prabowo ini pingin sekali dikenal sebagai orator ulung, pidato berapi-api yang membakar semangat meneruskan citra soekarno, sampai ke gaya berpakaian dan kacamatanya walau gak sama persis
tapi di satu sisi dia denial dengan programnya yang dia rasa selalu benar tanpa liat aktualnya di lapangan seperti apa, marah ketika dikritik, isi pidatonya hampir sama; masih menyindir lawan politiknya, meluapkan emosi ke bawahan dan rakyatnya, kalimat2nya penuh amarah bahkan terkadang menjadi seperti anak kecil yang gak terima ketika khayalan imajinernya diganggu, gak ada kompromi untuk sekedar masukan untuknya. dia hidup di kepalanya sendiri
gws, indonesia
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
Guys Feri Amsari baru saja bilang sesuatu yang perlu lebih banyak orang Indonesia dengar soal Board of Peace.
Dan ini bukan soal perasaan pro Palestina atau pro Amerika.
Ini soal hukum yang sangat konkret.
Indonesia join Board of Peace tanpa persetujuan DPR.
Pasal 11 Undang-Undang Dasar sudah sangat jelas. Presiden mau buat perjanjian soal perang, perdamaian, atau perjanjian internasional apapun harus minta persetujuan DPR dulu sebelum pergi.
Dan setelah pulang — harus diratifikasi DPR dalam bentuk undang-undang.
Dua-duanya tidak dilakukan.
DPR mengaku masih reses.
Sementara Presiden sudah tanda tangan.
Sudah komitmen kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza. Dan belum ada penjelasan yang jelas soal apa manfaatnya bagi Indonesia.
Feri bilang ini bukan pertama kali.
Hari pertama kabinet dilantik saja Seskab Teddy dilantik tanpa berhenti dari TNI aktif.
Padahal undang-undang TNI tidak mencantumkan sekretaris kabinet sebagai jabatan sipil yang boleh diisi TNI aktif.
Hari pertama sudah langgar undang-undang.
Jadi ini bukan anomali.
Ini pola.
Dan soal 8.000 prajurit yang mau dikirim ini yang paling gw catat dari Feri.
Palestina sendiri sudah bilang jangan kirim pasukan. Tapi Indonesia tetap jalan. Untuk apa? Feri khawatir prajurit kita dijadikan pasukan darat tameng kepentingan Amerika dan Israel sementara perangnya sendiri sudah pakai drone dan teknologi. Yang kena duluan justru manusia di lapangan.
Dan biayanya pakai uang siapa? Nyawanya milik siapa?
Soal argumen ekonomi yang sering dipakai untuk membela keputusan join BOP bahwa kita bisa dapat tarif 0 persen dari Amerika Feri kasih konteks yang menarik.
Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah putuskan bahwa Trump tidak boleh tentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya tarif yang dijanjikan itu fondasinya sudah digugurkan pengadilan tertinggi Amerika. Dan Trump tetap jalan seenaknya.
Jadi kita berikan konstitusi kita untuk perjanjian dengan orang yang pengadilannya sendiri bilang dia tidak berwenang buat perjanjian itu.
Feri simpulkan dengan satu kalimat yang gw rasa paling jujur.
Ini adalah hari yang gelap untuk konstitusi bangsa ini.
Bukan karena Indonesia tidak boleh punya kepentingan ekonomi. Bukan karena bergaul dengan Amerika itu salah. Tapi karena ketika Presiden sendiri tidak patuh pada konstitusinya dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan cuma prosedur.
Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini yang menyangkut nyawa prajurit dan posisi Indonesia di dunia diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.
@katzen_jammer if you wanna die from salmonella, listeria, ecolli. you do you i guess
oh, you boil your milk? congrats.
raw milk drinkers are afraid of pasteurization, yet they boil their milk to make it safer. that's how you know they simply never looked up what pasteurization is.
@katzen_jammer Ada nutrisi yg berkurang jika dipasteurisasi, tapi minimal bgt kok kak. Tetep sgt worth it dibanding resiko infeksi jika tidak dipasteurisasi. Takutnya kebetulan raw cow milk nya dikonsumsi pas imun lg down, dpt beresiko infeksi dan berujung sepsis kak 🙏🏻
“Borobudur itu bukan cuma candi. Itu literally benchmark engineering Nusantara.”
Bayangin, 1.200 tahun lalu, orang Jawa udah ngulik geometri kayak engineer Silicon Valley—minus laptop, minus AutoCAD.
Tinggi asli 42 meter, sisi 123 meter… dan rasio bangunannya nyaris ngepas Golden Ratio. Barat baru heboh estetika “rasio emas”?
Nenek moyang kita udah nge-deploy duluan.
Struktur tiga tingkatnya (Kamadhatu, Rupadhatu, Arupadhatu) nggak cuma simbol spiritual. Itu blueprint geometri raksasa yang presisi.
Mandala 3D skala dewa. Simetris. Rapi. Matematis banget.
Dan yang paling gila?
Zero cement. Zero perekat.
Dua juta balok andesit dipahat presisi sampai bisa ngunci sendiri. Makanya Borobudur survive gempa, hujan, bahkan Merapi ngambek.
Borobudur itu bukti bahwa peradaban Jawa kuno udah main di liga “advanced architecture & engineering” bahkan sebelum dunia rame-rame nulis jurnalnya.
Mahakarya yang bukan cuma indah, tapi impossible kalau nggak pakai matematika dan perhitungan kelas tinggi.
Sehebat itu bangsa gue di jaman itu, tapi yang selalu jadi pertanyaan sampe sekarang: kenapa kehebatan itu seakan sirna bersamaan dengan sirnanya Kerajaan Mataram Kuno?