Gak lama, temennya yang ngejekin dateng, ngajak main.
Anak wedokku yang udah tenang pun menemuinya. Tapi bilang gamau main sama2 dulu.
Pas masuk rumah, anak wedok bilang: aku ga mau main sama2 kalo dia ga minta maaf
Oke, good, wkwk.
Besoknya mereka udah rukun 😁
-end-
Anak wedokku pulang sambil nangis sesunggukan. Katanya dikatain “cemen” “nakal” sama temennya. Sebagai emak, aku sedih dan marah. Pengen ikut bantuin.
Tapi aku apresiasi dia bisa bilang: aku sedih, marah, Ma, dikatain gitu. Padahal aku ga ngapa2in
Aku membayangkan aku adalah anak wedokku yang nangis itu. Yang aku butuhin adalah pelukan dan ditemenin.
So i did. Aku peluk dia. Aku ciumin kepalanya. Aku besarkan hatinya: Mbak kesayangan Mama-Papa. Anak baik Mama-Papa.
Dia makin nangis. Kuciumin pipinya.
Lama2 dia tenang.
Aku juga terlalu lama lupa diri. Ambil sisaan makan anak, makan paling terakhir, kadang pake piring paling biasa.
Tapi skrg, aku pesan makananku sendiri. Kalo anak2 ga habis, aku bungkus. Beli piring2 cantik, biar semua makan pake piring bagus. Makan juga bareng2, ga nunggu2 lg
Dulu pas bapakku masih provider utama, mama selalu ngasih porsi gede gini buat bapak, paling miris tiap masak ikan, mama selalu makan kepalanya.
Aku yang masih kecil ngerasa janggal kenapa mama mau makan kepala ikan yang ga enak dan ribet makannya, sampai aku sadar ketika nonton di sinetron ada scene serupa.
Aku saat itu 12 tahun, aku bohong ke mama kalo aku juga suka kepala ikan, jadi tiap mama masak ikan aku bilang sisihin semua kepalanya buat aku aja, pokoknya tiap masak ikan kepalanya buat aku semua atau aku gamau makan sama sekali.
Guess what? Aku jadi suka kepala ikan beneran, sampe detik ini aku ga doyan, benci banget bagian tubuh sampe ekor ikan.
Caraku menutupi insekyuriti adalah ngejawab orang2 yg ngetawain aku: hehe, gapapa cilik, yang penting udah terbukti bisa ngasih ASI 2 bayi 3 tahun (minus masa hamil) 😬😬
Sama pamerin ke mereka kalo aku pernah buang ASIP 2 liter 😁
Sekarang tobrut or tocil?
Balik lagi perihal anatomi body idaman tuh semua soal "selera", standar dan stereotipe medsos mungkin terkesan meng-agungkan cewe tobrut lebih "mantep" drpd cewe tocil.
Fun factnya ada penelitian yg nyebutin kalo pria dgn ekonomi menengah keatas lebih suka sm cewe tocil. (Bisa diliat di yt:suara berkelas ep. Dr.Boyke)
Insecure mungkin manusiawi, tapi kalo sampe berpikiran gak akan ada yg mau dan suka tuh perihal ukuran toket, menurutku gak perlu ya gurls apalagi sampe kepikiran berlebihan jadi stres. Gak sedikit ko cowo yg punya selera sm cewe tocil, ditambah lagi aku yakin kamu punya value lain ko yg bisa buat insecurenya kamu itu ilang.
Buat para cowo pecinta tocil atau yg gak permasalahin ukuran toket, atau para cewe yg pernah insecure jg sama bentuk badan kalian coba dong sharing pov kalian 💋
Dia bertekad beli sepeda baru yang lebih bagus dari tabungan uang sakunya. Dan aku janji bantu nambahin sedikit.
Aku: Adek masih sedih diejek?
Anak lanang: enggak. Biar aja ya, Ma. Adek mau beli sepeda baru pas ulang tahun pake tabunganku
Hatiku terasa hangat
-end-
Semalem anak lanang merengek minta pasang lampu di sepedanya. Mulai nada datar, ceria, melas, sampe akhirnya nangis.
Tapi hebat banget dia, bisa menahan diri ga teriak2. Bisa ngomongin perasaannya “aku setres lho, Ma” wkwkwk
Dan dia cerita kenapa ngotot minta pasang lampu sepeda
Aku minta maaf ga bisa nurutin maunya. Aku juga minta maaf ga ngijinkan dia bongkar tabungan demi pasang lampu sepeda.
Dia marah, tapi minta ditemenin tidur. Ya wes, dengan mulutnya yg mecucu, dia tidur di sampingku.
Sore ini, dia cerita kalo dia udah ga pengen lampu itu
Dulu kukira sunyi hanyalah ketiadaan suara. Sampai kau datang lalu pergi. Dari sini aku paham, ada sunyi yang lahir dari tak pernah memiliki dan ada sunyi yang lahir karena kehilangan. Barangkali itu sebabnya, keduanya tak pernah sama.
Teruntuk perempuan:
Semoga kamu berjodoh dengan laki-laki yang membuat nafsu makanmu meningkat, rambutmu tetap panjang, jam tidurmu teratur, dan senyum di wajahmu tidak pernah pudar. Dia laki-laki yang selalu memperlakukanmu seperti anak kecil, dimanja, dituruti keinginannya, didengarkan ceritanya, dijajanin tanpa diminta dan dijaga dengan baik. Terakhir, dia laki-laki yang cintanya lebih besar darimu yang mencintaimu dari hati bukan dari fisik.
Sudah sering saya bilang, anak mesti ikut aturan orang tua, jangan dibalik. Mereka akan tuman kalo dibiasakan selalu dikasih kompromi ketika mereka menangis, itu berarti air mata lebih efektif daripada bicara baik2. Jangan kalah sama tangisan anak. 😊
Kamu tau? dibalik perempuan yang mengatakan; aku menyerah dengan hubungan ini, ada komunikasi yang kurang baik, ada perhatian yang terabaikan, ada kesalahan yang diulang-ulang, ada hati yang disepelekan, ada rasa kesepian dalam dirinya dan tidak semua perempuan mampu mengungkapkannya.
My coworker said, “A woman becomes difficult when she starts having too many options.” I asked him what he meant. He said, “If she knows she can leave, she won't tolerate much.” I said, “Isn't that a good thing?” He said, “Not for the man.” I asked, “So you want a woman to stay because she has no alternatives?” He said, “I want her to feel like she needs the relationship.” I just stared at him. Because that's the difference between wanting to be loved and wanting to have leverage. A woman who stays because she genuinely wants you is choosing you. A woman who stays because she has nowhere else to go is trapped. Those are not the same thing bruh.
Izin menjawab versi penelitian ya.
After breakup, yang akan muncul adalah mood depresif yang biasanya bertahan selama 3 bulan atau lebih setelah putus, hingga kemudian pulih kembali. Namun ini kembali ya ke masing-masing orang, karena bisa beda-beda.
Strategi life after breakup yang efektif adalah mengalihkan fokus ke hal lain, misalnya mencari banyak kegiatan, menentukan target untuk diri sendiri. Biasanya bisa berwujud pada olahraga atau bahkan mengambil pendidikan lanjutan.
Strategi yang baik bisa membantu kita untuk menyesuaikan diri dan kembali ke level kondisi dan mood seperti sebelum break up.
Semoga bermanfaat.
Gw sudah banyak bertemu perempuan yang menemani laki-laki dari nol, bahkan minus. Bisa dibilang, laki-laki miskin. Para perempuan ini secara ekonomi jelas jauh berada di atas para laki-laki miskin itu. Beberapa hubungan mereka berhasil. Tak sedikit juga yang gagal.
Dari cerita mereka, apa yang tertulis di gambar ini tidak sepenuhnya benar.
1. Perempuan menyukai laki-laki yang tulus. Tulus di sini tak hanya soal asmara. Tulus menjalani kehidupan, tulus menjadi seorang manusia. Dengan ketulusan, laki-laki jadi bisa memegang teguh komitmen.
2. Perempuan tidak membenci laki-laki miskin. Mereka hanya tidak suka pada laki-laki yang tak mau berusaha dan/atau berusaha seadanya saja. Ini krusial sih. Tak bisa dipungkiri bahwa banyak laki-laki yang merasa nyaman dengan kondisi yang begitu-begitu saja. Tidak ingin ada perubahan menjadi lebih baik. Kalau gw jadi perempuan, gw pun akan berpikiran demikian.
3. Perempuan betul ingin dimanja, diratukan, dihadiahi. Tapi bukan berarti semua hal itu harus yang mewah, harus yang mahal, dan harus setiap hari. Betul, semuanya tetap butuh modal, oleh karena itu kita kembali melirik ke poin 2. Jika tidak ada biayanya, bisa disubstitusi dengan berbagai cara.
4. Kebanyakan laki-laki tidak tulus kok.
5. Perempuan butuh laki-laki yang biaa berkomunikasi dengan baik. Selama ini laki-laki selalu mendapuk diri sebagai makhluk paling logis, tapi ketika dihadapkan pada sebuah masalah, yang pertama dilakukan bukannya berusaha menyelesaikan atau menenangkan keadaan, malah mencari "ketenangan" di luar. This doesn't sit well with me as well.
Gender kita terlalu sering menyalahkan gender seberang untuk kekurangan yang seharusnya bisa kita perbaiki sendiri.
Laki ga perlu menyembunyikan ketakutan bakal ditinggal kalo lagi lemah (terutama financially) kalo pasangannya perempuan cerdas berdaya.
Perempuan cerdas berdaya demen ama situ karena karaktermu, bukan karena duitmu. Karena kalo duit doang, mereka juga punya.