Barangkali lo belum tau
Lagi apply-apply kerja?
Gw share sesuatu yang siapa tau bisa bermanfaat yaa
Strategi cari kerja yg jg bisa lo pakai di LinkedIn.
Masuk kolom search, ketik keyword yang relevan.
Contohnya:
"hiring" + "Digital Marketing"
"looking for" + "copywriter"
"need a" + "video editor"
Setelah itu, klik tab Posts biar yg muncul cuma postingan, bukan profile atau page.
Terus filter ke Latest dan Past 24 hours.
Dengan begitu, lo bisa lihat postingan yang masih fresh dari orang-orang yang lagi aktif hiring.
Kalau nemu postingan yang relevan, langsung follow orang atau brand-nya, connect, lalu kirim DM.
Btw gw udah pernah share ini, coba share lg siapa tau ada yg belum liat. Semoga bermanfaat yaa
Bini temen gw kasir supermarket. Udah 6 tahun di situ. Scan belanjaan orang tiap hari, 8 jam nonstop.
Suatu hari gw ngobrol iseng: "Pernah gak lo notice sesuatu dari kebiasaan belanja orang?"
Dia jawab santai: "Gw bisa tau siapa yang BARU NAIK GAJI tanpa mereka bilang."
"Hah? Gimana caranya?"
"Gampang. Liat isi keranjangnya aja."
~ Semburan gas & api di Gampong Blang Rubek - kasus semburan gas rawa/metana ~
Bola api berukuran besar sempat terbentuk di Gampong Blang Rubek di dekat Lhoksukon (Aceh Utara) pd Jumat 22 Mei 2026 TU mulai 04.00 WIB
1. Psikolog Klinis anak juga ada sumpah profesi
2. Beberapa rumah sakit juga bisa pakai BPJS untuk cover terapi kalau anak ada masalah perkembangan tapi hanya sampai 7 tahun
3. Psikolog anak dan dr. spesialis anak punya ranah kerja yang berbeda tapi ilmunya tetap berkolaborasi
Twit yang di QRT juga sejujurnya bikin kesan pertarungan antar profesi dan kelas pekerja sih. Padahal kalo praktik di RS bisa aja loh yang diterima oleh Psikolognya cuma 40%.
Males gue profesi dibanding2in mulu. Orang sama2 spesifik juga belajarnya tentang anak. Praktik kerjanya juga terhadap anak, kasus2nya juga anak. Kesannya tetap aja lebih rendah dari dokter spesialis anak.
Padahal dalam lingkungan kerja, dr. spesialis anak juga kerjasama dengan Psikolog Anak dan sebaliknya.
Gue baru tahu kalo sering "memendam emosi" ternyata berhubungan dengan "meninggal lebih cepat" setelah baca jurnal ini
๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐ถ๐ป๐ถ ๐ฎ๐ฟ๐๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ธ๐ถ๐๐ฎ ๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต-๐บ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ ๐ฑ๐ฟ. ๐ง๐ถ๐ฟ๐๐ฎ?
Yuk kita bahas penelitiannya!
Jadi ada penelitian di Journal of Psychosomatic Research (2013) melacak 729 orang Amerika selama 12 tahun.
Pada awal studi tahun 1996, semua peserta diukur tingkat emotion suppression-nya.
Pengukurannya sederhana, misalnya
-Seberapa sering kita sengaja nahan ekspresi emosi?
-Saat marah, apakah tetap disimpan?
-Saat cemas, apakah kita pura-pura santai depan orang lain?
Terus 12 tahun kemudian, penelitinya cek siapa yang sudah meninggal dan dari penyakit apa.
Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐ด "๐บ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐บ๐ผ๐๐ถ" ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐๐ฏ๐๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ธ๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ ๐ธ๐ฎ๐ป๐ธ๐ฒ๐ฟ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ 70% ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ.
Mekanismenya adalah saat kita menekan emosi, sistem saraf otonom bekerja lebih keras, sehingga tekanan darah bisa jadi lebih tinggi. Selain itu ada disregulasi neuroendokrin, yang menghubungkan antara kondis psikologi ke penyakit fisik, salah satunya adalah kanker.
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
"Memendam emosi" ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kematian.
Kemampuan untuk mengidentifikasi, memproses, dan mengekspresikan emosi, termasuk amarah, ternyata juga dapat berhubungan dengan kondisi fisik jangka panjang, termasuk risiko kematian.
Semoga bermanfaat!
Buat yg suka mendem emosi/perasaan secara kronis, alias berlama2 mendem, ga diungkapin, dst, punya risiko kematian dini yg lebih tinggi dibandingin yg mampu nyalurin emosinya dg baik ๐ฅบ
Kamu tipe yg suka mendem atau nggak? Klo iya? Pls baca utas iniiii ๐ฅบ๐ฅบ๐ฅบ
Area otak remaja yang berfungsi untuk manajemen risiko itu masih under developed ya. Mulai dari area korteks pre frontal yg terdapat fungsi eksekutif dan sistem pengereman perilaku berisiko, hingga sistem limbik+amygdala yg seharusnya bisa mendeteksi bahaya, mengontrol emosi dan insting bertahan hidup juga belum matang betul. Jadi kebayang kan bahayanya? Orang tua yang bertanggung jawab pasti tidak akan dengan mudah bilang yawdah gpp deh mereka naek motor sembunyi2 walopun belum punya sim asal pake helm. ๐๐ป
Gue tidak akan pernah memaafkan HIMPSI dan UU PLP jelek tersebut atas daya rusak yang ditimbulkan.
Jadi ilmuwan psikologi di Indonesia itu selain lo gak ada harga, tapi juga ruang geraknya dibatasin, sampai soal penelitian aja diatur-atur jir.
Kocak. ๐