Satu-nya Allah, benar-benar satu. Bukan satu sebagai awal bilangan, awal hitungan, dan hasil hitungan. Bukan pula satu yang masih bisa dibagi menjadi setengah, sepertiga, dst. Satu yang utuh dan sejati.
Ini jalan raya Ciaro. Dekat ke Al Mahdiyin. Lagi macet-macetnya, Sabtu 18/10/25 menjelang magrib, salah satu gang yang dinamai: gg. Sabar, membuat kami tak berani nggrutu.
Jika tuan nyonya ke pasar Pagerageung Tasikmalaya, coba beli tahu-nya. Lalu bikin sambel khas tahu gejrot. Siramkan seseuai selera. Seger ... dan menyala ...
Nabi Adam berkurban, untuk mendapat kepastian
Nabi Idris berkurban, untuk merayakan hari raya
Nabi Nuh berkurban, untuk mengungkap syukur karena selamat dari azab besar
Nabi Ibrahim berkurban, sebab mendapat perintah langsung dari Tuhan, untuk pembuktian cinta dan ketaatan
Nabi Musa berkurban, agar mendapat petunjuk dari Allah, siapakah sesungguhnya pelaku pembunuhan
Dan, Nabi Muhammad berkurban karena perintah dari Rabb Semesta Alam, penyempurnaan dari syariat nabi-nabi sebelumnya, dengan hewan dan tanggal atau hari-hari yang telah ditentukan.