Aku tak setuju cara laki tu, tapi aku nak komen satu benda,
Kenapa bila struggle dengan dosa perempuan suka publishkan online? Kalau nak berubah tak payah masuk tiktok mintak perhatian.
I believe this is a narcissistic behaviour. Kena tunggu perhatian manusia baru berubah.
Sebab tu Rasulullah ﷺ pesan. Jangan mudahkan kerja syaitan. Jangan tutup ruang orang nak kembali ke agama. Ini dari kisah sahabat Nabi ﷺ yang susah nak berhenti minum arak, An-Nu'aiman bin Amr al-Ansari. Pisahkan manusia itu dari dosa dia.
Kenapa perempuan kalau buat dosa, dia salahkan orang lain? Kenapa tak take accountable for it?
Kalau Allah tanya “kenapa buka tudung kau?” Berani ke nak jawab depan Allah kata “sebab ada comment jangan sampai neraka jilat kau.”
Before buat apa-apa boleh tak fikir 2-3 saat? Ke akal dengan otak dah hilang tiba2 tak boleh fikir?
Jadi muslim kat Malaysia lah aku rasa paling tak "struggle". Kenapa?
Nak solat senang. Pergi mall, stesen minyak, highway semua ada surau.
Majoritinya muslim. Jd tak ada sapa yg boleh tindas kau utk melaksanakan syariat agama ni, dan makanan dan supplier halal sgt byk.
Politik negara kita dikira stabil, dan tak ada rusuhan sampai rakyat kena genocide.
Nikmat apa lagi nak dustakan? Masih struggle nak melaksanakan syariat agama?
dating to marry doesnt mean I'm dating you to marry YOU.. It means, Im dating you to see if i WANT to marry you.... thats a conversation nobody is ready for.
Imagine spending hours remembering Allah, and then saying a simple Dhikr that’s light on the tongue, but in Allah’s scale, it’s heavier than all those hours of Dhikr!
The Prophet ﷺ once left his wife Juwayriya رضي الله عنها after Fajr, and she was sitting remembering Allah.
When he returned around mid-morning, he found her still in the same state. He ﷺ said to her: “Have you remained in the same state as I left you?”
She replied: “Yes.” He ﷺ said: “I said four words, three times after I left you, if they were weighed against all that you’ve said since this morning, they would outweigh them.”
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِه
SubhanAllahi wa bihamdih, ‘adada khalqih, wa ridha nafsih, wa zinata ‘arshih, wa midada kalimati
Just four phrases, but in Allah’s scale, heavier than hours of Dhikr. Make them your daily practice.
Red flags in your own home:
🚩fajr is missed but alarms are set for work
🚩Quran is untouched, phones are nonstop
🚩anger is louder than dhikr
🚩backbiting flows easily but dua is rare
🚩salah is rushed or skipped
🚩food is plenty but no one says Bismillah
🚩argument is common but saying Salam isn’t
🚩constant stress and no tawakkul
A home loses barakah not from poverty but when Allah is forgotten inside it.
Normalize giving sadaqah when you're broken, Normalize making dua when nothing changes, Normalize reading Quran when you don't feel it, because the seeds planted in drought season grow the tallest trees.
Imam Shafi'i stated:
"I have heard that Duās are accepted by Allah ﷻ on 5 nights:
1 - The night of Jumu'ah
2 - The night of Eid ul Fitr
3 - The night of Eid ul Adha
4 - The first night of Rajab
5 - The middle (15th) night of Sha'ban
[Kitab al Umm 2/485
& Lataiful Ma'arif 196]
5 tanda korang dah makin matang dalam life:
1. Tak kisah kena tinggal.
2. Malas nak argue benda remeh.
3. Lagi suka duduk rumah dari keluar tak tentu hala.
4. Tak heret masalah semalam ke hari ni.
5. Dah faham yang "people come and go".
Korang dah sampai level mana?
Mungkin pernah, kita rasa tidak tahu nak doa apa.
Bukan kerana sombong, tetapi kerana terlalu banyak.
Dosa kita banyak, hajat kita banyak.
Tetapi, 10 malam akhir Ramadan ini, janganlah tinggal doa ini.
Doa yang Nabi ﷺ ajar kepada Sy Aisyah RA untuk malam al-Qadr:
HATI-HATI SAMA ORANG DENGAN SIFAT INI
1. Pendiam
2. Tatapannya tajam
3. Suka mengalah
4. Nggak suka keramaian
5. Suka menolong
6. Peduli sama orang
Orang dengan sifat seperti ini pikirannya
dalam dan penuh perhitungan.
Mereka selalu berpikir panjang sebelum
mengambil keputusan, bahkan masih
memikirkan keselamatan "musuhnya'
sekalipun.
Namun ada sisi misterius yang jarang terlihat.
Kadang bisa bikin merinding, tapi sering
mereka sembunyikan dengan
senyum dan tawa.
Digalakkan kita membaca doa. Imam Ibn Rajab dalam Lata’if al-Ma’arif menukilkan doa dari Yahya bin Abi Kathir:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي وَتَسَلَّمْهُ مِنٍّي مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah, sampaikan aku kepada Ramadhan, dan serahkanlah Ramadhan kepadaku, dan
When I first got married, I called my mom to complain about some argument my husband and I were having. My mom stopped me right there and said, "unless you are in danger, dont ever let anyone into your marriage, not even me". Its was the best advice I could've ever received as a young wife. It allowed me to take my concerns directly to my husband, think thru how I really feel without someone projecting themselves on me. Gatekeep the marriage.