@liputan6dotcom dana yg dikeluar oleh negara melalui kemenag untuk pesantren sdh biasa kenpa diributkan, pesantren bagian dr sistem pendidikan nasional
@msaid_didu Sebuah pertaruhan politik yang sangat sulit, semoga presiden @prabowo tidak salah langkah serta diberikan keteguhan hati untuk melihat mana yang hak dan mana yang batil
𝗞𝗢𝗥𝗘𝗞𝗦𝗜 𝗧𝗢𝗧𝗔𝗟 𝗠𝗔𝗞𝗡𝗔 𝗞𝗘𝗞𝗨𝗔𝗦𝗔𝗔𝗡…
Korban telah jatuh (lagi).
Pengemudi ojol, pembayar pajak, tewas dilindas oleh kendaraan rantis satuan Brimob Polri. Di batin rakyat masih tersimpan Tragedi Kanjuruhan yang memilukan.
Kendaraannya, gaji personilnya, tanda pangkatnya, kantornya, senjatanya dan pelurunya, gas air mata; seluruhnya dibeli dengan uang pajak.
Polisi, sebagaimana politisi, bukankah seharusnya menjadi pelayan (dan pelindung) rakyat yang membiayai mereka?
Statement petinggi polisi dan petinggi negara, sejauh ini masih seputar penanganan perkara sebagai pelanggaran protap.
BUKAN!! Ini bukan semata pelanggaran protap. Ini adalah buah dari cara pandang kekuasaan yang telah jauh menyimpang. Tak hanya di kepolisian, tetapi di banyak lini bernegara.
Yang diperlukan adalah koreksi total, untuk meluruskan makna kekuasaan.
Kekuasaan itu titipan rakyat untuk melayani dan melindungi pemiliknya. Bukan kesempatan untuk bagi-bagi, melayani diri sendiri, apalagi mencuri!!
Kekuasaan bukan untuk diagungkan, dibanggakan, dipegang kuat-kuat, seraya berjoged-joged mengabaikan suasana batin rakyat.
Bukan pula untuk dijaga sampai harus menindas dan membunuh rakyat, pembayar semua ongkos bernegara.
Saatnya KOREKSI TOTAL atas cara pandang dan cara mengurus kekuasaan. Sekarang!!!
@ItsMe_RBH Bung...bung hrus respect ungkpan bubarin DPR bagian dr kritik, bung hrus bijak dan tahu sumbernya knp sebagian rakyat melontarkan bubarin DPR, kyak DPR ini punya nenek moyangnya aja..