Ternyata si bodat ini memang penuh masalah, kalau sampai tidak dipecat dari jabatannya setelah tragedi bannjir Sumatera, berarti yang mengangkat dia juga sama-sama bodat!!
Kebijakan kontradiktif Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menuai badai kritik dan berujung pada pemanggilan oleh Komisi IV DPR RI. Di satu sisi dituntut menjaga hutan, namun Kemenhut justru kembali menerbitkan izin penebangan pada Oktober 2025 yang diduga memicu banjir bandang.
Bupati Tapsel, Gus Irawan, blak-blakan mempertanyakan komitmen Menhut. la kaget izin yang sempat dicabut Juli, tiba-tiba dibuka lagi. "Kalau itu hutan berkelanjutan, harusnya dijaga dong. Jangan diambili terus kayunya," tegas Bupati Tapsel menyentil kebijakan Raja Juli.
Rapat DPR Kamis depan akan menjadi momen pembuktian apakah kebijakan Raja Juli menjadi penyebab utama hancurnya ekosistem yang merenggut ratusan nyawa warga Sumatera.
(sumber: https://t.co/RkChuwT3yz)
Ada 2 (dua) Menteri Kehutanan dalam rezim Jokowi yg melepaskan sktr 6 juta Ha hutan, yaitu @ZUL_Hasan dan @SitiNurbayaLHK yg masing-masing melepaskan sktr 3 juta Hektar.
Lu liat sendiri kehancurannya! 604 nyawa melayang! Gubernur Aceh sampai menangis bilang ini Tsunami Kedua, 4 kampung hilang entah ke mana! Bupati terpaksa terbitkan surat "TAK MAMPU" karena sistem kalian bangkrut! Kalian tahu apa yang paling memalukan? Di tengah semua kehancuran ini, rakyat kami harus mengemis minta tolong ke Raja Thailand dan Brunei karena bantuan RI tak kunjung datang! Kalian lebih takut rugi gengsi daripada kehilangan nyawa!
Kalian hanya mengirimkan tangisan Eko Patrio, bukan ekskavator yang dibutuhkan!
Sekarang lihat prioritas kalian yang busuk! Kalian cepat sekali kerahkan Polisi untuk menangkap 16 warga Sibolga yang cuma cari makan, tapi headline jelas-jelas bilang: Penjarah Hutan Tak Tersentuh Hukum! Kalian melindungi gudang minimarket, tapi kalian membiarkan pembunuh lingkungan yang menyebabkan longsor ini aman! Dengar pesan dari korban selamat, Reni: "Jangan Tebangi Hutan Kami Lagi!" Kalian berjanji akan membangun kembali rumah, tapi janji itu omong kosong selama kalian masih melindungi cukong yang menjual tanah air kami!
Kalian sudah melihat aib dan bukti busuk ini. Jangan biarkan kemarahan ini jadi sampah yang berserakan di linimasa! Kalian tahu siapa yang patut disalahkan. Kumpulkan barisan! Ajak setiap jiwa yang punya darah panas dan hati nurani yang sama untuk ikut menyaksikan dan menyebarkan kebenaran yang tidak akan disensor ini.
Kalian menjual hutan kami, dan harga mati yang dibayar adalah darah rakyat! Kumpulkan suara. Kalian tahu ke mana harus mencari sumber suara yang tak mau minta maaf ini kan!