Musim lalu begitu menyakitkan. Gagal juara dgn selisih cuma satu poin. Dihajar 0-5 di final UCL.
Musim ini juga auranya gloomy bersama pelatih baru. Tersingkir menyesakkan di UCL. Kondisi ruang ganti yg diisukan nggak terlalu harmonis. Skandal yg muncul dr luar lapangan..
Perjalanan yg sama sekali tidak sempurna. Inter tdk sempurna. Tapi musim ini, Inter layak juara.
Ini korelasi darimana? Pembodohan opini.
Silakan cek kembali jajaran staf pelatih itu dari tim mana?
Italy bapuk ya karena sistemnya bukan karena agen2 klub. Sakit hati banget sih bang sama pemain inter.
Ya intinya selama core permainan Italy isinya pemain medioker kayak Bastoni, Di Marco, Barella & Frattesi ya Azzurri gak bakal kemana-mana ye…
Suck!
ntah kenapa..
biasanya keluarga yg gini tuh:
- langgeng
- bapaknya pekerja keras
- ibunya ulet
- anak2nya pada nurut
- anaknya mudah masuk kuliah negeri
- hidupnya rata2 stabil
🙂
Airmata yang Tidak Seharusnya Jatuh
Dari Seorang Warga, Mantan Diaspora, dan Kader Muhammadiyah untuk Ira Puspadewi
Ada kalanya sebuah berita membuat kita berhenti sejenak, menarik napas dalam, lalu bertanya, "Mengapa seseorang yang begitu rapi jalan hidupnya harus menerima nasib seberat ini?"
Itulah yang saya rasakan ketika membaca kabar vonis terhadap Ira Puspadewi, seorang perempuan yang bagi saya mewakili integritas, profesionalisme, dan dedikasi, baik sebagai pemimpin BUMN maupun sebagai kader Muhammadiyah.
Saya mengenal nama Ira bukan dari kasusnya, tetapi dari rekam jejaknya. Ia bukan sekadar perempuan karier yang sukses. Ia pernah pulang dari dunia korporasi internasional, meninggalkan posisi aman dan mapan di luar negeri untuk mengabdi di tanah air. Ia memimpin Sarinah, Pos Indonesia, sampai ASDP. Dan di setiap tempat, ia membawa jejak yang sama: rapi, tertib, tanpa gaduh, dan jauh dari gaya hidup glamor pejabat.
Dan yang paling membuat saya tertegun. Ira adalah kader Muhammadiyah. Tercatat resmi sebagai Wakil Bendahara II Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah.
Seorang muslimah yang menjaga prinsip, yang sudah terbiasa bekerja dalam sunyi, memberi dalam diam.
Ketika membaca kembali kisah-kisah yang dituliskan sahabat lamanya, saya menemukan potongan-potongan kecil yang justru paling menyentuh. Ira yang naik kelas ekonomi di pesawat meski memimpin BUMN besar. Ira yang memilih menginap di hotel Amaris ketika direktur lain memilih hotel bintang lima. Ira yang malah menampung teman di rumahnya ketika sang teman sedang menghadapi masa sulit.
Kita sering bicara soal integritas, tapi Ira menunjukkannya justru di saat-saat yang tak terlihat kamera. Itu yang membuat kasus yang menimpanya terasa janggal bagi banyak orang.
Terlebih ketika Ketua Majelis Hakim sendiri menyatakan dissenting opinion. Bahwa apa yang dilakukan Ira adalah aksi korporasi yang sah, dilindungi Business Judgment Rule, dilakukan dengan itikad baik, dan melalui proses yang transparan. Bahkan uji tuntas dilakukan oleh tujuh lembaga, termasuk BPK, BPKP, Deloitte, dan PWC.
Di titik itu, saya bertanya sendiri. Kalau seorang profesional yang mengikuti prosedur, melakukan uji tuntas, tidak mengambil keuntungan pribadi, dan bekerja dengan integritas pun tetap tersandung, apa kabar yang lain?
Sebagai seorang warga negara, mantan diaspora yang dulu kembali dengan semangat ingin melihat Indonesia lebih maju, dan sebagai kader Muhammadiyah yang percaya pada nilai keadilan, kejujuran, dan kerja keras, saya merasa perlu menuliskan dukungan ini.
Bukan dukungan untuk membela membabi buta.
Bukan pula untuk mengintervensi proses hukum.
Namun sebagai pengakuan atas manusia yang saya lihat bersih jalannya, yang saya harap mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Seorang perempuan yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun manusia: teman, sahabat, dan komunitasnya.
Ira telah memberi banyak pada bangsa ini. Lebih dari sebagian besar dari kita.
Ia pulang ketika banyak memilih menetap di luar negeri.
Ia bekerja ketika banyak memilih kenyamanan.
Ia menata sistem ketika banyak memilih zona abu-abu.
Dan bagi saya, seorang yang bekerja sejujur dan sekeras itu, tidak seharusnya berdiri sendirian ketika badai datang.
Saya hanya bisa berharap, dan ikut mendoakan, agar proses berikutnya menghadirkan keadilan yang sebenar-benarnya. Agar suara jernih seperti pandangan Hakim Sunoto menjadi pijakan bagi upaya banding. Agar nama baik yang tercoreng dapat dipulihkan. Dan agar sejarah kelak mencatat bahwa Ira Puspadewi adalah contoh seorang muslimah profesional Indonesia yang tetap tegak meski diuji dengan keras.
Sebagai warga, sebagai kader, dan sebagai sesama manusia, saya ingin mengatakan. Ira tidak sendiri.
Dan kebenaran, jika memang berpihak kepadanya, semoga menemukan jalannya kembali.
(Ismail Fahmi)
Layanan Trans Semanggi Suroboyo 3L (Kenjeran - Purabaya) sebentar lagi akan diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya. Layanan ini sebelumnya dilayani menggunakan bus medium, namun dari berita terbaru akan diganti dengan minibus eks FD1 (IG koran.jawapos, 22 Oktober 2025). Selain penyusutan ini, Pemerintah Kota Surabaya juga berencana memotong relasi rute tersebut hanya sampai Gununganyar maupun menyusuri rute dari MERR ke Terminal Purabaya melalui jalur non-tol.
Penurunan kualitas layanan ini mengorbankan potensi rute 3L sebagai pembuka akses penduduk Surabaya Timur terhadap layanan transportasi publik yang memadai. Selain itu, penurunan kapasitas angkutan ini juga dibarengi dengan jumlah armada yang melayani, sehingga berpotensi menambah waktu tunggu penumpang 3L. Apabila ini terus berlanjut, maka tidak heran nantinya koridor lain yang memiliki perpotongan seperti R4 (yang memiliki kapasitas kecil juga) akan membludak karena masyarakat memiliki opsi yang lebih sedikit dari Surabaya Timur menuju Terminal Purabaya sebagai hub transportasi antarkota.
Karena itu, kami sebagai pengguna dan pemerhati layanan transportasi umum di Surabaya meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya, untuk mempertahankan kualitas layanan trunk 3L dengan tetap menggunakan bus medium dan mempertahankan rute serta frekuensi saat ini. Klik petisi di linktree kami ya atau di https://t.co/w2FvgBi94H
Suarakan, menangkan!
Layanan Trans Semanggi Suroboyo 3L (Kenjeran - Purabaya) sebentar lagi akan diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya. Layanan ini sebelumnya dilayani menggunakan bus medium, namun dari berita terbaru akan diganti dengan minibus eks FD1 (IG koran.jawapos, 22 Oktober 2025). Selain penyusutan ini, Pemerintah Kota Surabaya juga berencana memotong relasi rute tersebut hanya sampai Gununganyar maupun menyusuri rute dari MERR ke Terminal Purabaya melalui jalur non-tol.
Penurunan kualitas layanan ini mengorbankan potensi rute 3L sebagai pembuka akses penduduk Surabaya Timur terhadap layanan transportasi publik yang memadai. Selain itu, penurunan kapasitas angkutan ini juga dibarengi dengan jumlah armada yang melayani, sehingga berpotensi menambah waktu tunggu penumpang 3L. Apabila ini terus berlanjut, maka tidak heran nantinya koridor lain yang memiliki perpotongan seperti R4 (yang memiliki kapasitas kecil juga) akan membludak karena masyarakat memiliki opsi yang lebih sedikit dari Surabaya Timur menuju Terminal Purabaya sebagai hub transportasi antarkota.
Karena itu, kami sebagai pengguna dan pemerhati layanan transportasi umum di Surabaya meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya, melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya, untuk mempertahankan kualitas layanan trunk 3L dengan tetap menggunakan bus medium dan mempertahankan rute serta frekuensi saat ini. Klik petisi di linktree kami ya atau di https://t.co/w2FvgBi94H
Suarakan, menangkan!
Letda Lutfi Rela Tinggalkan Keluarga di Malam Takbir Demi Tugas Kemanusiaan ke Myanmar
Meninggalkan keluarga di Hari Raya Idulfitri demi melaksanakan tugas negara bisa disebut sebagai sikap ksatria.
Itulah yang dijalankan Letda Infanteri Lutfi Firdiansyah dari Batalyon Infanteri (Yonif) 305/Tengkorak Kostrad, yang diutus menjadi anggota Satgas Bantuan Kemanusiaan (Banusia) Luar Negeri ke Myanmar pada Senin, 31 Maret 2025.
Lutfi sebenarnya sudah berkumpul dengan keluarga di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat,untuk merayakan Lebaran. Ia memang mengambil jatah cuti gelombang pertama selama 6 hari, dari 27 Maret 2025 sampai 1 April 2025.
Saat Lutfi melepas kangen dengan istri dan dua anaknya, sembari menyiapkan hidangan Lebaran di malam takbiran pada Minggu, 30 Maret 2025, tiba-tiba telepon selulernya berdering karena ada panggilan masuk.
Ternyata, yang menghubunginya adalah komandan di satuan kerjanya. Lutfi pun pantang bilang tidak siap.
"Kebetulan kan kami itu cuti gelombang pertama, dari tanggal 27 Maret kembali tanggal 1 April. Berhubung ada perintah untuk melaksanakan tugas kemanusiaan ini, kami kembali bertugas. Perintah mendadak, jadi malam takbiran itu kami diperintahkan kembali, kemudian kami langsung kembali," kata Lutfi, ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin, 31 Maret 2025.
Lutfi pun segera bersiap untuk kembali ke satuan kerja. Kepada istrinya, Lutfi mengaku tidak masalah soal pergi mendadak bertugas.
Lutfi pun batal melewatkan momen Lebaran bersama anak dan istrinya. Anak kedua Lutfi bahkan sampai menangis saat dirinya hendak berangkat pergi.
"Kalau anak masih kecil sih soalnya, jadi belum paham. Pinginnya bapak memang mendampingi anak ketika Lebaran, namun ada perintah mendadak, ya enggak masalah," jelas Lutfi.
Lutfi pun berjanji akan melepas rindu ke keluarga usai menjalankan misi kemanusiaan di Myanmar.
"Kalau penugasan kan kita biasa, belum tahu sampai kapan, belum tahu kapan berangkat, sudah biasa. Nanti aja misalnya sudah pulang, kita ajak jalan-jalan aja anak," tutup Lutfi.
Pemerintah Indonesia mengirim bantuan logistik seberat 12 ton mulai dari tenda, makanan, dan lainnya untuk membantu penanganan dampak gempa magnitudo 7,7 yang melanda Myanmar.
Dengan tim yang terdiri dari 39 orang, bantuan kemanusiaan itu akan diberangkatkan dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh ke Naypyidaw, Myanmar pada Selasa, 1 April 2025.
#tni
#tniprima
Tidak bisa masuk raudha, dgn dalih jgn sampai mendahulukan sunnah sehingga lupa dga yg wajib . Seringkali dipakai travel umroh, padahal Jangan sampai alasan menata prioritas justru mengaburkan keutamaan. Raudhah adalah taman surga & rezeki utk memasukinya tak selalu datang 2x