oki bilang dia enggak kebrainwash soal kritik mbg:
- dia bilang mbg itu program bagus tapi enggak transparan
- dia soroti korupsi dan anggaran yang katanya nguap
- dia bilang enggak semua penerima manfaat dapet manfaat
- baik ada yang keracun4n nasi basi lauk seadanya jeruk busuk
- dia bilang kritik selama ini tujuannya buat evaluasi
- bukan buat dihentikan doang
- tapi karena evaluasi enggak dilakukan
- makanya dia usul program ini disetop dulu
- dibenerin baru jalan lagi
Ini @pocolocoz9 namanya Ridzky Ligina. Singkatan dari rejeki Liga Indonesia. Bapaknya dulu jualan merch Persib pas final 95. Ada yg ngeborong, laku.
Uang hasil jualannya dipake buat lahiran si Ligina.
Kemaren si Ligina bawa foto alm bapaknya ke GBLA untuk menghormati semua 💙
🇮🇩 1 Wakil Presiden
🇮🇩 49 Menteri
🇮🇩 59 Wakil Menteri
🇮🇩 580 Anggota DPR
🇮🇩 152 Anggota DPD
🇮🇩 2.120 Anggota DPRD Provinsi
🇮🇩 17.610 Anggota DPRD Kabupaten/Kota
TOTAL: 20.571 ORANG.
20.571 pejabat yang digaji pake uang rakyat.… SERIUSAN ga ada SATUPUN yang merasa pidato Prabowo bermasalah?
Terus rakyat disuruh percaya negara ini diisi orang-orang kompeten?
cc:albertsutopo
20 tahun keliling sawah dari Jawa sampai Sulawesi, saya paham maksud Bapak Presiden Prabowo.
“Rakyat desa gak pakai dolar kok.”
Benar. Petani beli pupuk, pestisida, dan solar pakai rupiah.
Tapi ada yang jarang dibahas… 👇
Menarik melihat langkah SMAN 1 Pontianak. Secara komunikasi publik, mereka sedang melakukan 'Moral High Ground'. Mereka menolak narasi 'ulang lomba' yang justru berisiko merusak mental siswa dan sportivitas. Mereka tidak menyerang MPR, tapi mengunci argumen pada transparansi poin. Sebuah contoh manajemen krisis yang sangat dewasa di level sekolah menengah. Pendidikan bukan cuma soal menang, tapi soal kejujuran sistem
Halo selamat pagi, Aimaa store/vxyzone beralih nomor dari 0812-1465-3684 menjadi 0881-0221-50021. Bagi yang ingin bertransaksi pembelian aplikasi premium, top up games, pulsa, kuota & token bisa ke nomor ini ya.
🇮🇩Angle dari @explorepersib adalah angle foto paling jelas untuk case bola sudah out atau belum.
Kalo diliat dari gambar sih bola sudah jelas keliatan out ya.
Disini juga replay VAR dipertanyakan kenapa gaada hasil dari angle yang lebih jelas ya?
📸 @explorepersib | Instagram
Bertani atau berkebun itu tahapannya kudu SLOW.
Senang, Lakukan, Olah (dipikirkan utk efisiensi), baru jadikan untuk Wirausaha (untung alhamdulillah, gak untung ya gapapa krn sudah senang duluan).
Jangan kebalik mikir untungnya dulu.
Belum apa2 udah kecewa
salah satu episode terlucu titik kumpul
yg pernah w tonton
btw terlepas dari kontroversinya, sule salah satu pelawak dengan paket lengkap, mulai dari sketsa, nyanyi, main alat musik, akting, impersonate semua beliau bisa
true legend👍🏻👍🏻👍🏻
Pernah nulis, curhatan selama jadi petani. Paling gak begini realitasnya. Sebetulnya masih banyak petani muda yg sukses. Tapi memang jumlahnya gak banyak. Mereka2 ini perlu di-support, kalo lagi jatuh dibantu, kalo udah bagus dikuatin.
Jalan pertanian: jalan yg panjang, sunyi, dan terjal. Tapi bkn berarti gak bisa. 🌱
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?