Di tengah riuhnya manusia yang haus validasi, mencari kebenaran jauh lebih berharga daripada mengejar popularitas dan pengakuan yang semu.
Tetaplah berdaulat, kuasai hatimu, kuasai dirimu, dan berjalanlah dengan bijaksana. 🏛️
#Stoicism#Integritas#Mindset
Bahan matkul "Geopolitik dan Geostrategi" (S2 HI) hari ini: Thucydides Trap
Presiden Xi dalam pidatonya saat menerima kunjungan Trump berkata, "Seluruh dunia menyaksikan pertemuan kita. Situasi internasional sedang bergejolak. Dunia berada di persimpangan jalan baru: Dapatkah Tiongkok dan AS mengatasi Perangkap Thucydides dan menciptakan paradigma baru hubungan antar negara besar?”
THUCYDIDES TRAP (Perangkap THUCYDIDES)
Thucydides adalah sejarawan Yunani kuno yang hidup sekitar 460–400 SM. Dia bukan filsuf seperti Plato atau Aristoteles — dia adalah jenderal sekaligus analis perang. Karyanya yang terkenal adalah History of the Peloponnesian War — catatan tentang perang besar antara Athena vs Sparta (431–404 SM).
Kutipannya yang paling terkenal dalam HI:
"It was the rise of Athens and the fear that this instilled in Sparta that made war inevitable." ("Kebangkitan Athena dan rasa takut yang ditimbulkannya di Sparta-lah yang membuat perang tak terhindarkan.")
APA ITU THUCYDIDES TRAP?
Konsep ini dipopulerkan oleh Graham Allison, profesor Harvard, dalam bukunya Destined for War (2017). Intinya: ketika sebuah kekuatan baru bangkit dengan cepat dan mulai mengancam posisi kekuatan lama yang sedang dominan — perang hampir selalu menjadi hasilnya.
Allison meneliti 16 kasus dalam 500 tahun terakhir di mana ada pergantian kekuatan besar seperti ini. Hasilnya: 12 dari 16 kasus berakhir dengan perang; hanya 4 yang berhasil diselesaikan secara damai
Contoh yang berakhir perang: Jerman vs Inggris berujung pada Perang Dunia I. Contoh yang damai: AS menggantikan Inggris sebagai hegemon setelah PD II — tapi itu pun melalui proses yang panjang dan penuh tekanan.
POSISI TEORI INI DALAM HI REALIS
Thucydides Trap berakar dari tradisi Realisme dalam Hubungan Internasional — khususnya Realisme Struktural (Neorealisme) yang dikembangkan oleh Kenneth Waltz.
Asumsi dasarnya ada tiga:
1. Negara adalah aktor utama — bukan individu, bukan perusahaan, bukan organisasi internasional. Negara lah yang paling menentukan.
2. Sistem internasional bersifat anarkis — tidak ada "polisi dunia" yang bisa memaksa negara mematuhi aturan. Karena itu, setiap negara harus menjaga keamanannya sendiri.
3. Kekuatan (power) adalah segalanya — negara selalu berusaha memaksimalkan kekuasaan relatifnya terhadap negara lain, karena di dunia yang anarki, kekuatan adalah satu-satunya jaminan keamanan.
Dari tiga asumsi ini, Thucydides Trap masuk dalam logika realis: ketika distribusi kekuatan berubah (ketika yang lemah jadi kuat dan yang kuat mulai goyah), sistem menjadi tidak stabil, dan ketidakstabilan itulah yang memicu konflik.
Pertanyaan Xi "bisakah kita melepaskan diri dari perangkap Thucydides?" bisa ditafsirkan bahwa posisi China sebenarnya tidak ingin berperang; lebih baik jalan bareng aja, sama-sama cari duit. Tapi.. di saat yang sama, China juga terus memperkuat kemampuan militernya. Ini persis seperti posisi Iran: kami ga ingin perang, tapi kalau diserang ya pasti kami balas.
Intinya:
1. “Masuk angin” bisa jd angina klo ada keluhan dada berasa ditekan/penuh/panas, bisa menjalar, & ada keringat dingin
2. Gejala gk selalu khas, bisa cuma lemes, mual, sesak, atau “ga enak badan”, terutama pada lansia, perempuan, & penderita diabet.
3. Unstable angina = kondisi darurat, ditandai dg nyeri dada baru, makin berat, atau muncul saat istirahat
4. Jika mengalami nomor tiga itu, harus dianggep serius dan telfon ambulans/segera ke IGD!
5. Makin ditunda, makin banyak otot jantung mati permanen → risiko kematian naik
6. Kalau henti jantung → CPR segera
Hari ini Pak Michael Bambang Hartono wafat di usia 86.
Salah satu orang terkaya RI. Pemilik BCA, Djarum, Polytron, Grand Indonesia, Blibli.
Tapi legacy beliau bukan soal uang.
Ini 🧵 prinsip hidup & bisnis Pak Bambang yang bisa kita pelajari 👇
Personal note: Making this thread as a tribute to his life and the principles that he has instilled in Djarum Group.
Kalo gmail lo penuh, lo ga bisa nerima email baru. Semua email jawaban lamaran kerja dan project mental!
Solusi dari gmail: Bayar Google One 32ribu/bulan buat upgrade kapasitas drive.
Ternyata lo gak harus beli.
15GB yang "penuh"? sebagian besar isinya sampah yang Google sembunyiin.
Lo bisa bersihin ini dalam 20 menit tanpa hapus file penting.
Gini caranya:
Suatu siang di IGD. Seorang ibu, sekitar 40 tahun, berlari masuk IGD sambil teriak, “Dok, tolongin suami saya, Dok. Gak sadar di mobil!”
Saya menoleh cepat. “Gus, Wo, ke mobilnya sekarang. La, siapin bed resus.”
Agus dan Bowo lari keluar bawa brankar. Beberapa detik kemudian mereka balik membawa seorang pria bertubuh lemas wajahnya pucat.
Agus raba lehernya. “Dok, gak ada nadi.”
“Bed resus, Gus.”
Brankar meluncur ke bed resus. Saya nengok ke istrinya, “Ibu, kapan bapak gak sadarnya?”
“Barusan, Dok. Di perjalanan barusaan banget!”
Saya mengangguk, lalu naik ke tangga pijakan. Kedua tangan saya nempel di dada trus Mulai RJP.
Saya pompa sambil kasih instruksi, “Bowo bagging, Ella pasang monitor, Agus ambil laringoskop sama ETT.”
Mereka semua berkelabatan. Saya memompa sambil menghitung, satu dua tiga.. trus sampe 30 lalu Bowo memompa nafas 2 kali.. lanjut saya pompa 30 lagi begitu terus sampai 5 siklus.
Saya lihat ke monitor.. masih garis lurus. Saya bertukar tempat. Bowo pompa jantung, saya bagging. Bowo pun berhitung dengan kecepatan tinggi. satu dua tiga..
Sambil bagging saya bertanya, “Gimana ceritanya, Bu?”
“Nyeri dada sejak kemarin siang, Dok. Diajak ke RS gak mau-mau, katanya nanti-nanti melulu.”
“Keringet dingin?” saya tanya.
“Iya, Dok. Segede-gede biji jagung.”
“Ada riwayat apa sebelumnya?”
“Tekanan darah tinggi, Dok, tapi gak pernah kontrol.”
5 siklus lagi. Masing-masing 30 kali pompa jantung, 2 kali napas. Masih tidak ada nadi. Saya gantian lagi mompa jantung.
Sambil lihat wajah bapak, saya terucap “Ayo, Pak. Bertahan.”
Lihat wajah saya serius, ibu mulai teriak-teriak, histeris, manggil suami.
“Maaaas, ayo banguuun, Maaaas. Anak-anak gimanaaaa Maaaas. Banguuuuun.”
Saya coba fokus.
5 siklus pun terlewati lagi. Tapi monitor masih garis lurus. Saya gantian lagi. Sekarang saya mantau monitor, dan Bowo Agus yang RJP.
Ella menghampiri. “Dok, masih inget pasien yang meninggal di ICU minggu lalu, yang sesak napas kita stabilin di IGD?”
Dia sebut nama.
“Oiya, inget.”
“Ibu ini putrinya, Dok.”
Saya menelan ludah.
Ibu makin histeris, menggoyang-goyang kaki suaminya. “Banguuun, Maaaaas. Jangaaaan tinggaliiiin akuuuu, Maaas. Aku gak sangguupp.”
Sepuluh menit RJP berlalu dan tidak ada respons sama sekali. Ella ngasih saya senter, sambil siap print EKG.
Bowo menghentikan pompa jantung.
Saya lalu menyinari bola matanya. Pupilnya sudah melebar maksimal dan tidak ada reflek cahaya sama sekali.
Saya tarik napas dalam, lalu mengucap “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.”
Saya menghadap ibu. “Ibu, saya turut berduka. Bapak udah gak ada.”
Pecah jerit tangisnya.
“Maaasss!”
Lalu ia memeluk suaminya, menggoyang-goyang tubuhnya.
“Jangan pergiiii. Jangan pergiiii.”
Saya melihat Bowo ngasih kode utk membereskan EKG dan monitor. Ella memeluk dan membantu menenangkan ibu.
Lalu Ibu tak sengaja menyentuh sesuatu di kantong kemeja bapak, yang memang tadi saya buka. Di dalamnya ternyata ada sebungkus rokok, sisa 2 batang.
Tiba-tiba ibu mengambil bungkus itu, trus membanting sekencang-kencangnya ke lantai sambil teriak, “Rokok anj*ng! Rokok anj*ng! Aaaahhhhh Rokok anj*ng!” sambil menginjak-nginjak bungkus rokok tersebut
berulang kali.
Sampai akhirnya ia terduduk lemas di lantai, menangis tersedu-sedu. Ella peluk, dan saya usap-usap pundaknya sambil mengucap istigfar berulang-ulang.
Ayahnya masuk dengan diagnosis PPOK eksaserbasi akut yang severe. Paru-parunya rusak sekali. Riwayat perokok berat.
Suaminya, dengan gejala yang diceritakan, kemungkinan serangan jantung. Juga riwayat perokok.
Rokok telah merenggut dua laki-laki terpenting dalam kehidupannya hanya dalam rentang 1 minggu.
Dua laki-laki, cinta pertama dan terakhirnya. Kegetiran dari tangisnya terasa ke hati kita semua di sana.
Gojek dan Grab kasih harga BEDA ke tiap orang.
Rute sama. Waktu sama. Harga beda.
Gue bandingin sama temen kemarin. Dia Rp23rb. Gue Rp31rb. SAMA PERSIS rutenya.
Ini bukan bug. Ini ALGORITMA.
Mereka tau siapa yang mau bayar lebih mahal.
Gue nemu cara biar bikin harga Gojek/Grab lebih murah dan bikin gue hemat ratusan ribu tiap bulan.
Gini caranya:
Dari sidang minggu ini, kami meyakini tuduhan Ibam "mengarahkan" Chromebook terbantahkan🚨
Rekaman rapat yang diputar Penuntut Umum ikut mematahkan tuduhan saksi2 pejabat tim teknis yang mencoba "cuci tangan" keputusan Chromebook mereka ke Ibam
Simak 6 bukti yang terungkap 🧵👇🏼
Buat yang belom tau, risiko terkena infark miokard alias serangan jantung bisa meningkat kalau kamu tidur lebih dari 9 jam sehari 😆🙏🏻
Penelitian bahkan nulisnya, risiko infark miokard meningkat sampai 34%.
Jangan yahhh, klo mau bales utang tidur, maksimal nambah 2 jam aja dari durasi tidur biasamu per hari.