Tips menulis:
Hindari mengulangi kata yang sama dalam satu paragraf.
Contoh:
Dian berlari di bandara.
Dian berlari mencari Saputra.
Bisa diubah:
Dian berlari di bandara.
Wanita itu mengejar Saputra.
Gunakan sinonim.
Bingung mencari sinonim yang tepat?
Pakai kamus ini 👇
tahajud changes everything, kamu solat ketika orang lain tidur, kamu berdoa ketika orang lain bermimpi.
dan pada saat itu, Allah langsung turun ke langit dunia, siapapun yang meminta akan Allah berikan, siapapun yang berdoa akan Allah kabulkan.
ketika orang lain tertidur, bangunlah, saat itu jalan menuju langit sedang kosong, panjatka semua doa, insya Allah akan sampai tujuan
sedikit cerita, kemarin pas aku daftar magang, aku solat tahajud meskipun seminggu masih ada yg bolong2, dan pada saat itu aku meminta agar keterima magang, dan alhamdulillah h-3 sebelum penutupan offering, tiba tiba ada offering masuk
semoga kita semua masih bisa diberikan kesempatan untuk solat tahajud 🙏🏻
Tahajud merubah segalanya. 😇🤗
Kawan2 pasien kalo nyeri ulu hati tembus punggung tiba2 diperiksa EKG di igd jangan kaget ya, itu prosedur screening dokter.
Kenapa?
Karena gejala serangan jantung itu juga ada yg di ulu hati dan menjalar punggung.
Makanya buat jaga2, dokter screening ekg juga
Saya pernah dapet tips kehidupan dari Bapak:
Untuk "menundukkan" seseorang, ajak dia makan. Sekeras apa pun orangnya bakalan takluk.
Saya pun jadi ngerti kenapa ada yg namanya "negosiasi meja makan".
Lebih mudah deal di sana.
@handokotjung Spesifikasi CCTV yg bagus buat di rumah,
1. Lensa Kamera CCTV
Untuk ketinggian ceiling rumah standard (2,8- 3 meter) baiknya menggunakan kamera dengan lensa 2.8mm.
Bila ceiling rumah lebih tinggi, gunakan kamera dengan lensa 3.6 - 4mm.
Kenapa jadi produktif itu susah?
Ada waktu kosong sedikit, scroll social media. Mindless scrolling aja, ga ada tujuan, lama-lama ketagihan.
Gw ngalamin dan sadar ini bahaya.
Untungnya, perlahan teratasi dengan prinsip "Delayed Gratification"
Ini sedikit penjelasannya.
↓
Di awal karir, gue lebih banyak pasif dan jadi pendengar di meeting
Kenapa?
• Siapa gue ya mau ngomong macem-macem di meeting
• Bingung gak tau bisa kontribusi apa
• Takut salah ngomong atau makin kelihatan cupu
Ada 7 kontribusi meeting yang bisa lo coba
Utas 🧵
Aku ada hipotesis kalo satu barrier besar dalam upskilling di Indonesia itu barrier bahasa
Beda sama orang India, Singapore, Malay yg dari sananya udah dibekelin English, jd bisa gampang masuk market internasional/go digital
Ada yang bisa bantu validasi hipotesis ini ga ya ges?
Mari kita bahas soal CREATINE.
Suplemen yang suka dianggap underrated yang saya udah minum dari awal fitness journey saya di tahun 2008 dulu ini, tidak hanya bagus untuk OTOT tapi juga untuk OTAK.
Masi ingat seorang temen ngasi nasehat ke gue di pesawat, "bro, cewe itu ga butuh sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujungnya dia melayani suami doang, ngapain kuliahin adik mu".
Gue senyum doang.
Adik gue yang cewe itu anak bontot, satu-satunya cewe. Punya 3 big brothers.
I sent her to Lim Kok Wing University (ard 2006). She chose hair design as her major.
Beruntung gue bukan tipe yang mengambil keputusan tanpa dasar, ga sadar, trus mudah dipatahkan hanya karna argumen teman saya disampaikan dengan lugas dan tegas. 😁
I want her to experience life overseas. Away from home. Ga punya siapa-siapa, cuma bisa ngandelin diri sendiri dan teman.
Turned out, it was one of the best decisions I took: adik ku berubah jadi cewe yang mandiri.
Awalnya masih sering nelpon ke rumah, nanya ini dan itu, diskusi harus gimana, minta pendapat, ga bisa memutuskan.
Tapi ada 2 moment yang gue menolak bantu, I want her to decide and think on what to do next. Satu minor, yang kedua cukup major.
Yang pertama, dia call, "Ko, ada alat-alat bikin rambut yang satu paketnya RM2,000. Ini akan membantu sih dalam kuliah ku, kita beli apa engga ya?"
Respon gue, "Mel, you decide. Butuh apa engga, akan baik untuk skill mu atau engga, kamu yang tau. Koko ikut aja".
She made her decision.
Yang kedua, dia call dan cerita, "Ko, rumah kami disegel sama Bank, karna owner ga bisa bayar pinjamannya. Jadi kami harus keluar dari rumah ini dan kami masih ada deposit yang owner tahan, gimana ya?"
Respon gue, "Mel, koko ga bisa bantu. Kamu harus beresin urusan itu sendiri sama owner rumah. Nego sendiri gimana baiknya. Cari jalan keluar sendiri".
I even add this, "Jangan telpon lagi untuk urusan mu di sana, ambil keputusan sendiri atau bareng-bareng temen mu"
Telpon gue tutup.
Surprisingly, dia malah jadi leader of the pack. Dia yang mewakili temen-temennya untuk turun dan nego ke owner. Dapetin duitnya balik. Nyari tempat baru dan arrange untuk pindah.
I can't be any prouder.
Of course, dia masih tetep berkabar ke gue, ke orang tua, tapi ada banyak hal yang dia udah ga perlu nanya.
Saat mau kerja part time di resto timur tengah, ya dia apply aja.
Cuma cerita kalo dia sering dapet makan dari resto. Trus kenal semua owner staff resto lain di tempat yang sama. Punya teman dari negara ini, negara itu. Ada cerita seru apa, dll.
She is the leader of her own life.
Life changing event buat Amel, adik ku, adalah ketika dia magang di sebuah salon di Cyberjaya, milik pasangan Prancis - Malaysia.
Kebetulan ownernya baru pindah ke rumah baru dan bikin housewarming party.
Amel dikenalin ke seorang temen mereka di acara itu. They fell in love and then married with 2 kids.
I guess my attempt to buy my sister some life skills, ended up opening up a whole chapter of life for her.
Glad that she is now grow to be a very capable mom and supportive partner for her husband.
Kita ga tau hidup ngarahnya ke mana, tapi kalo niatnya baik, semoga hasilnya juga sama.
Singkatnya, ini yang gw lakuin di LinkedIn:
- Benerin profil
- Aktif bikin konten
- Aktif komen dan balas DM
Atau bisa disimpulkan, beneran jadiin LinkedIn sebagai media sosial.
Gw akan coba bahas satu per satu, tapi sebelum itu gw punya pertanyaan 👇
Di acara malam ini, ada mahasiswi nanya, "Pak, gimana pendapatnya tentang investasi online via aplikasi beli reksadana? Apakah bisa dijadikan sebagai cara untuk menghasilkan uang?"
Jawaban ku:
Kalo punya uang dikit, ga usah pikirin soal investasi begituan. Itu mainan orang-orang kaya.
Deposito, reksadana, saham, itu kalo duit mu banyak, ga kepake, nganggur, di atas 1 milyar, silakan. Bisa menghasilkan.
Kalo ga ada duit banyak, ga dapat warisan, apalagi masih mahasiswa, uang mu dipake buat investasi ningkatin skill aja. Jadi ahli di bidang tertentu, belajar, kemudian bisa ngasih value ke orang lain, trus kamu di bayar.
Dari bayaran itu, kamu tabung, tekan dulu pengeluaran. Upgrade terus skill agar bayaran makin tinggi. Tabungan makin nambah.
Sudah punya modal cukup, buka usaha. Invest uang mu di bisnis. Itu akan menghasilkan lebih besar dari investasi online yang dikatakan influencer2 itu.
Modal 1jt, jualan, bisa jadi 2jt atau lebih, dalam waktu singkat. Walopun tetap ada resiko.
Tapi punya duit 1jt, dimasukin reksadana, ya ga akan bikin kamu makin kaya, bahkan nilai profit ga terasa.
Hope she gets the idea.
Oke, jadi apa tipsnya? Simpel banget!
1. Bikin org lain tau progress kita! Org2 itu sibuk sama kerjaan mereka, kita hrs kasih tau kemampuan & kehebatan mereka.
2. Selalu laporkan achievement ke key person di tempat lu kerja dg cara yg menarik .
Udh, 2 itu doang wkwkwk
Istri ku baru mulai lagi dengan hobby kerajinan tangannya. Mulai menemukan iramanya lagi. Dia merasa hobbynya butuh biaya, jadi ngomong gini ke gue:
"Gimana ya agar hobby ku ini bisa menghasilkan?"
Respon ku:
Ga usah dipikirin dulu. Kalo mau hobbymu jadi sesuatu, coba share prosesnya setiap hari. Rekam aja, posting ke social media. Pilih satu platform, share di sana.
Menghasilkan atau engga, butuh proses. Jadi ga usah buru-buru. Mulai dari berbagi aja. Orang-orang bisa melihat proses belajar mu. Kalo ada yang tertarik, mereka akan follow dan tumbuh bersama.
Poin gue, yang dikutip dari video Alex Hormozi: before you ask anything from others, focus on giving. Give give give, at one point, people will eventually ask you.
Berikan value kepada orang lain untuk jangka waktu yang lama (tahunan). Ga usah ngarepin apa-apa. Bikin kita dikenal akan hobby itu. Openly share your process, your learnings, your mistakes, your journey.
Setelah itu, perhatikan apa yang dibutuhkan orang-orang. Mulai lah mengerucut ke beberapa hal yang bisa dikomersilkan. Promosi tipis-tipis ke yang berminat.
That's one way to start a business.
Make sense ya.
Ini alasan kenapa kerja bagus aja ga menjamin lo bisa dapat promosi di kantor
Ada 3 faktor yang bikin karir kita berprogress
Performance hanya menyumbang 10% kontribusi
Apa 2 sisanya? Gue bahas di sini