Seperti biasa, isi pidatonya adalah klaim superioritas militer atas Iran, termasuk hancurnya 9 kapal perang mereka, lalu keberhasilan AS dalam membunuh Ayatollah Ali Khamenei, gugurnya 3 prajurit Amerika Serikat dan ada risiko jumlahnya akan bertambah, AS dan Israel makin dekat, kuat, mesra, dan peringatan bahwa operasi militer akan terus dilanjutkan, terlebih karena eksistensi senjata nuklir yang Trump nilai sebagai ancaman langsung baru setiap masyarakat Amerika Serikat.
Perhatikan, Trump juga memerintahkan personel militer Iran, IRGC, bahkan polisi, untuk meletakkan senjata mereka, dengan imbalas "imunitas" (sepertinya pasca perang selesai, jika AS berhasil kontrol Iran), atau kematian akan menyambut mereka. Trump juga menyerukan warga Iran untuk memanfaatkan momen ini, untuk mengangkat senjata (tidak disebutkan secara harfiah) dan merebut, atau menggulingkan rezim yang masih berkuasa saat ini, dengan janji bahwa Amerika Serikat akan melindungi mereka.
Tiba-tiba saya teringat ke nasib banyak sekali tentara Afghanistan (ANA), bahkan prajurit Commando (pasukan khusus) mereka, yang di detik-detik sebelum Kandahar dan Kabul jatuh, malah ditinggal begitu saja oleh Amerika Serikat, membuat mereka terpaksa menyerah dan menjalani hukuman di era-pemerintahan T-Ban yang baru. Banyak juga "tokoh politik", atau sekedar masyarakat pro-AS yang ditinggal begitu saja di sana, tanpa AS bisa memenuhi janji-janji manis mereka... dan ini belum lama, masih lengket di ingatan.
Pelatih Belanda yang punya CV mentereng dan saat ini menganggur ada beberapa:
โข Erik ten Hag
โข Frank Rijkaard
โข Giovanni van Brockhorst
โข Bert van Marwijk
Tapi federasi tolol ini milihnya penjudi dengan track record yang awikwok ๐ฟ