Raffi-Nagita ini lagi nitip orang-orangnya ke jabatan strategis BUMN diam-diam.
Asisten, ipar, semuanya kebagian. BUMN rugi terus karena dipimpin orang ga mumpuni, tapi yang penting loyal ke atasan. Rezim ini terang-terangan banget nepotismenya. Rakyat capek liat negara dijarah buat kepentingan segelintir orang. Bangun, jangan diem!
@dimarsasongko98 Lu malu lah jelek jadi menteri ga guna nyusahin rakyat kecil mulu, tahun lalu masalah elpiji, sekarang BBM naik, listrik mati mulu. Mikir tolol mending mundur lu jelek
Jhoni, salah seorang korban yang diduga mengalami penganiayaan oleh seorang anggota TNI bersama lima petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN), mengaku sempat mendapat ancaman akan ditembak dari Serma Buana Delly.
Insiden tersebut terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam peristiwa itu, dugaan penganiayaan yang melibatkan Serma Buana Delly, Budiono yang merupakan pensiunan TNI, serta empat orang lainnya, mengakibatkan Luis David Hutabarat (32) meninggal dunia.
Kata Jhoni, saat itu dia berboncengan dengan Luis, usai membabat lahan sawit milik mertua Luis. Dua reka mereka yakni Doni membawa motor berboncengan dengan Sutomi.
Di tengah jalan, mereka dikejar dan diadang oleh lima pelaku, termasuk Serma Buana.
Saat itu, Serma Buana Deli langsung turun dari sepeda motor dan mengacungkan par*ng.
"Pas pulang di persimpangan ada nampak orang itu tadi kumpul, kami lewat aja. Tiba-tiba disalip sama Buana, tiba-tiba turun langsung acungkan par*ng," ucap Jhoni.
Saat itu, Jhoni mendengar Serma Buana meminta Luis turun dan mengancam bakal membu*uh Luis.
Luis kemudian menjawab jika mereka hanya dari ladang.
"Sini turun kau Luis, main kita sini yok, ku bunuh kau, kata Buana tadi. Dari ladangnya kami Pak," ujar Jhoni.
Pada saat penghadangan tersebut, Luis dan Joni berhasil melarikan diri dari cegatan para pelaku.
Sementara Doni dan Sutomi ditangkap para pelaku dan dianiaya.