itu yg membuat gw skrg agak miris kalau melihat orang akad nikah asal2an. termasuk cara berpakaiannya hehe. soalnya itu aja uda menggambarkan dia gak paham essensi dari akad nikah ....
setelah beberapa tahun ngerantau di negara orang jadi sadar kenapa hijrah itu perlu. ini bukan hijrah yang kita tiba2 jadi agamais gitu ya. tapi hijrah as in emigrate to a new place. setelah disini lebih ngerasa pandangan gw terhadap sesuatu tuh berbeda aja
@mssihite aku kmrn beli part of your world. gak seseru just for the summer (menurutku) jd blm habis. tp ya teh, novel2 abby jiminez ini mengingatkan ku sama sita karina jaman dulu sbnrnya hahaha
Video ini memberikan banyak pelajaran yang bisa kita pilih dan ambil. Dari perspektif ekonomi, kita bisa mempertanyakan apakah pilihan yang ditawarkan benar-benar setara dan masuk akal untuk seseorang dalam situasi seperti itu. Dari sisi psikologi dan sosiologi, kita bisa belajar bagaimana ketimpangan memengaruhi cara seseorang berpikir dan membuat keputusan. Ini dibahas secara mendalam dalam buku The Broken Ladder karya Keith Payne, yang pernah saya ulas sebelumnya.
Di buku itu Payne menjelaskan teori sensitivitas risiko: orang yang hidup dalam ketimpangan cenderung mengambil lebih banyak risiko. Ketidakpastian dan keterbatasan membuat mereka berharap untuk “melompat” beberapa anak tangga sekaligus karena mendaki satu per satu tampak hampir mustahil. Dalam situasi ketimpangan, bias tersebut sangat sulit dihindari, termasuk oleh kita sendiri bila ditempatkan pada situasi yang sama.
Namun, yang paling penting, video ini membuat kita belajar untuk memiliki empati dan mau melihat persoalan secara lebih mendalam. Kemiskinan sering kali merupakan hasil dari masalah struktural yang kompleks. Menganggap kemiskinan hanya disebabkan oleh kesalahan atau kebodohan kaum miskin adalah pandangan yang dangkal dan tidak berdasar. Jangan sampai kita terjebak kekeliruan berpikir seperti itu, karena hanya akan membuat kita ikut memperburuk keadaan alih-alih membantu menyelesaikan masalah.
Kalian pasti kaget kalo tau Rasulullah bahkan bukan konservatif.
Kalau istilah sekarang, di masanya kala itu Rasulullah itu udah progresif banget. But was Rasulullah a feminist? Sekarang aku tanya. Kalian lupa kalau Allah dan Rasul-Nya menunjuk suami sebagai kepala keluarga? Dan garis nasab dari laki-laki? Ain't that patriarchy? .___.