Mengenai fenomena turis shirtless di kafe-kafe Bali, ini bukan lagi sekadar masalah kebebasan berpakaian, melainkan masalah higienitas dan etika publik.
Di negara barat seperti Amerika Serikat yang sangat menjunjung kebebasan, tempat publik seperti supermarket (Walmart, Target) dan restoran menerapkan aturan ketat "No Shirt, No Shoes, No Service".
Aturan ini ada karena didukung oleh Local Health Departments demi menjaga standar kebersihan:
- Mencegah kontaminasi bakteri dari kulit/keringat ke fasilitas umum atau makanan.
- Menjaga kenyamanan dan keamanan sesama pengunjung (safety & health codes).
Kafe dan restoran adalah properti swasta. Pelaku usaha di Bali punya hak penuh untuk menolak melayani turis yang tidak menghormati standar kebersihan ini.
Bali adalah destinasi wisata budaya, bukan sekadar pantai terbuka tanpa aturan. Semoga pihak manajemen kafe dan dinas pariwisata bisa lebih tegas menerapkan regulasi demi kenyamanan bersama. 🙏✨
min @McDonalds_ID, aku mau tanya. misal kita lg makan di mcd trs kita mau buang sampah kita sndiri, tp minumnya masih ada isinya, kira2 isinya harus dituang ke wastafel dulu apa boleh langsung masukin ke tempat sampahnya aja? 🤔
Seperti ini masih mengelak tidak ada tembakan gas air mata ke tribun? Masih mengelak gas air mata ditembakkan ke lapangan terus terbawa oleh angin sampai ke tribun?
Jancok koen kerek.
Mereka yang paling cepat muncul di depan kamera ketika kita mengangkat piala, seharusnya juga yang paling cepat bertanggung jawab ketika kita mengangkat keranda.
https://t.co/q5ManitVxF
Gas air mata itu bkn gas yg membuat terharu pak.
Itu zat yg mengiritasi smua membran mukosa di mata, hidung,mulut,dan paru².
Dosis besar bisa membuat batuk²,sesak nafas,dan buta sementara.
Mjd mematikan jika ribuan org dgn kondisi spt itu berusaha keluar melalui pintu yg sama.
SAYA SIAP BERCERITA TENTANG TRAGEDI DI KANJURUHAN KEMARIN.
SAYA ADA DI LOKASI DAN MELIHAT DENGAN MATA KEPALA SAYA SENDIRI.
JIKA TIDAK PAHAM DENGAN KONDISI YANG ADA DILAPANGAN,HANYA MENGANDALKAN VIDEO DI MEDSOS,MENDING KALIAN DIAM. DARIPADA MENGELUARKAN OPINI KOSONG!
Bagi yg menyalahkan korban, ini bisa terjadi di mana saja. Di konser musisi favoritmu, di gathering yg kau ikuti dan kerumunan lain pun.
Kalau org berkerumun dan crowd control nya sembarangan, ini sangat mungkin terjadi. Miliki empati.
Sebelum banyak buzzer bertebaran, kawan-kawan mari kita luruskan pola pikir dulu soal tragedi malam tadi:
1. Supporter tdk menyelenggarakan pertandingan, mereka itu kumpulan manusia yg tidak terorganisir.
2. Penyelenggara pertandingan yg punya kuasa, mereka itu terorganisir.
Di bencana Estadio Nacional (1964 di Lima, Peru) sebabnya mirip: Gas air mata + penonton berdesakan
Komandan polisi yg ngasih perintah nembak gas air mata dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, hakim didenda krn telat 6 bulan nyerahin laporan & gak bisa hadirkan semua hasil otopsi.
Semua argumen "Makanya anak kecil jangan diajak nonton pertandingan" ini bikin mikir, kenapa yang dipertanyakan justru bukan, "Kenapa kita nggak bisa bikin pertandingan olahraga sebagai tempat ramah keluarga"? Hiburan orang dewasa, sumber mimpi anak-anak? Sampai kapan mau begini?
Ketika gas air mata ditembakkan ke arah tribun, maka hal inilah yang akan terjadi. mereka yang berada di tribun akan berlarian ke arah satu titik yang sama. Ya Allah nggak bisa bayangin gimana sesaknya.
EVALUASI & USUT TUNTAS!🥀💔
Jika anda sempat mendokumentasikan mengenai peristiwa Kanjuruhan di handphone anda, silahkan kirim melalui whatsapp, telegram, dan email yang tercantum untuk membantu tim Pandit Football dan beberapa media dalam proses investigasi independen ini 🙏