Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Setelah sekian lama tidak menulis, saya sempatkan di momen spesial ini untuk melakukan kilas balik, untuk menulis artikel ini. Satu hari sebelum final paling penting dalam sejarah Arsenal.
The Journey to Become Premier League Champions.
https://t.co/JYILkyB6Bw
Arsenal akhirnya juara lagi setelah 22 tahun.
Tapi ini bukan cuma cerita Arteta, Saka, Odegaard, Rice, atau Emirates yang meledak.
Ini juga studi kasus ownership: gimana keluarga Kroenke, yang dulu dibenci fans, akhirnya menang lewat patience, governance, dan capital allocation.
Thread. 🧵
At the dawn of the 20th century, physicists believed they were close to explaining everything. Then came a problem that broke the rules.
It started with the Rayleigh–Jeans Law, an attempt to use classical physics to predict how objects emit heat and light, what we call Blackbody radiation.
The idea seemed simple: if you heat an object, how much energy does it radiate at different wavelengths?
But the math led to a disaster.
According to classical physics, as wavelengths get shorter, the energy emitted should increase without limit. In other words, a hot object should release infinite energy at high frequencies.
This contradiction became known as the Ultraviolet catastrophe because it completely failed to match reality. Real objects don’t glow with infinite energy. Nature clearly disagreed.
Something fundamental was wrong.
That’s when Max Planck made a radical move. Instead of assuming energy flows continuously, he proposed that energy is released in tiny, discrete packets- later called Quantum.
At first, it was just a mathematical trick to fix the problem.
But it worked.
And more importantly, it changed everything.
This “failure” of classical physics didn’t just solve a paradox, it opened the door to an entirely new way of understanding reality, today we know it as Quantum Mechanics.
In a sense, the ultraviolet catastrophe wasn’t a mistake.
It was the crack through which modern physics was born.
Arsenal buktikan skuadnya sudah jauh lebih matang secara strategi dan mental. Jarak antar pemainnya yang rapat membuat Leverkusen kesulitan mengembangkan permainan. Bagaimana jalannya laga?
Big thanks buat yg sudah retweet
Dark Side Of Issac Newton.
Hidup Sir Isaac Newton adalah hidup yang “kering kerontang”. Dia tak punya hobi, tak pernah menikah, dan nyaris tak punya kisah asmara dengan seorang perempuan.
• a thread💭
Selamat jalan Bang Faisal
Faisal Basri seperti sebuah lentera bagi perubahan. Di tangannya, keberpihakan pada demokrasi menemukan suaranya, dan ketidakadilan menemukan musuhnya. Saya ingat sosok ini: kemeja biru muda, celana warna khaki, sepatu sandal, ransel di Pundak, dengan rambut, yang sedari muda, tak lagi penuh.
Akhir 1980-awal 1990 an tak banyak ekonom di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, yang membahas ekonomi politik. Mungkin hanya Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Sjahrir dan seorang ekonom muda: Faisal Basri. Saya belum lagi genap menyelesaikan skripsi saya saat itu. Dan saya punya minat besar pada ekonomi politik. Mungkin karena banyak terpengaruh Alm. Dr Sjahrir. Saat itu saya menjadi asisten Sjahrir untuk mata kuliah Perekonomian Indonesia. Sjahrir adalah ekonom, tokoh mahasiswa yang pernah ditahan dalam kasus Malari 1974. Keterlibatan saya pada gerakan mahasiswa --yang dilakukan dengan rasa takut-- membuat saya banyak berinteraksi dengan Faisal Basri. Saya ingat, bersama teman-teman di FEUI kami menyelenggarakan Seminar Nasional untuk mahasiswa. Sengaja kami mengundang ekonom seperti Sjahrir, Rizal Ramli dan Faisal Basri dsb. Saat Faisal berbicara didepan mahasiswa, hati kami --setidaknya saya-- menjadi kecut. Dengan lugas ia berbicara tentang bobroknya pemerintahan Soeharto akibat tumbuh suburnya korupsi, kroniisme dan ekonomi rente. Di masa itu, tak banyak orang berani menunding Soeharto secara langsung dalam diskusi terbuka. Faisal adalah kekecualian. Sejak itu saya menjadi akrab dengan Bang Faisal, begitu saya memanggilnya. Saya berutang intelektual padanya. Bagi saya Bang Faisal tak hanya seorang kawan, senior dan guru dalam ilmu ekonomi, tapi ia adalah teladan tentang integritas, keteguhan sikap dan keberanian. Ia tak hanya marah dan berani, tetapi Faisal adalah ekonom yang membaca data dengan baik. Pemikirannya cemerlang. Ia memahami konsep ekonomi dengan sangat baik. Pandanganya segar.
Kami cukup dekat sebagai kawan. Bulan Februari lalu, atas permintaan isterinya, Mbak Titik, saya mengirim voice note, mengingatkan Bang Faisal untuk pergi memeriksakan diri ke dokter, karena ada problem dengan matanya. Saya katakan, jika jatuh sakit, kita jadi kehilangan kesempatan untuk makan Padang. Mungkin, karena Faisal seorang ekonom, ia paham arti opportunity cost. Soal kesempatan apa yang akan hilang --bila tak sehat. Ia menjawab melalui whatsapp bahwa ia sudah periksa darah dan insha Allah akan segera check up secara menyeluruh. Di ujung pesannya ia menulis: Pingin segera menyantap nasi kapau. Tanggal 16 Agustus lalu kami bersama sama berbicara untuk menyambut 900 mahasiswa baru FEB UI. Kami berbicara mengenai issue kelas menengah. Faisal, seperti biasa, begitu lugas, begitu berapi-api dan begitu berani.
Kami memang cukup dekat sebagai kawan. Saya menghormatinya sebagai senior dan guru. Walau cukup dekat, bukan berarti mengurangi sikap kritisnya pada saya. Saat saya menjadi Menteri Keuangan atau Kepala BKPM, dengan lantang ia menyampaikan kritiknya yang pedas pada saya. Kami kadang berbeda pandangan, namun saya tahu, sikap kritisnya dibutuhkan: untuk perbaikan negeri ini. Seperti Reinold Niebhur pernah menulis: “Kapasitas manusia untuk berbuat adil, membuat demokrasi menjadi mungkin. Dan kecenderungan manusia untuk berbuat sewenang-wenang membuat demokrasi menjadi perlu” Demokrasi memang gaduh, mungkin menyebalkan. Tapi ia bisa menahan kecenderungan manusia untuk berbuat sewenang-wenang. Faisal menyuarakan pesan tua itu. Ia mengingatkan kekuasaan untuk tak sewenang-wenang. Ia seperti sebuah lentera bagi perubahan. Di tangannya, keberpihakan pada demokrasi menemukan suaranya, dan ketidakadilan menemukan musuhnya
Kematian memang mengakhiri kehidupan seorang manusia, tapi tidak ide dan pemikirannya. Selamat jalan Bang Faisal….
Beberapa foto bersama Faisal. Dari saat diskusi di majalah Tempo, saat kami masih muda, sampai pertemuan kami terakhir 16 Agustus 2024
Dari Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, seorang bapak dan bocah kecilnya memutuskan bahwa bulu tangkis adalah jalan yang harus dilalui.
Bersama2, mereka mencari pelatih2 terbaik, klub2 terbaik. Dengan tabah mereka menelan kesulitan, pahitnya kegagalan, beratnya pengorbanan.
Hingga suatu hari, bertahun2 kemudian, sang bocah menjadi satu nama paling ikonik dalam sejarah bulu tangkis dunia.
Terima kasih Pak Sugiarto. Terima kasih Kevin. Terima kasih atas sumbangan pentingnya bagi Indonesia..🙏
📸: PB Djarum
FAKTA TENTANG ROHINGYA HARUS DISEBARKAN!
Informasi hoaks dan fitnah yang beredar di berbagai media harus ditandingi dengan fakta-fakta yang sebenarnya. Tolong bantu dong sebarluaskan, kalau perlu repost ulang juga ke TikTok dan Instagram. Cek tweet terkait di bawah ini:
🧵
Kedatangan David Raya di Arsenal menciptakan polemik tak berkesudahan. Perdebatannya dengan Aaron Ramsdale seringkali menjadi sorotan media. Dengan begitu, bagaimana perbandingan keduanya selama berseragam merah-putih Arsenal dari segi statistik? Let’s go, mari kita bahas!
Arsenal berhasil raih kemenangan atas Brighton. Kedua tim sempat kesulitan untuk dapat mencetak gol, khususnya di babak 1. Namun Jesus dan Havertz mampu jadi pemecah kebuntuan Arsenal dibabak ke 2. Bagaimana jalannya laga?
Big thanks buat yg sudah retweet
Arsenal mampu buat City terintimidasi sejak awal laga. Tanpa Rodri, City kesulitan keluar dari tekanan Arsenal. Bagaimana jalannya laga ini?
Big thanks buat yg sudah retweet!
[VIDEO TERBARU]
Arteta kembali ke pakem 'lama' memasang Ben White di RB & memainkan Gabriel. Zinchenko juga sudah kembali shg manajer asal Spanyol tsb bermain dgn pakem musim lalu. Ten Hag pun sama, menggunakan double pivot di formasi 4-2-3-1. Lalu apa kekurangannya?
Let's go kita bahas...
Arsenal kembali raih kemenangan, kali ini dari rival sekota yaitu Chelsea. Dgn hasil ini, Arsenal terus menjaga asa perebutan juara EPL. Bagaimana jalannya laga?
Big thanks buat yg sudah retweet
Arsenal harus puas berbagi 1 angka di Anfield. Meski sempat unggul, hingga akhirnya Firmino mampu samakan kedudukan. Bagaimana jalannya laga?
Big thanks buat yg sudah retweet