Ia lihai pura-pura tertawa,
sepintar ia menutup luka.
Di balik kemeja yang rapi,
Ia menyimpan sepi.
Di bawah topi,
Ia menghias sunyi.
Di meja kopi, ia bercerita.
Namun di kepalanya,
ada kamar gelap yang hanya ia tahu.
Di sana ia berbicara, mati dan hidup kembali, berkali-kali.