⠀⠀⠀
Seychelle maju ketika itu adalah gilirannya untuk mengenakan Sorting Hat. Pikirannya sendiri sejujurnya kosong, tidak ada ekspektasi ataupun keinginan.
“Hufflepuff!”
Begitu kata tersebut menggema di telinganya, Seychelle menghela napas lega.
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
“Gosh, I have never felt so nervous before,” gumam Seychelle, saat Sorting Hat mulai bernyanyi.
Sejujurnya, dimanapun ia ditempatkan tidak akan menjadi masalah bagi sang gadis. Tapi, rasa antisipasi dan harap-harap cemas itu membuat badannya hampir menggigil.
⠀⠀⠀
@SAS_The01 Lantunan vokal terhenti, digantikan oleh seruan dari topi legendaris yang kembali mengisi seluruh ruang aula. Secara berurutan, setiap siswa dipanggil untuk mengetahui asrama mereka dengan durasi yang berbeda-beda. Beragam ekspresi pula terpancar dari wajah para murid.
⠀
Sebagian mengangguk hafal dengan lirik serta nada lantunan sang topi, sebagian lagi diam mendengarkan melodi dengan khidmat. Beberapa menit telah berlalu, membuat dara itu menggerakkan kuasa guna memberikan isyarat halus.
(@Asrama_Hogwarts)
⠀
⠀
“Selamat malam.” Suaranya terdengar dingin. “Apakah jiwa kalian telah mantap untuk menemukan asrama yang paling sejalan? Simak nyanyianku sebelum kita memulai.” Kerutan tua pada topi itu berdenyut pelan, suaranya muncul dari balik kain kusamnya.
⠀
⠀
Sang pranatacara mengambil beberapa langkah mundur, memberikan ruang bagi Topi Seleksi untuk menampilkan eksistensinya di hadapan seluruh calon murid baru. Banyak kerutan dari kainnya dan wujud yang lusuh tidak membuat artefak legendaris itu kehilangan nilainya.
⠀
⠀
“Banyak yang menjawab benar! Jawabannya adalah Mandrake Restorative Draught, ramuan penyembuh gejala Petrification. Nah! Bagi teman-teman yang jurusan Auror, mungkin nanti akan bisa meracik ramuan ini,” tuturnya.
⠀
⠀
“Saat Hermione Granger menjadi korban tatapan Basilisk yang membuat ia tidak sadar dan tubuhnya terbujur kaku, apa nama obat yang berhasil menyembuhkannya?” Ia bertanya.
(Balas cuitan ini hingga 20:00. Murid aktif/Karyawan/Newizzy dapat me-reply.)
⠀
⠀
“Hmm ... mungkin kita bisa menggunakan sedikit waktu untuk bersantai dahulu supaya nuansanya tidak terlalu tegang. Apakah setuju?” Kalimat tanya itu mengudara mengundang beragam reaksi dari audiens. “Saya akan memberikan sebuah pertanyaan sederhana. Mudah, kok.”
⠀
⠀
“Izinkan saya menyampaikan tata tertib yang berlaku di sekolah.” Lembaran perkamen berpendar tipis, berlayar di udara sebelum mendarat di atas para siswa baru. “Mohon dibaca dengan saksama dan dihayati maknanya.”
· Rules: bit ly/AH-101Rules.
⠀
⠀
“Teman-teman juga akan mendapatkan uang saku dari sekolah sebesar 500 Galleons.” Ia tersenyum hangat, mewujudkan uang tersebut sebagai hadiah selamat datang. “Bekal ini akan langsung dikirimkan ke brankas kalian masing-masing.”
⠀
⠀
“Perlu diketahui, seluruh kebutuhan pokok siswa tahun pertama ditanggung oleh sekolah. Namun, apabila terdapat ketidakhadiran tanpa keterangan yang sah, segala konsekuensi biaya akan dibebankan pada dana pribadi.” Sang dara memberikan peringatan penting.
⠀
⠀
Ia melayangkan instruksi selepas lembaran buklet diberikan. “Tolong telaah buklet yang memuat rincian asrama, jadwal kegiatan, serta informasi penting lainnya. Mohon disimpan dengan aman, ya.”
· Guideline: s .id/AH-NewizzyGuideline.
⠀
⠀
“Hogwarts ditopang oleh empat pilar asrama: Ravenclaw, Slytherin, Gryffindor, dan Hufflepuff. Masing-masing membawa karakter unik dengan harmoni warna yang mencerminkan nilai-nilai yang mereka junjung.” Pranatacara kembali melanjutkan.
⠀
@WarlockGrey ⠀
Saat ucapan berakhir, gemuruh tepuk tangan menggema memenuhi aula. Apresiasi yang hangat dari para peserta kian mengudara. “Terima kasih banyak atas pesannya yang penuh makna. Semoga nasihat tersebut dapat menjadi sumber semangat bagi kita semua.”
⠀
@SAS_The01 “Saving yourself doesn’t mean you hate the people inside. Remember that you have the right to breathe.” Ia tersenyum selagi mengembalikan acara kepada pewara (@SAS_The01). “I wish you all a wonderful transition and the very best of luck as you settle into your new Houses.”
@SAS_The01 “Kalau napasmu sudah lega, kamu punya pilihan antara kembali ke rumah yang sama atau tinggal di rumah lain sampai keluargamu sadar ada yang rusak dengan rumah itu. Apa itu egois? Tidak. Kamu tidak akan pernah bisa memperbaiki cerobongnya jika kamu sendiri mati lemas di bawahnya.”