Aku mempercayai kalau pada suatu titik di usia dewasa, kita bakal paham bahwa porsi dan peran kita cuma berdoa dan berusaha, bukan menentukan apa yang paling baik untuk diri kita.
Dari semua keterlambatan yang mungkin terjadi dalam hidup ini, semoga kita tidak pernah terlambat untuk mensyukuri apa yang sudah ada selagi semuanya masih ada.
bro to bro :
stop jadi nonchalant, ayo kita bawa balik chivalry. gentle, inisiatif, kasih pujian, kasih bunga, tulis surat, kasih coklat, fine dine, protect her, dateng ke rumahnya diem-diem kasih surprise, simpen fotonya di dompet, dunia harus tau lu sayang banget sama dia, clingy and everything.
treating a girl right isn't cringe , it's called being a man.
nemu tulisan cantik di ig, kira kira kaya gini isinya :
jangan taruh semua cinta di satu orang, satu mimpi atau satu tempat aja. coba kasih sebagian ke teman yg selalu ada, ke makanan yang bikin mood bagus, ke hobi yang bikin lupa waktu, ke lagu yang lagi kamu suka, atau mungkin ke hal hal yg bikin kamu tetap jalan hari ini. dan yang paling penting sisain juga cinta untuk diri sendiri. karna hidup itu rapuh kalau bahagianya cuma bergantung ke satu hal aja. karna cinta ga diciptakan buat dikurung tapi disebarin, biar kalau satu runtuh, kamu ga ikutan hancur.
too much, benet bener too much. kaya everything happen in a week. stop pls my brain cant handle all of this???? negara, drama sosmed, penjara, koruptor, masalah diri sendiri everything???
Gess, mari persiapan di 20 ribu. Kuat2 kalian yg bisnisnya terpengaruh kurs, tahu tempe kita akan jadi makanan mewah, dan berdoa agar tetap bisa bertahan tanpa merumahkan pegawai.
Dulu, sesadis2nya Soeharto, ngga pernah blg bodo amat di depan rakyat saat mata uang kita melemah. Tapi, presiden kita saat ini agak lain. Itu yg bikin gw gemeteran.
Kalau pemimpinnya sdh bodo amat lalu rakyatnya harus kemana? Satu2nya jalan adalah lari kepada Pemilik Hidup. Mugi Gusti Allah sing ngawal. Aamiin..
cc:threadnarayahanafia