tragedi keluarga 4 orang tewas di tenda glamping posong bukan sekadar “kecelakaan”.
ini akibat klasik karbon monoksida: ruang tertutup + kompor gas tanpa ventilasi yang memadai.
polisi baru sadar setelah sempat salah sangka keracunan makanan. ini bukti nyata minimnya standar keselamatan di wisata glamping murah-meriah.
tidak ada pengawasan, tidak ada SOP ventilasi, tidak ada edukasi dasar bagi pengunjung. pariwisata dikembangkan tanpa prioritas keselamatan hidup manusia.
kematian ini sepenuhnya bisa dicegah. pemerintah dan pengelola wisata harus bertanggung jawab
Guys, Kristen atau bukan, silakan yang dapat membantu:
Intinya:
1. Masuk sekolah teologi diwajibkan punya sponsor
2. Ternyata ga ada hitam di atas putih, berupa skema subsidi dari sponsor
3. Tiba-tiba muncul tagihan berjuta-juta pada beberapa mahasiswa sebagai utang yang tertabung, mencakup juga biaya yang tidak tercover sponsor sejak awal masuk
4. Banyak mahasiswa kena “utang” jutaan Rupiah secara mendadak dan sekarang bingung harus gimana
5. Langkah paling cepat adalah pelunasan utang-ulang tsb agar bisa ujian
Kalau ada yang mau bantu, bisa reach out ke yang bersangkutan, ya! Tuhan memberkati 😇
Ya gimana ya.... Banyak orang yg dari kecil mindsetnya udah dibiasain terus²an dalam Survival Mode 🥹
Tiap mau explore:
"Dek, jangan nakal..."
"Jangan nangis.."
"Jangan suka coret-coret!"
"Jangan dimainin!"
Tiap mau eksplorasi, dilarang.
Mau ekspresi, disuruh diam.
Sambil diberi ketakutan/ancaman yg intens... dipelototin, diteriakin, atau bahkan disentil, dicubit, yg bikin kita dulu kehilangan rasa aman tiap mau eksplorasi...
Akhirnya ya.. pas gede, energi kita habis cuma buat "menjaga diri" supaya nggak salah langkah, supaya Papa - Mama ngga marah, supaya perasaan orang lain terjaga,
energinya habis untuk memastikan kita tidak melakukan kesalahan atau tidak mengecewakan orang lain
sampai dewasa masih kebawa: lupa gimana caranya lari ngejar mimpi, demi menjaga agar diri kecil kita ini tetap merasa aman 🥹🥹🥹
Klo yg datang nawarin adalah penipu ngaku kepala cabang BNI, mungkin yg ceroboh adalah korban.
Klo yg datang adalah BENERAN kepala cabang BNI dan dia NIPU, berarti Bank BNI yg bangsat !!
Sebenarnya cukup mudah untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat:
‼️ Pastor paroki
‼️ Sekretariat Gereja
‼️ Tim Pastoral Keluarga / Kursus Persiapan Perkawinan (KPP)
‼️ Saksi Gereja
‼️ Pastor delegatus (jika yang memberkati bukan pastor setempat)
Tahapan yang tidak sederhana diakali sebegitunya sehingga semuanya bisa “terjadi”.