¿EL VERDADERO SIGNIFICADO DE INTERCULTURALIDAD? PREGÚNTENLE A DAVID ALABA.
🇩🇪 Nació en Alemania.
🇦🇹 Creció en Austria.
🇳🇬 Su padre es nigeriano.
🇵🇭 Su madre es filipina.
🇩🇪 Su esposa es alemana.
🇨🇩 Su abuelo es congoleño.
🇪🇸 Actualmente vive en España.
🏴 Su familia vive en Inglaterra.
Él es cristiano, su padre es musulmán y su madre, budista. INCREÍBLE.
Mau magrib gini ada tetangga di labrak.. yang ngelabrak ani ani, melabrak istri sah.. pas udh dijelasin, si ani ani malah nangis. Istri sah langsung bilang minta cere. Eh si ani ani dengan lantangnya "klo cere aku dpt uang jajannyaa gimana?" Smua lgsung diem.
Belom selesai kaget si ani ani bilang "ya kamu usahain dong jajanku gmna mas, jangan cereee, aku gak mau ya sm duda kere"
cc:threadlitaalatte_
Kek gini kejadian pas SMP, bokap gw udah selow soalnya dah SMP paling top di Samarinda. Pas bagi rapot, bokap heran liat temen gw nangis depan kelas, dia tanya lah. Kenapa nak?
"Takut dimarahin pak, cuma rank 3"
"Oh gt, mana Bapakmu?"
"Itu pak"
Eh disamperin ngobrol²
ketua DPRD Malang, Amithya:
"saya sebagai pimpinan DPRD kota Malang menyampaikan mohon maaf sebesar-sebesarnya atas keresahan yg harus teman-teman alami"
kalimat yg hampir ga pernah kita dengar keluar dari mulut pemerintah nowadays
"SAYA SEPAKAT UNTUK MEMBERHENTIKAN MBG" 🔥
Pemerintah Indonesia sering banget menggunakan berbagai definisi kesejahteraan yang berbeda-beda.
Untuk menunjukkan keberhasilan pembangunan, digunakan angka kemiskinan ekstrem yang sangat rendah, yg bahkan jauh di bawah kriteria lembaga global seperti Bank Dunia.
Untuk program bantuan sosial digunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan desil tertentu.
Untuk subsidi rumah digunakan kategori MBR yang jauh lebih luas.
Untuk program lain digunakan kategori rentan miskin, hampir miskin, atau masyarakat menengah rentan.
Akibatnya satu keluarga bisa tidak dianggap miskin untuk menerima bansos tertentu, tetapi dianggap berpenghasilan rendah untuk memperoleh subsidi rumah, sekaligus dianggap kelas menengah dalam laporan ekonomi.
Ini contoh nyata fragmentasi indikator kesejahteraan.
PT gym yang naksir aku tuh lebih tua 15thn dr aku. Dia ngakunya konglomerat yang jadi
PT gym karena gabut.
Dia beberapa kali ngelatih aku gratis di gym.
Setelah 2x latihan, tiba2 aku dapat tagihan paket gym 5jt an gtu lah.
Aku: Lah kok bayar? Katanya gratis.
Kalo bayar mah aku gak mau.
Dia: Soalnya kalo bulan ini aku gak menuhin target, aku bakal dipecat 😭 jd aku daftarin km aja.
Aku: Lah katanya km konglomerat. Kok takut dipecat? Bodo amat gak sih? (Aku tau dia tuh pura2 kaya).
Dia: Kamu kan ditaksir sama X. Si X kan kaya raya, gimana kalo km aku ajarin morotin si X? Nanti uangnya bagi 2. Jadi duid gym 5jt ini minta aja ke si X.
Aku: Lah 🙃 ngapain bagi 2 sama km? Kalo aku niat morotin cowok ya aku nikmatin sendiri. Ngapain dibagi ke km?
Dia: Ya km kan gatau cara morotin cowok. Bagi 2 ke aku biar aku ajarin.
Aku: Bukan gatau tapi gamau.
Aku gak suka si X ya aku gak bakalan nerima uang dia.
(Intinya aku mau digoblok2in lah sama PT sialan ini).
cc:threadchiimosu
gw jadi keinget pas lagi jaga IGD dan nanya riwayat pasien ditemani istrinya…
👩⚕️: ada alergi obat?
🧔: enggak ada
👩: ada
🧔: enggak ada
👩: ada
👩⚕️: jadi ada atau enggak?
👩: tahun lalu dikasih obat terus bentol semua
🧔: oh iya ya
👩⚕️: …
👩⚕️: riwayat operasi?
🧔: enggak ada
👩: usus buntu 2019
🧔: OH IYA
👩⚕️: …
👩⚕️: obat rutin?
🧔: enggak ada
👩: tiap pagi minum obat darah tinggi
🧔: itu dihitung?
👩⚕️: pak…
👩: makanya saya ikut masuk
hal yang tidak diajarkan di FK:
kadang riwayat penyakit pasien tersimpan lebih aman di memori istrinya daripada di pasiennya sendiri 😭
Hendra Setiawan itu bisa dibilang soft spoken tapi jadi sosok yang berani mengambil keputusan besar yang kemudian terbukti tepat.
1. Berpisah dengan Markis Kido
Setelah Kido/Hendra gagal lolos Olimpiade 2012, Hendra merasa masa Kido/Hendra telah usai. Ia butuh perubahan.
Usai turun podium juara Singapore Open, Hendra mengutarakan niat berpisah dengan Kido.
Dengan awal baru, Hendra punya motivasi baru sehingga bisa kembali tampil kompetitif dan bisa juara dunia 2013, 2015, 2019. Juga dua kali juara All England, gelar yang sebelumnya tidak bisa ia dapatkan.
2. Pilih Keluar Pelatnas Cipayung
Setelah tak terpilih masuk skuad Asian Games, Hendra mengajak Ahsan untuk keluar Pelatnas Cipayung bila masih ingin memburu peluang tampil di Tokyo 20.
Ahsan/Hendra lalu jadi atlet jalur independen meskipun bisa diizinkan tetap berlatih di Pelatnas.
Selain ambisi tampil di Tokyo 20 terwujud, Ahsan/Hendra juga bisa juara All England, juara dunia, dan juara BWF World Tour Finals di 2019.
Yang menarik adalah keputusan keluar Pelatnas usai gagal di Olimpiade 2016.
Entah ini masuknya keputusan yang tepat atau bukan.
Karena pada awalnya, Hendra memilih keluar dari Pelatnas Cipayung karena ingin menjalani persiapan sebelum pensiun.
Jadi Hendra mau ancang-ancang main independen selama beberapa tahun dan kemudian baru benar-benar pensiun. Tan Boon Heong sudah dipilih sebagai pasangan.
Sebenarnya Hendra saat itu juga masih diminta bertahan tapi Hendra merasa waktunya sudah cukup dan ia fokus ingin persiapan pensiun.
Kalo bicara hasil, keputusan keluar di 2016 itu terbilang tidak tepat, karena Hendra/Tan tak mampu meraih hasil bagus.
Tapi bila bicara jangka panjang, keputusan Hendra di 2016 itu tepat karena ada jeda istirahat dalam duet Ahsan/Hendra sehingga mereka malah bisa terus main hingga awal 2025.
Bila Ahsan/Hendra terus pasangan usai Olimpiade 2016, bisa jadi Hendra malah benar-benar pensiun 1-2 tahun kemudian karena waktu di akhir 2016 itu Hendra fokusnya sudah ke persiapan pensiun.
📷: 2013/2014
🎙️ "Bagaimana jika anda tidak mencetak satu pun goal tapi Prancis menjadi juara dunia?"
🗣️Mbappé : "Saya akan langsung tanda tangan pakai spidol permanen dan jadi orang pertama yang tiba di Champs-Élys��es, meski mencetak gol tentu selalu membantu."
"Saya beruntung bisa ikut dalam dua kompetisi, melangkah jauh, tampil apik, dan mampu meninggalkan jejak saya di kompetisi terbesar ini. Namun yang saya inginkan adalah pulang membawa trofi pada tanggal 20 Juli,"
*Champs-Élysées : jalanan ikonik di Paris yang selalu menjadi pusat perayaan nasional warga Prancis saat memenangkan Piala Dunia.
📝 @M6
🗣️ Kaká: "Mi etapa en el Real Madrid fue muy completa. Hubo cosas personales, profesionales.
Llegué del Milan como el mejor y si buscas ahora los peores fichajes del Madrid estoy el primero yo con Hazard. Lo puedes ver, Kaká y Hazard.
Mi problema en el Real Madrid fue primero, las lesiones y el segundo, las decisiones del entrenador.
José Mourinho prefería otros jugadores: Özil, Di María, Benzema, Cristiano y todos estos peleábamos por dos huecos en el once. Él se decidió por otros jugadores.
Me gusta ver a Florentino, a los jugadores, a los trabajadores que siguen y tener las puertas abiertas.
Cada vez que me ven me dicen: "este es tu club, es genial tenerte aquí."
El día que me fui del Real Madrid, Florentino me llamó a su despacho y me dijo "mira, no ha ido como todos queríamos, pero estoy muy feliz de que hayas jugado para nosotros.
Siempre has sido profesional e íntegro. Nunca has dicho nada malo del entrenador, del club ni nadie de aquí."
Nunca dije nada y nunca me verás decir nada malo del club o el entrenador. Tuve que pasarlo. Estoy muy feliz de como soy hoy y es, en parte, gracias a esa época."
Soy afortunado de haber jugado en el Real Madrid."
#intinyadeh
ATM -> pengen Bernardo, nawarin gaji yang paling tinggi diantara kompetitor lain, dan dijamin first role.
Barca -> gapernah pengen Bernardo, alasan dirumorkan karena Bernardonya pengen ke Barca, dia menerima turun gaji banyak. Barca hold, karena bukan prioritas, agenya juga Mendes (temen Laporta), dan Barca gamau nawarin first role, bakal jadi secondary role (midfielder numpuk)
Madrid -> pengen Bernardo, dinilai bakalan masuk sama Mourinho, nawarin gaji rendah, tapi dijamin first role juga.
jadi Madrid nikung Barca? ya engga, orang bukan prioritas, makanya Bernardo sampe pending abis WC, karena dia berharap ada tawaran selain ATM first role atau Barca 2nd role masuk, dan Madrid masuk disitu, lebih besar dari ATM (jauh) dan dikasih first role. 36 hours deal done.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Ciri khas timnas era STY memang nerapin transisi cepat. Jd pas dpt bola langsung cepat2 progresi bola ke depan. Yg jd masalah klo pergerakan, akurasi passing & kontrol bolanya kurang bagus, jadinya bola mudah lepas.
Di timnas senior problem itu agak teratasi krn ada pemain2 diaspora pny teknik dasar yg baik (terutama di posisi gelandang), jd aliran bola relatif aman. Gak mudah putus. Nah ini yg blm bs direplikasi di Timnas U19.
Kmrn John Herdman nonton langsung ke stadion. Mudah2an bisa kasih masukan ke coach Nova supaya dpt solusinya.
Sengaja banget ga dibuat pengalihan atau rekayasa lalu lintas secara steril di jalur tersebut. Idealnya, Polantas punya wewenang untuk mengalihkan pengguna kendaraan bermotor ke jalur lainnya, bukan cuma tilang warga di jalan.
Kejadian kayak gini beberapa kali terjadi, supaya muncul konflik horizontal antarwarga, di mana diharapkan ada warga yang keberatan dengan aksi massa karena dianggap bikin macet atau mengganggu.
Aku pernah lihat bocah SD di komplek Pandeglang nge bully temennya kayak gini, kondisi komplek sepi tengah hari, ku tegur "Hey! Nanaonan!?"
bukannya bubar malah pindah lokasi gang, di situ aku langsung keluar bawa golok "Heh, Bubar!!",
asli pengen bacok satu satu tapi mereka masih SD.
Pelakunya lebih dari 5 orang, kejadian sekitar tahun 2016-2017
Atasan aku (WNA) waktu ada demo beberapa waktu lalu: “Gimana menurut kamu soal orang-orang yang demo?”
Jujur, aku pikir beliau mau komplain soal macet atau hal semacamnya. Tapi aku gak mau jawab bohong.
Aku: “Saya mendukung, Pak. Karena mereka menuntut hak mereka, hak-hak kami yang tidak bisa ikut turun untuk demo.” (Takut sbnrnya jawab begini)
Bapake: “Aku juga mikir gitu. Setiap aku lihat driver aku, art aku, karyawan-karyawa local, orang-orang jualan, liat orang yang desak-desakan di transum… hati aku sakit dan aku ngerasa gak tega. Kalian harus tuntut dan dapatin hak kalian. Udah gajinya gak seberapa tapi masih aja ditindas. Aku dukung banget kalian menuntut.”
Aku dengerinnya sampe speechless.
Jangan salah sangka bahwa saat ini Prabowo takut pada mahasiswa karena melihat dulu mertuanya (Soeharto) ditumbangkan oleh Mahasiswa.
Sebab, bukan mahasiswa yang menumbangkan Soeharto secara langsung saat itu.
Prabowo tahu itu.
Yang berbahaya di mata Prabowo adalah intervensi asing dan penghianatan dari dalam.
Dua hal itulah yang menumbangkan rezim 32 tahun Soeharto.
Dan karena itulah Prabowo selalu menyebut “aseng aseng aseng!” dan hanya merekrut orang-orang loyalis (penjilat) di sekitarnya.
1. Peran asing
Ada peran Presiden Amerika Serikat periode 1993-2001 yakni Bill Clinton di balik lengsernya kepemimpinan Soeharto.
Kala itu Bill risau karena permasalahan Timor Timur tak kunjung terselesaikan dan malu saat dibahas di konferensinya oleh sidang keamanan PBB.
Saat itu Soeharto ditelepon oleh Medeleine Albrigt dari Manila yaitu menteri luar negerinya Bill Clinton.
Ia disuruh mundur.
Presiden AS Bill Clinton mendesak Soeharto untuk sepenuhnya mematuhi reformasi ekonomi.
Direktur Pelaksana IMF saat itu, Michel Camdessus, bahkan mengakui bahwa organisasinya menciptakan kondisi yang mewajibkan Presiden Soeharto untuk mundur.
2. Penghianatan dari dalam
Saat itu, Ketua DPR/MPR Harmoko, yang dikenal sebagai pendukung berat Soeharto, malah menuruti tekanan massa.
Ia mengeluarkan pernyataan agar Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.
Hal itu dilakukan Harmoko karena merasa mendapat dukungan dari pimpinan ABRI.
Pimpinan DPR/MPR secara terbuka meminta Soeharto mundur.
Situasi ini diperparah oleh mundurnya 14 menteri dari Kabinet Pembangunan VII.
Mundurnya para menteri saat itu juga mencerminkan hilangnya dukungan pada Soeharto.
Rakyat menentang, ABRI menarik diri, dan para menteri juga mundur, bahkan pembantu terpercaya sekaligus buzzer resminya, Harmoko menyarankannya mundur, artinya Soeharto sudah tak punya pendukung lagi.
Keesokan harinya, Selasa, 19 Mei 1998, Soeharto mengundang sejumlah tokoh Islam sebanyak sembilan orang.
Mereka adalah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Nurcholis Madjid (Direktur Yayasan Paramadina), KH Alie Yafie (Ketua Majelis Ulama Indonesia), Malik Fajar dan Sumarsono (tokoh PP Muhammadiyah), KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Achmad Bagdja dan KH Ma'ruf Amin (tokoh NU), dan Emha Ainun Nadjib (budayawan).
Soeharto juga mengundang pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.
Para tokoh agama ini pun menyampaikan bahwa rakyat Indonesia tetap menginginkan Soeharto mundur dari jabatannya sebagai presiden.
Tapi Soeharto berkukuh bisa mengatasi keadaan.
Ia menyatakan akan mengubah Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi dan akan membentuk Komite Reformasi.
Tapi esok harinya, Rabu, 20 Mei 1998, malam, Soeharto menerima surat hasil keputusan dari 14 Menteri Kabinet Pembangunan VII yang intinya menyatakan sikap tak bersedia menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Reformasi atau reshuffle kabinet.
Soeharto merasa terpukul dan ditinggalkan oleh orang-orang kepercayaannya.
Karena itulah bagi Prabowo, asing dan penghianatan jauh lebih berbahaya dibanding demo mahasiswa.
Ingat kawan, kemarin guru demo aja dia malah melambaikan tangan dari mobil dikira mendapat dukungan.
Polanya gini:
Pertamax naik
Pengguna pertamax pindah ke pertalite
Antrian pertalite ramai dan jadi langka
Yang tersedia hanya pertamax
Orang-orang terpaksa pakai pertamax
Harga-harga akhirnya melambung semua
Pejabat tidak peduli karena mereka isi bensin bukan pakai duit mereka. Dan kalau pertalite yang dibuat melambung, tragedi 98 akan langsung berulang.
Bacot doang dollar ga ngaruh.
Romantisasi lagu MBG dan percaya Bahlil bisa kerja yang bener. Tai semua.