Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Orang dengan kemampuan analisis tinggi emang biasanya lebih cepet nangkep inkonsistensi, manipulasi, alasan muter2, logika yang lemah. Makanya mereka cenderung lebih direct + gampang frustrasi sama hal yang dianggap ga masuk akal.
Tapi orang cerdas ≠ bicara tajam.
When she says with full confidence:
“Good thing I learned to use that flight simulator app!" that was my best part..
The sheer absurdity of a rookie spy trying to fly a plane using knowledge from a phone app, while casually fighting and tilting the plane to deal with a someone trapped under corpses, is comedy gold....
JANGAN SAMPE CLAUDE NGEBACA FILE .env LU
JANGAN SAMPE CLAUDE NGEBACA FILE .env LU
JANGAN SAMPE CLAUDE NGEBACA FILE .env LU
JANGAN SAMPE CLAUDE NGEBACA FILE .env LU
JANGAN SAMPE CLAUDE NGEBACA FILE .env LU
JANGAN SAMPE CLAUDE NGEBACA FILE .env LU
andy always did the impossible to save miranda priestly. she really loves this woman! thank you, andy, for saving her from shame, warning her about irv, and coming back after 20 years to fight tooth and nail for the job that is miranda’s passion.
“when you are young they assume you know nothing” and andrea defending miranda to everyone in her 20s, then in her 40s, finally ending up right by her side as god intended
Setelah 2X nonton Devil Wears Prada 2, ini pelajaran yang aku dapet soal karir di korporat:
- sejago2nya elu, kalo lingkungan lu (atasan, tim, bawahan) gak kondusif, maka lu akan stuck dan capek buat beberes.
- kalo kerja jadi karyawan, ya at the end, kita tetaplah karyawan. banyak keputusan bisnis yang di luar kontrol.
- untuk pekerjaan yang spesifik, ketika lu jadi karyawan baru, artinya ada orang lain yang keluar/dikeluarkan di posisi lu sebelumnya. Ya dasarnya saingan.
- makin ke sini, bos toxic makin ga ada tempat. Harus adapt. Lu boleh jago, tapi lu gabisa seenaknya lagi.
- industri itu berubah. Sesuatu yang dulu dinilai sangat valuable, bs dinilai replacable sekarang. Almost anything is replacable.