Perbedaan suatu negara.
Komunisme: "gue kasih lu kerjaan, kasih makan, tapi gaboleh berisik"
Kapitalisme: โlu cari kerja sendiri, cari makan sendiri, kalau berisik ya bebas.โ
Premanisme: "lu cari kerja sendiri, cari makan sendiri nanti hasil setor nya ke gue, dan lu gaboleh berisik"
Dari semua tokoh Austria yang disebutkan, sayangnya F1 tidak memasukan Dietrich Mateschitz dan Helmut Marko yang punya legacy sangat besar di F1 dan dunia motorsport.
Didi Mateschitz semua sudah tau bagaimana ia membangun Red Bull, hingga akhirnya masuk ke dunia motorsport, dan berhasil jadi sebesar sekarang.
Tapi project motorsport Red Bull yang dibuat Didi mungkin tidak akan berjalan dan berbentuk seperti saat ini, jika tidak ada Helmut Marko di belakangnya.
Keduanya saling padu menjalankan bagian yang mereka kuasai. Bahkan sebelum mereka resmi berkoalisi saat RSM Marko menjadi Red Bull Junior Team, keduanya sudah saling bekerja dalam membantu talenta Austria di dunia motorsport.
Dan sekarang apa yang mereka berdua bangun sudah meninggalkan legacy besar di dunia motorsport, baik Red Bull yang sukses sebagai tim, dan juga sebagai project yang berhasil menelurkan talenta hingga juara dunia di Formula 1.
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
abang ini cerita Kegiatan Latsarmil Calon Manajer Kopdes:
- Bangun jam 03.30 olahraga pagi, ganti seragam loreng, makan pagi
- Baris-berbaris & latihan fisik
- termasuk hukuman fisik bila melanggar
- Diajari menembak calon manajer koperasi dilatih seperti tentara
- Tes mental ideologi ratusan soal psikotes, wawancara soal Pancasila
- MCU ketat seperti tes darah, urine, EKG, rontgen paru-paru sebelum masuk
"Suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada di segelintir orang akan pelan-pelan menetes ke bawah"
Yang disebut Prabowo itu, dikenal sebagai trickle-down effect: salah satu ilusi ekonomi terbesar dalam sejarah kapitalisme modern.
Secara sederhana, ini adalah keyakinan bahwa kalau kelompok kaya dibiarkan makin kaya, diberi ruang akumulasi lebih besar, diberi insentif, atau dilindungi kepentingannya, maka pada akhirnya kekayaan itu akan โmenetesโ ke masyarakat bawah lewat investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.
Masalahnya, sejarah membuktikan bahwa teori ini sangat jauh dari kenyataan. kekayaan tidak otomatis menetes, yang terjadi justru kekayaan justru mengendap, berputar di lingkaran yang sama, lalu berubah menjadi kekuasaan politik.
Bahkan IMF sendiri pernah menunjukkan bahwa ketika porsi pendapatan kelompok terkaya naik, pertumbuhan malah justru cenderung melemah, sama halnya yang terjadi di Indonesia.
Pendeknya, trickle-down economics adalah dongeng paling sukses yang pernah dijual elite kepada rakyat miskin.
Dan dia adalah bagian dari elite yang menjual dongeng itu.
rendang sebenernya awet bgt makanya dulu ibunya malin kundang masak rendang untuk bekal malin kundang merantau, di box makanan itu si ibu nulis:
for malin