@bhineka17845 garis waktu dan konteks peristiwanya diotak-atik sendiri biar cocok sama narasi kebencian. peristiwa Bani Quraizah adalah vonis militer atas pelanggaran Piagam Madinah di masa genting
mencampuradukkan dinamika sosial masyarakat dengan sentimen rasial anti-Arab ga bikin analisis budayamu jadi cerdas. masalah degradasi moral itu urusan perilaku individu, bkn hasil invasi budaya
bukan berarti usang, justru di sinilah letak dinamisnya hukum Islam yg bedain mana prinsip absolut dan mana ranah ijtihad yg bisa menyesuaikan zaman. kalo semua hal dibaca kaku tanpa konteks, malah hukum positif modern pun bakal kolaps
dan perlawanan langsung terhadap oligarki penguasa mutlak membutuhkan figur dgn legitimasi sosial kultural yg diakui penuh oleh sistem masyarakat saat itu.
derajat kemuliaan manusia di dalam Islam sama sekali tdk ditentukan oleh jenis kelamin kenabiannya. pemilihan nabi laki-laki adalah ketetapan yg menyesuaikan dengan realitas sosio-historis masyarakat kuno, di mana kepemimpinan publik, perlindungan fisik umat dari penindasan—
@beeyince@Heavenlypuff@yanfeissme bukan cherry-picking, tapi itu metodologi ushul fiqh yg jelas bedain prinsip dasar yg absolut (thawabit) dengan ranah ijtihad yg dinamis (mutaghayyirat). klo belum paham metodologi hukum Islam, jangan asal cap org cherry-picking ya..
@Toamaasjid sejak kapan sejarah peradaban sains divalidasi lewat video YouTube doang? ribuan artefak manuskrip kedokteran Ibnu Sina, matematika Al-Khawarizmi, sampai optik Ibnu Al-Haitham itu nyata fisiknya
@Toamaasjid kalo garis keturunan dijadikan alasan buat tuduh orang pasti bias, berarti ga ada satu pun sejarawan di dunia ini yang sah di mata kamu. profesor sekelas Columbia University dinilai dari metodologi ilmiahnya, bukan dicap bias cuma krn latar belakang namanya
@Toamaasjid objektifitas ilmu sejarah diukur dari metodologi peer-review dan arsip naskah kuno, bukan dari siapa yang nulis. kalo sejarawan sains barat dan universitas global saja mengakui kontribusinya, terus kamu mau sebut semuanya bias cuma karena ga sesuai narasi pribadimu?
@ugleeconnor@euvxhilia kalau Islam dibilang memaksa masuk agama, kenyataannya komunitas non-Muslim di wilayah kekuasaan Islam tetap eksis turun-temurun karena dilindungi status dhimmi-nya. jangan pukul rata
@Toamaasjid ya pantesan dari tadi rujukannya cuma berputar di blog opini pribadi tanpa peer-review. udah ya, case closed karena landasan berpikirmu makin kelihatan dangkal dan ga berbasis data.
@Toamaasjid Jim Al-Khalili (The House of Wisdom: How Arabic Science Saved Ancient Knowledge and Gave Us the Renaissance). kalau wawasan sejarah global dan literatur akademismu seluas daun kelor sampai bilang risetnya ga ada —
@Toamaasjid bukannya takut, tapi dalam literasi ada yang namanya information filtering. kalo referensinya dari awal dari sumber anonim yang validitasnya diakui sendiri bukan rujukan ilmiah, ya buang-buang waktu buat dibaca.