Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu โga nasionalisโ bahkan dijawab โnyenyenyenyeโ
Ditanya โtrus solusimu apa!โ
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Rill... Aku kalo di sepanjang pedestrian menuju fx Sudirman jadi suka pura-pura nelpon, semi lari, atau jalan zig zag aokwkwk. ๐ญ
Itu tuh mereka sebenernya dari mana dan ngapain sih yang suka minta waktu kita sebentar? ๐ค
Just info saja..
Keledai kita mayoritas impor => dollar naik, harga tahu-tempe naik
Gandum kita mayoritas impor => dollar naik, harga gorengan akan naik
Pakan kita masih banyak impor => dollar naik, harga unggas akan naik
Hewan ternak masih banyak impor => dollar naik, harga daging akan naik
Energi kita masih impor => ga hanya bensin, plastik pun naik => bahan kebutuhan sehari2 (consumer goods) itu juga akan naik
Jelaslah orang kampung pasti kena dampak jika dollar melemah.
Bukan cuman orang kota dan yang hobi ke luar negeri seperti yang Presiden bilang.
Saya ga mau perjelas lagi, silakan teman-teman menilai sendiri pernyataan ini.
Semoga ga otw 17.845 ya guys. Aamiin!
kata temen saya yang exchange ke Filipina mereka gapunya state-owned company sebanyak Indonesia.
sektor sumber daya alam lebih banyak dimiliki oleh swasta ketimbang pemerintah. pemerintahnya hadir cuma buat penerimaan pajak serta regulasi perusahaan.
oiya funfact juga di Filipina ngerokok itu strict banget untuk di muka umum, tapi minuman ber-alkohol itu bebas dari aturan dan โjudgementโ masyarakat.
kebalikannya Indonesia heheโฆ
Keingat belajar etika tamu di indo terus bingung
Kalau kita sebagai tamu ditawarin makanan ngomongnya "Aduh, ga usah repot-repot gapapa"
Terus setelah bolak balik saling berbalas baru deh "iya, makasih banyak yaa"
Meanwhile gue dikasih makan langsung "wah makasih banyak"
Neurotypical people's rules are so contradictory it's confusing. I remember my sister was teaching me etiquette and apparently:
- If you offer someone something and they say "no thanks," you should insist until they say "yes." But also...
- If someone asks you if you want-
kutbah jumat ini menyinggung fenomena suic1de beruntun di malang. ada satu kutipan khatibnya membekas.
โkita sudah gagal sebagai sebuah masyarakat saat lebih peka terhadap issue sosmed,
alih-alih pada tetangga yang mulai merasa dinginnya, tingginya besi jembatan menenangkan.โ
WTS Jual Rugi Hotel Tebu Bandung
1 superior double bed room.
1-3 Mei 2026 (2 Malam)
Include sarapan
Kasur Queen
Dijual 1.1 jt nego tipis
Dijual karena ada urusan mendadak https://t.co/GCyQXvqQGJ
#ZonaUang#HotelBandung#HotelBandungMurah
WTS Jual Rugi Hotel Tebu Bandung
1 superior double bed room.
1-3 Mei 2026 (2 Malam)
Include sarapan
Kasur Queen
Dijual 1.1 jt nego tipis
Dijual karena ada urusan mendadak https://t.co/GCyQXvqQGJ
#ZonaUang#HotelBandung#HotelBandungMurah
WTS Jual Rugi Hotel Tebu Bandung
1 superior double bed room.
1-3 Mei 2026 (2 Malam)
Include sarapan
Kasur Queen
Dijual 1.1 jt nego tipis
Dijual karena ada urusan mendadak https://t.co/GCyQXvqQGJ
#ZonaUang#HotelBandung#HotelBandungMurah
Selatan pulau jawa itu kayak beda generasi dari utara jawa. Kalo ada org luar jawa bilang pembangunan Indonesia itu Jawa sentris, dia salah besar. Liat dari ujung kulon sampe alas purwo, selatan jawa itu jauh tertinggal dari pantura.
Pembangunan Indonesia itu jakarta sentris
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.โ
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang ๐๐ผ
Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam.
Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang.
Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar.
Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali.
Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan.
Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana.
Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan.
Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam.
Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami.
Tolong, suarakan ketidakadilan ini.
Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi.
Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka.
Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.