Tragedi KMP Putri Yasmin terbakar di Sekotong (12/8/2026, 04.15 WITA) ternyata menyimpan fakta mengerikan wak, Kebakaran diduga dipicu ABK yang nekat BAKAR KAPAL usai dimarahi Nahkoda, lalu melompat ke laut dan hilang! ๐งต๐
Jam 4 subuh, laut gelap, kapal membakar, penumpang panik bertaruh nyawa melompat ke laut. Semua ini dipicu oleh BOM WAKTU hubungan kerja yang beracun di atas kapal.
Ini bukan sekadar MUSIBAH TAK TERDUGA, wak. Ini cerminan nyata BOBROKNYA tata kelola industri maritim kita dari hulu ke hilir!
Tindakan nekat ABK membakar kapal adalah MENTAL BREAKDOWN tingkat ekstrem wak. Jeritan frustrasi akibat hirarki otoriter, beban kerja tidak manusiawi, isolasi di laut, dan minimnya perlindungan bagi kru bawah.
Tapi di sisi lain, gimana fungsi pengawasan dan sistem tanggap darurat di kapal itu sendiri?
Saat api mulai membakar, apakah SOP evakuasi berjalan? Apakah APAR, kru terlatih, dan mitigasi darurat bekerja? Atau armada kita memang rapuh dan cuma ngandelin keberuntungan aja wak?
Satu aksi nekat dari ABK yang depresi langsung melumpuhkan keselamatan ratusan nyawa penumpang. Ini membuktikan bahwa keselamatan maritim bukan cuma soal mesin, tapi juga KESEHATAN MENTAL & MANAJEMEN SDM PELAUT!
Kenapa regulator kita selalu pakai pola NUNGGU ada tragedi baru sibuk EVALUASI?
Siapa yang mau pasang badan dan tanggung jawab atas nasib penumpang & ABK yang hilang? Otoritas Pelabuhan? Pemilik Kapal? Atau Kemenhub?
Stop anggap keselamatan publik & hak pekerja laut cuma sebagai jualan kertas formalitas. Waktunya REFORMASI TOTAL sistem maritim kita wak!
Kalau anak-anak muda sudah tidak nyaman, bersiaplah, mungkin tidak hanya kursi anda dijungkir balikkan, mungkin tatanan baru hendak mereka ciptakan
(Feri Amsari)