Gak semua artis idolamu harus jadi aktivis. Gak semua aktivis layak diidolakan.
Ada yang terjebak performative activism, sibuk bertindak seolah-olah vokal demi menjaga konsistensi brand, tapi ujung-ujungnya malah mengaburkan substansi isu yang seharusnya digaungkan.
Ada juga kritikus ulung yang dulu garang berdialektika menelanjangi satu rezim, tapi mendadak melempem saat rezim berganti. Hobi "mendungukan" orang di layar TV, tapi makin ke sini narasinya makin abstrak dan tanpa arah. Pada akhirnya, dialektika tajam itu cuma buat komoditas pribadi melanggengkan peran sebagai pengisi tetap di acara TV.
Realitanya, setiap orang bergerak sesuai struktur insentif dan risk tolerance masing-masing. Akun dengan 200 followers bisa bebas melempar kritik tanpa risiko apa pun. Tapi buat figur publik dengan jutaan followers, tiap kata punya dampak ke keselamatan karir dan keluarganya. Kamu gak bisa dan gak boleh memaksa keberanian orang lain.
Makanya, stop mengkultuskan figur. Berharap pada personal itu cuma cara lain merencanakan kekecewaan.
Fokus ke narasinya, bukan orangnya. Dukung siapa pun yang saat ini melantangkan isu-isu sosial tersebut tanpa takut. Kalau besok dia berbelok, tinggalkan, lalu cari orang lain yang masih konsisten membawa gagasan yang sama.
Hari ini, saya mendukung Media Askar karena gagasan dan pemikirannya yang konsisten, karena narasi yang disampaikan selalu berlandaskan data dan riset yang kuat.
Gimana besok? Kita belom tau.
Senang melihat Argentina menderita pada 2x45 menit. Seperti menderitanya rakyat Palestina yg dihujani peluru oleh Israel. Dan Presiden Argentina adalah pendukung setia Israel. 😀😀
Iye.. yg pinter di Indonesia ini cuma keponakan lu doang @KemenPU
Ente pikir maki² sambil nunjuk² org didepan umum gitu bikin ente terlihat sprti org yg kerja beneran dan keren gitu. Kagak sumpah..
Prabowo: "Hai para koruptor, sadar diri.
Hentikan praktik-praktik kau. Hentikan.
Rakyat tidak bodoh. Hentikan.
Kembalikan kekayaan rakyat. Kembalikan dengan baik"
Kameramennya anjjirr banget😂😂
Ketika prabowo bilang :
"Hey para koruptor, sadar diri"
Kameranya langsung nyorot:
>Kapolri
>Panglima TNI
>Jaksa Agung
tau aja sarang koruptornya di mana😌
Ngomong-ngomong soal pencekalan Imigrasi, dulu setiap dengar ada orang dicekal, dengan polosnya saya selalu mikir, “Mampus, nggak bisa ke mana-mana.”
Sampai akhirnya saya melihat sendiri kenyataan yang jauh lebih absurd.
Beberapa tahun lalu, adik dari teman baik saya menikah dengan salah satu anak oligarki.
Ayah mertuanya saat itu berstatus terpidana korupsi dan masih berada di dalam penjara.
Pernikahannya digelar di Paris.
Saya sempat melihat unggahan acaranya di SG close friend, ayah mempelai yang seharusnya saat itu sedang di penjara ikut hadir dan mendampingi mempelai.
Dia hadir di Paris, ikut acara keluarga, berfoto, lalu beberapa hari kemudian kembali lagi ke penjara seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Kok bisa?
Belakangan saya baru tahu, dia bisa keluar karena dibuat seolah-olah sedang menjalani pemeriksaan medis.
Dari sana, dia dibawa ke terminal privat, terbang dengan jet pribadi, menghadiri pernikahan anaknya, lalu pulang lewat jalur yang sama.
Di atas kertas, dia tidak pernah ke mana-mana.
Sejak saat itu saya paham, pencekalan hanya terasa menakutkan bagi orang yang tidak punya uang, koneksi, dan kuasa untuk membuat seluruh sistem bisa dibeli.
Btw, ini kejadian di Turkmenistan.
Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Berita Korea, di Asia Today (아시아 투데)
1) 74 kg emas ditemukan di rumah Jaksa Tindak Pidana Khusus Korupsi di Sentul
2) Uang tunai setara 44,4 milyar won juga ditemukan di kafe miliknya di Cipete
3) Jaksa Febrie Andriansyah ditetapkan sebagai tersangka
4) Kasus ini merusak kredibilitas penegakan hukum antikorupsi di Indonesia
Jampidsus mengundurkan diri.
Konpers kemarin berarti usaha terakhir nyeret institusi sambil berusaha tegar, tapi malah jadi keliatan songong gaya bicaranya..
isi brankas rumah jampidsus = 74kg emas
diam = emas
limbad = diam
emas = limbad
apakah mungkin ada brankas di tempat lainnya yang berisi limbad? who knows
No... bukan hanya Jampidsus yang powerful..
Dari segi kelembagaan, semua jaksa agung muda di kejaksaan itu setara...
Adapun jaksa agung muda ada lima
- bagian pidana umum (jampidum),
- pidana khusus (jampidsus)
- pidana militer (jampidmil),
- intelijen (jamintel),
- perdata dan tata usaha (jamdatun),
- pengawasan (jamwas), bahkan
- pembinaan (jambin).
Cuma kenapa jampidsus jadi strategis?
Ya, itu tadi… sejak era Jokowi akhir dan Prabowo, jaksa dijadiin tonggak utama untuk membongkar korupsi, bukan hanya KPK.
Apalagi sudah ada revisi UU Kejaksaan yang memperkuat wewenang kejaksaan dalam menelusuri, memulihkan, dan merampas aset koruptor.
Nah, pihak yang paling berperan di bidang itu siapa?
Pertama adalah Jampidsus, karena wewenang Jampidsus adalah menangani kasus korupsi dari penyelidikan hingga penuntutan.
Kedua adalah jamintel. Karena intelijen kejaksaan yang berwenang untuk menelusuri dan mengumpulkan aset-aset koruptor.