orang2 kaya ga pernah punya konsep minta maaf ke orang2 yg lebih miskin, mereka lbh percaya meminta maaf ke Tuhan dgn berbagai macam ritual keagamaan yg hanya bisa dilakukan org2 kaya
entah memperbanyak perpuluhan, melakukan pengakuan dosa tiap minggu, berangkat haji, wakaf, dsb
The smartphone really revolutionized the waiting room. Oh I get 20 minutes to look at my phone? Don’t mind if I do. The only problem is sometimes when I’m looking at my phone at home my home starts to feel like a waiting room and I realize it is and I’m just waiting to die
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
The entire Criterion Closet is now available as a website, where you can browse all 1,247 films by walking the shelves, thanks to redditor olievans.
https://t.co/O2b7MwzCZj