Long text dibalas long text, hal yang hangat dibalas dengan hangat. Bukan cuma hadir saat sedang marah atau saat ingin mempertahankan sesuatu. Karena komunikasi itu bukan cuma tentang menyampaikan, tapi juga tentang mau mendengar.
Next, jangan asal mau sama seseorang. Cari yang tutur katanya baik, cara menyikapi orangnya sehat, positif, dan ceria, supaya hubungan nggak terasa berat sebelah.
Karena hubungan bukan cuma soal rasa, tapi juga soal bagaimana dua orang menghadapi sesuatu. Kalau lagi refleksi,
ikut refleksi. Kalau ada yang minta maaf, dibuka ruang maaf dan sama-sama belajar. Kalau datang dengan niat menyelesaikan, ya perlu ada kesediaan untuk menyelesaikan.
Apalagi mikir semua org punya perspektif, cerita gue bisa aja dinilai sama mereka jelek ke orgnya. Melekat selamanya. Gue sih gamau gitu. Pokonya baik buruknya yg tau gue udh heup sekiannn
kindly remainder:
hidup cuma sekali. so it's okay kalau kita pernah
salah pilih, salah tolong, salah percaya, salah langkah, its part of learning. asalkan kita mau learn and move forward, that's already brave. that's how you take responsibility for your life.
Tapi jujur, nangis karena kasian sama diri sendiri itu rasanya beda. It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation even from yourself. Yang diam-diam terus jalan meski kaki udah gemetar, yang tetap senyum biar orang lain gak khawatir, padahal di dalam udah lelah banget minta diistirahatin.