Landoβs PR team work over time whenever they see him out partying and paparazzi catch him with different girls. Oscarβs PR team work over time whenever he starts doom scrolling, posting tweets and accidentally liking stuff on Instagram ππ
Salah satu alasan juhoon memutuskan untuk bergabung sama tim cortis karena dia merasa tim cortis ini rasanya lebih spesial.
Bikin lagu, choreography, bahkan MV dia merasa tim ini keren banget buat dia. Back then juju pikir kalau "belajar* itu jalan yang lebih aman, tapi setelah dia berpikir lagi dan lagi dia cuman punya satu kesimpulan "Kita hanya hidup sekali, jadi lebih baik dijalani dengan seru"
And for "tau apa yang dia tuju bahkan sebelum dia jadi idol" i agree with that one, it's because dia bener-bener punya mindset yang kayaknya udah tertanam dari kecil?
π’: "If there's something i want, and i give it everything i've got, i can get to the level i'm aiming for. That's the kind of person i am."
Dia bakal berusaha semaksimal mungkin buat bisa gapai apa yang dia mau, even james sampe bilang gini
π¦ : "He knows what he wants and also low key competitive."
Temen-temennya bahkan tau jju orangnya memang competitive banget, orangnya cepat tanggap akan hal sesuatu, cepat belajar sesuatu, dan tau tujuan hidup dia itu arahnya kemana.
That's why sangat disayangkan kalau jju diperlakukan seperti orang lain, meanwhile jju selalu memberikan segala apa yang dia punya untuk bisa dapat level yang dia tuju.
Paman gue punya kontrakan. Penyewanya nggak bayar 8 bulan. Paman gue minta keluar. Penyewanya jawab: "Silakan lapor polisi." Paman gue lapor. Polisi bilang ini urusan perdata, bukan pidana. Penyewanya masih di sana sampai sekarang.
Ini bukan cerita langka. Kasus serupa baru viral di Surabaya bulan lalu. Penyewa 3 generasi. Nggak bayar. Nolak keluar. Pemilik rumah sampai minta bantuan Wakil Wali Kota buat sidak langsung ke lokasi. Dan ternyata bahkan pejabat pun nggak bisa langsung usir mereka. Harus lewat mediasi dulu. Dan pemilik akhirnya keluar duit Rp 5 juta buat "kompensasi" penyewa yang nggak bayar itu.
Kenapa ini bisa terjadi. Hukum Indonesia melindungi penyewa selama masa sewa berjalan. Tapi perlindungan ini kadang dimanfaatin oleh penyewa yang udah nggak bayar sekalipun. Karena proses hukum untuk mengusir penyewa yang nggak kooperatif itu panjang. Gugatan perdata. Sidang. Eksekusi. Bisa makan waktu 6-18 bulan. Dan selama proses itu, penyewa masih bisa di dalam. Rumah lo nggak bisa lo pakai.
Kesalahan yang hampir semua pemilik kontrakan lakuin. Perjanjian sewa yang dibuat asal-asalan atau bahkan cuma lisan. Tanpa klausul jelas soal denda keterlambatan. Tanpa klausul soal prosedur pengosongan kalau nunggak. Tanpa saksi atau notaris. Paman gue kontraknya satu lembar. Ditulis tangan. Tanpa materai. Di mata hukum, itu hampir nggak berguna kalau penyewa mau ngotot.
Isi perjanjian sewa yang seharusnya ada tapi jarang dibuat. Klausul denda keterlambatan pembayaran: berapa persen per hari atau per minggu. Klausul pengosongan otomatis: kalau nunggak lebih dari sekian bulan, perjanjian sewa dianggap batal demi hukum. Klausul kondisi serah terima: foto dokumentasi sebelum masuk dan saat keluar. Klausul pemutusan sepihak: syarat dan prosedurnya kalau salah satu pihak wanprestasi. Ini yang bikin posisi lo kuat kalau terpaksa ke jalur hukum.
Cara paling efektif kalau penyewa mulai nunggak. Jangan tunggu sampai 3-4 bulan nunggak baru bertindak. Di bulan pertama telat: kirim surat teguran tertulis bermaterai. Simpan kopiannya. Di bulan kedua: kirim somasi resmi lewat notaris atau pengacara. Somasi notaris itu efeknya beda sama teguran biasa. Banyak penyewa yang langsung kooperatif begitu terima somasi resmi karena tau lo serius.
Kalau somasi diabaikan: ini jalurnya. Gugatan pengosongan ke pengadilan negeri setempat. Ini yang panjang dan mahal. Tapi dengan perjanjian sewa yang kuat dan bukti somasi yang lengkap, prosesnya bisa lebih cepat. Alternatif yang lebih cepat: mediasi lewat kantor kelurahan atau kecamatan. Banyak kasus yang selesai di tahap ini tanpa harus sampai pengadilan, terutama kalau penyewa masih mau diajak bicara.
Satu hal yang paling jarang dilakukan tapi paling melindungi. Ambil deposit yang cukup di awal. Minimal setara 2-3 bulan sewa. Deposit itu fungsinya bukan cuma buat kerusakan fisik. Tapi buat nutup kerugian kalau penyewa tiba-tiba ngilang atau nunggak dan lo butuh waktu cari penyewa baru. Banyak pemilik kontrakan yang ambil deposit cuma 1 bulan. Itu hampir nggak ada gunanya kalau situasi serius terjadi.
Hal lain yang harus lo cek sebelum terima penyewa. Minta KTP dan kartu keluarga asli untuk difotokopi. Tanya pekerjaan dan minta bukti penghasilan atau slip gaji. Hubungi referensi kalau mereka punya riwayat sewa di tempat lain. Ini bukan lebay. Ini due diligence dasar yang bisa selamatin lo dari 8 bulan nunggak kayak yang paman gue alami.
Paman gue akhirnya gimana. Setelah 10 bulan, penyewa itu akhirnya keluar. Bukan karena takut hukum. Tapi karena paman gue setuju bayarin biaya pindahan mereka. Total kerugian paman gue: 10 bulan sewa yang nggak dibayar, plus biaya pindahan, plus biaya renovasi karena kondisi rumah ditinggal dalam keadaan rusak. Jumlahnya gue nggak berani nulis. Paman gue sendiri yang nggak mau inget angkanya.
Yang paling nyesek dari cerita ini. Bukan kerugian finansialnya. Tapi fakta bahwa semua ini bisa dicegah dengan perjanjian sewa yang dibuat dengan benar dari awal. Satu dokumen yang isinya 2-3 halaman. Minta bantuan notaris biayanya nggak sampai Rp 500 ribu. Vs kerugian 10 bulan sewa plus semua biaya di belakangnya.
cc material_daily
-star siapapun yang ngajakin kai buat jadi host di jeongwaja aku makasih banget sampe nonton yg changsub juga. jadi tau jurusan kuliah itu SEBANYAK SEBERAGAM itu, tau ilmu baru, tau jurusan lain ngapain aja πβ
Geng, ini data yang beneran mengkhawatirkan buat kelas menengah kita π
Survei Perbanas nunjukkin rata-rata saldo tabungan masyarakat sekarang jadi yang terendah dalam 7 tahun terakhir.
Yang bikin miris, penurunan paling parah justru di kelompok kecil (rekening di bawah Rp100 juta),sementara simpanan orang kaya (di atas Rp1 miliar) malah makin gede.
Fenomena ini disebut "makan tabungan": pendapatan naik dikit, tapi kebutuhan hidup naik lebih cepat.
Menkeu bilang ekonomi baik-baik saja, tapi data lapangan nunjukkin realita yang beda. Ini bukan soal siapa benar, tapi soal gimana kebijakan bisa lebih nyampe ke kelas menengah-bawah yang jadi motor konsumsi negara.
Saran konkretnya: subsidi yang tepat sasaran & berkelanjutan, bukan cuma pas musim politik doang, plus insentif biar UMKM & lapangan kerja baru bisa nambah pendapatan riil masyarakat.
Ekonomi kuat itu kalau daya beli rakyatnya kuat juga π
temen2 di teknik ugm dulu macem2 "bentuknya" pas kuliah,
ada yg makan sehari sekali, ada yg kost 100 ribuan sebulan tapi atapnya rendah jadi masuk kamar harus bungkuk, ada yg kemana2 naik sepeda even jauh bgt acara kampus pun sepedaan karna enggak ada motor, ada yg blm pernah makan di resto, pokonya sangatt sederhana.
sekarang... Masya Allah temen2 mantab.
ada yg kerja di oil gas, bumn, di luar negeri, dll bangga asli liatnya.
the real masuk teknik menaikan derajat keluarga dari segi ekonomi gaesss
jgn ikut campur ranahnya Allah guys, nanti pusing. ikhtiar semaksimal mungkin, hasilnya tawakkal ke Allah. rezeki Allah yg aturππΌ
(aku kepada diriku)
#intinyadeh ada pasien BPJS ngeluh di Threads udh 8 jam nunggu blm dpt ruangan.
Dihujat, dikatain miskin, disuruh serangan jantung, iris nadi aja biar cepet, ke kamar jenazah aja, dll. Termasuk oleh dokter2.
Trus keluarganya ngabarin klo ybs meninggal, diduga telat ditangani.
as a mahasiswa JUJURRRR gwah gabisa relate sama mahasiswa lain yg tiap hari nugas di cafe πβπ» anggap lah minuman termurah 20k, sama makanannya 20k. dem 10x nongki aja udah habis 400k
gwah akan memilih membeli geprek free esteh lalu mengerjakan tugas tersebut di kost kost an 3x4M itu ππ
TERNYATA INI ALASAN BELIAU BIKIN KREASI MAKANAN DAN BUKAN CUMA BUAT KONTEN... π₯Ή
tadi bu kimpul/bu black sheep sempat live bentar sebelum dibatasin tiktok, dan beliau cerita kenapa sering bikin makanan yang dianggap "aneh"
beliau cerita kalau punya tanah peninggalan ayahnya yang dulu banyak ditanami kimpul, mbote, kentang klesi, jagung, dll. sekarang tanaman-tanaman itu udah mulai jarang ditemui. petani mudanya juga makin sedikit
pas ke pasar pun beliau lihat yang jual tempe benguk, ongol-ongol, dan makanan tradisional lainnya kebanyakan udah orang tua. terus beliau kepikiran, "kalau bukan anak muda yang nerusin, nanti penjual dan makanannya siapa yang melanjutkan?" ππ
makanya beliau sengaja bikin makanan tradisional dikemas jadi makanan yang lebih familiar buat anak muda. harapannya bukan cuma viral, tapi bikin orang penasaran dan akhirnya mau nyobain bahan pangan lokal Indonesia
beliau juga bilang, bukan berarti makanan modern itu jelek. cuma menurut beliau, banyak pangan lokal kita yang gizinya juga bagus, bahkan ada yang bisa lebih baik, tapi mulai terlupakan....
Sekarang mau keluar juga susah kak. Aku dua kali dihubungi HR Malay, 1 Philippines, 1 Bulgaria.
Intinya mereka bilang gini : " karena iklim ekonomi dan politic Indonesia yang lagi gak bagus, kita agak kesusahan urusin visa kamu. Sorry banget gak bisa lanjut"
Mereka yg butuh orang kita aja kesusahan buat mindahin kita ke negara mereka sekarang.
Kecuali emang udah di level specialist yang gak bisa dicari lagi baru bisa.