Ndasmu.!!
Narasi 'Rakyat desa nggak pakai Dolar' itu berbahaya & mengabaikan fakta 'Imported Inflation'.
Kedelai buat tempe, gandum buat mie, sampai BBM itu semua kena dampak kurs! Jangan sampai rakyat dininabobokan sementara daya beli mereka pelan-pelan ambyar.
Sumber video : liputan 6
Sebelum berkuasa, rupiah melemah sedikit aja dibilang bukti ekonomi salah urus. Skrg rupiah jauh lebih lemah, tiba-tiba rakyat desa dibilang gak ada urusan sama dolar 😅
BBM, pupuk, obat, dan alat produksi lainya di desa ngikut dolar. Beban hidup di desa juga ikut naik!
"mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa desa ga pake dolar, yang pusing yang sering keluar negri"
guys, boleh nyerah jadi WNI ga sih kalo pemimpinnya aja kyk gini???😭😭
Jadi bertanya-tanya juga,
Beliau ini apa2 bawa rakyat desa, rakyat kecil, buruh, nelayan, apalah
Merasa paling ngerti mereka?
Emg lu pernah tinggal didesa?
Kalo dari kecil ningrat, ngk usah sok2 paham kehidupan org desa.
Sama satu lagi,
Kehidupan Orang Desa ngk serendah pikiran lu.
Setidaknya martabat dan harga diri nya masih ada.
Kami, orang desa..
Memang bener ga pake US Dollar pak..
Kami cuma tau, tempe dan tahu itu nikmat, dan di buat dari kedele.
Namun kedele juga impor dibayar pake dollar..
Tetiba harga tahu tempe juga mahal.... Kami yg di desa terdampak juga.
Jgn bawa² nama orang desa pak @prabowo . .. Kami ga senaif itu.