Dirgahayu Indonesia 🇮🇩
Semoga suatu hari nanti, cari kerja ga sesusah hari ini, harga kebutuhan ga melambung tinggi lagi, dan gaji ga sekecil saldo rekening kami.
Nonton podcast Shireen Sungkar sm Dewi Sandra, seketika ambyar waktu Dewi Sandra bilang:
"Everytime kita bisa sholat on time aja, itu Allah yg mengizinkan hidayah pada kita untuk ambil wudhu lalu sholat. Kita pake hijab bukan karna diri kita keren, tapi atas kebaikan Allah yg mengizinkan kita untuk pake". Jadi ketaatan yg kita lakukan itu bukan karna diri kita sendiri, tapi Allah yg baik kasi kita hidayah untuk melakukan itu. Dan hidayah itu mahal, tidak Allah beri untuk semua orang 😭😭😭
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
jangan baper kalo misalkan temen2 kalian udah jarang yg ngucapin "happy birthday" pas kalian ultah. ga ngucapin "congrats" pas kalian dilamar, nikah, atau punya achievement baru. ga ngucapin "turut berduka cita" ketika ada kerabat kalian yg berpulang. ga ngucapin "GWS" pas kalian lagi sakit, dan lain lain. it's okay loh.. karena kita semua lagi ada di fase hidup yg berbeda. dan ga semua orang punya tenaga untuk ngirim pesan ke kita🙏
dari semua temen yg udh mapan dan stabil (dan pernah struggle), semuanya ngasih pesan yg sama;
1. selalu prasangka baik sama Allah
2. jgn nahan² pengeluaran untuk kebutuhan
3. nyenengin keluarga
4. berusaha untuk merasa cukup