Madrid superstar and England midfielder Jude Bellingham has opened up about the heated World Cup match between England and Argentina.
“Messi and the Argentines are rough,” Bellingham said. “They were calling me and other black players monkeys. I reported it to the referee but he did nothing about it. There were so many fouls that were not awarded. The World Cup completely favours them and it’s unfair.”
He also slammed the refereeing, pointing to a string of unpunished fouls, late challenges, and decisions that he believes tilted the game heavily in Argentina’s favour.
“It feels like the whole tournament is set up for them,” Bellingham added. “We come out here to compete fairly, but it’s not fair when the rules don’t apply the same way.”
🇻🇳Ở Việt Nam: Bạn nam này hằng tháng đều đưa mẹ đi bệnh viện chạy thận. Hôm nay, sau khi bắt taxi đưa mẹ từ viện về nhà, đến nơi bạn định trả tiền xe thì bác tài nhất quyết từ chối:
"Thôi, mẹ em đi chạy thận, anh không lấy đâu. Em để tiền mua thuốc cho mẹ."
Không chỉ vậy, bác còn dặn: "Lần sau đi thì cứ gọi anh, anh ra đón."
Một nghĩa cử nhỏ nhưng đủ khiến nhiều người thấy ấm lòng. 🥰
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
Diduga Salah Paham, Pemilik Warung Madura Ditodong Senpi Oleh Orang tidak Dikenal
Pemilik warung madura di Wanaherang, Gunungputri, Bogor ditodong senpi oleh pembeli pada Selasa (2/6/2026) dini hari
Diduga kejadian bermula saat pembeli datang menanyakan untuk isi bensin. Namun diakhir pertanyaan dari pembeli ada kata "bakar" yang memicu kemarahan dari pemilik warung.
Hingga penodongan pun terjadi, bahkan di akhir video si pembeli kembali lagi dan merusak melempari lemari pendingin yang ada di depan warung.
Tim Pemburu Begal Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap kasus kejahatan jalanan berupa pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang meresahkan masyarakat dan viral di media sosial.
Pelaku yang diduga beraksi dibeberapa Wilayah Hukum Polda Metro Jaya menggunakan senjata api, kini berhasil diamankan beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
Tim Pemburu Begal Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan terus hadir memberantas segala bentuk tindak pidana yang mengganggu keamanan dan meresahkan Masyarakat.
@DivHumas_Polri
Via: jatanraspoldametrojaya
#elshintaviral
- Rapat PM singapura + Kabinet
Ruangan secukupnya,
Meja+kursi sederhana,
bawa tumbler,
Hasilnya ? Jelas
- Rapat pejabat +62
Meja luas, lengkap dengan elektronik canggih, yg ada gunanya?
Rame, ada mic,
kue kue,
botol minum kaca,
ada yg nonton bokep,
ngerokok dan main game
Hasilnya? Jelas tidak ada
Karyawan yang gajinya UMR dipajakin sama negara.
Gaji pejabat dan anggota DPR pajaknya ditanggung oleh negara.
Keadilan sosial bagi seluruh pejabat Indonesia.
Kita bantu viralin, biar cepet ketangkep pelakunya guys...
Sebuah mobil diesel menabrak gerobak sayur di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Setelah kejadian, kendaraan tersebut langsung melarikan diri, 02/05/2026
GUys ini sakit sih......
Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi,
tanpa konferensi pers,
tanpa pernyataan apapun dari kementerian?
Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam.
Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa.
Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya.
Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa.
Ternyata ada sabotase dari dalam.
Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar.
Bocoran pertama:
kas pemerintah hanya cukup 3 minggu.
Bocoran kedua:
uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis.
Bocoran ketiga :
dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing:
Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan.
Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung.
Bukan dari oposisi.
Bukan dari pengamat.
Dari dalam Kemenkeu sendiri.
Dampaknya nyata ke pasar.
Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar.
Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu.
Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri,
ketemu investor satu per satu
menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan.
Bule-bule itu bilang clear.
Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi.
Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri.
Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan:
Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab:
Iya dan tidak. Ada sedikit.
Tapi ada yang lain-lain juga.
Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas.
Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan.
Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen.
Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan:
Pertama
40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya.
Mayoritas perusahaan China.
Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar.
Dua sudah dikejar dan berjanji membayar.
Tapi 38 yang lain masih berjalan normal.
Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah.
Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu:
Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya.
Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak.
Kedua
dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada.
Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya.
Jawaban Purbaya:
Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin.
Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin."
Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya.
Oh, tanda tangan elektronik ada loh.
Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan."
Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman."
Ketiga
sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah.
Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance.
Semua isian dari awal lagi.
Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan:
Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu.
Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot.
Tapi di dalam:
Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri.
Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak.
Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya.
Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam.
Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam.
Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini.
sungguh sakit ini negeri kita
#9 🇮🇩 Veda Ega Pratama - Honda Team Asia
Veda is arguably the most anticipated rider in recent world championship history, and with good reason. A rider I've been impressed by for a number of years already, Indonesia's future star broke out at an incredibly young age!