Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
korea UMR 25 juta protes americano harga 50rb banyak yg setuju, di indo umr 4 - 5 juta protes matcha harga 100rb langsung rame “BERARTI TARGET MARKETNYA BUKAN ELUUUUU”
I’m hearing extremely concerning news that Andrie Yunus, the Deputy Coordinator of the Commission for the Disappeared & Victims of Violence (@KontraS) suffered an acid attack carried out by unidentified individuals, resulting in serious injuries across his body. I call on the Indonesian authorities to carry out thorough investigations into this horrific attack. Impunity for violence against HRDs is unacceptable. @IndonesiaGeneva@Kemlu_RI
Guys kencengin ikat pinggang. Gw sama suami bener2 memutuskan di rumah aja pas liburan nanti. Meskipun ada rejeki lebih baik disimpan or dibagi ke orang tua dan adik2.
Tough time ahead. Tapi semoga semua ini bisa kita lewati sama-sama.
Jangan lupa momen2 ini guys pas pemilu 2029 nanti. Beneran deh, gw pun mengingatkan ke diri gw sendiri. Selalu edukasi diri.
Polesan kamera itu menyakitkan. Uda stop justifikasi2 orang baik, politik itu harus damai, pilih pemimpin yg punya pengalaman. STOP.
Next time, gw cuma mau milih yg mendorong perubahan sistem. Ga ada lagi ngomong2in program kerja. Capek. Banyak banget program kerja, tapi ujung2nya mental juga kondisi ekonomi kita.
Kalo institusi bener2 jalan, at least kita ga ngerasa clueless kaya gini. Kita ga harus saling blaming each other. Kita ga harus dipaksa mikir setiap saat untuk issue yg seharusnya tugas yg menjalankan pemerintah.
Kuat2 semua. Apalagi sandwich generation, I feel you. 🫶🏼
Yg makin GILA adalah keuntungan fantastis para pengusaha MBG itu BEBAS pajak penghasilan (PPh) karena masuknya YAYASAN. Mau lu genjot dunia usaha kyk apa, APBN pasti defisit karena penerimaan stuck. Padahal MBG ini program andalan Wowok, anggaran dipusatkan kesini, tapi malah bikin defisit APBN makin lebar 😅
Despite dengan keblunderan Mba Sasetya ini, aku lebih salfok ke pernyataan Pak Purbaya: “Mereka berdua juga telah di blacklist bekerja berkaitan dengan pemerintahan Indonesia” artinya pemerintah bisa blacklist orang jika merugikan negara. Kok koruptor gak pernah di blacklist ya? Ijin nanya aja ini mah🙏
Sungguh menyedihkan melihat anak anak lulusan berprestasi, yang bercita cita besar, mungkin benar benar membawa sejuta mimpi untuk membawa kebaikan untuk Indonesia secara kolektif dipecundangi dan diolok olok seperti kriminal. Apa tujuan kalian sebenarnya? - bagi sebagian dari mereka LPDP adalah satu satunya jalan merealisasikan mimpinya.
Dunia itu timpang. Akses tidak pernah setara, ilmu itu mahal sekali. LPDP adalah daya ungkit agar mereka bisa berdiri sejajar dengan yang sejak awal lebih beruntung.
Saya sendiri hanya bisa bermimpi untuk dapat beasiswa seperti LPDP, tidak pernah kesampaian; back then I would have given a finger to get one.
Tentu penyalahgunaan itu ada. Tentu ada orang orang yang tengil yang pantas mendapat penalti. Kita harus menuntut perbaikan signifikan.
But must we burn our own children at the stake? Have we no heart left as a nation?
Is it really that funny?
Katakanlah Anda kuliah S2/S3 di sebuah kampus terpencil di kota pinggiran Korea yang rangkingnya jauh di bawah UI, ITB, dan UGM.
Di bidang STEM. Teknik Elektro, Ilmu Komputer, Teknik Material, atau Kimia.
Di lab yang well funded dengan Profesor yang respectable.
Maka Anda:
1) Umumnya punya fasilitas lab yang lengkap. Alat gak perlu mikir, bahan gak perlu beli, mencit udah ada, reagen tersedia. PC high end, laptop disediakan.
2) Tinggal eksperimen dengan bahan-bahan yang ada, olah datanya, dan plot grafiknya, lalu ditulis jadi paper.
3) Papernya dipublikasikan ke journal dengan APC 2000 sampai 5000 USD? Kampus yang bayarin. Gak perlu reimburse. Langsung dibayar kampus.
4) Ke konferensi di UK atau India? Berangkat aja. Biaya sudah ditanggung sama lab tempat Anda bekerja.
5) Bayar UKT? Nggak bayar. Anda pekerja lab. UKT dibayar oleh lab. Anda tinggal bekerja.
6) Biaya hidup? Anda digaji oleh lab. Bekerja 40 jam seminggu di sana.
7) Topik riset dan kebaruan? Lab didanai dengan ide dari Profesor. Anda gak perlu cari topik, tinggal ikut apa yang dia kerjakan.
8) Kelas dan tugas? Ada tapi highly irrelevant, pembimbing Anda gak terlalu peduli, yang penting IPK di atas threshold biar UKT murah, jadi lab gak keluar duit besar.
9) Anda dah lulus tapi belum mau kerja? Profesor biasanya masih butuh tenaga mantan mahasiswanya. Postdoc atau postmaster. Gajinya juga sebagai tenaga kerja. Bukan lagi gaji mahasiswa.
10) Kalau Anda single, tinggal di asrama kampus akan menghemat housing jauh. Bisa seperempat biaya tinggal di luar. Makan sudah sepaket sama asrama, apalagi kalau Anda non muslim yang bisa makan non-halal.
11) Anda juga wajib terdaftar di NHIS, BPJS kesehatannya Korea. Periksa ke dokter spesialis gak perlu antri, obat juga murah. Paling total 10-20 ribu won kalau sakit.
12) NHIS juga cover keluarga. Anak saya dirawat seminggu di rumah sakit, perlu MRI, langsung hari itu juga. Kultur bakteri buat mastiin penyakitnya apa. Rawat inap. Abisnya cuma 300 ribu won, sekitar 4 juta rupiah.
13) Kalau Anda atau istri Anda hamil, pemerintah kasih subsidi langsung 1 juta won untuk biaya kontrol dan persalinan selama kehamilan.
14) Sekolah anak-anak gratis di sekolah negeri. Dari SD sampai SMA. Gak ada biaya tersembunyi. Literally gratis. Bahkan bukunya dari sekolah.
15) Tiap sekolah menyediakan makan siang gratis. Tiap sekolah ada dapur, juru masak, dan ruang makan. Dimasak fresh di sekolah setiap hari.
16) Pemerintah juga menyediakan kelas bahasa Korea gratis. Kalau lulus level 5, dianggap setara dengan TOPIK 6 yang bisa jadi full point buat permanent residency.
17) Anak-anak juga bisa main di taman yang dibikin pemerintah. Ada taman yang isinya perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan di sebelah rumah saya.
Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan patriotisme adalah dengan berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang yang kita tekuni.
But it’s too damn hard.
Keunggulan/excellence/mastery, adalah kontribusi.
Ketika kita mendorong batas ilmu pengetahuan, bisnis, seni, atau pelayanan publik, kita sedang memperluas kapasitas negara. Kita sedang merajut masa depannya.
But it’s too damn hard.
Lebih mudah mengatur lokasi geografis seseorang daripada menaklukkan batas diri sendiri. Lebih mudah menunjuk arah pulang daripada membangun kualitas yang tak bisa dibantah.
Negara tidak maju karena slogan “mengabdi untuk negara” di bibir tiap warganya. Ia tidak maju karena pengibaran paspor hijau atau deklarasi harga mati di sosmed.
Ia maju ketika standar kerja warganya begitu tinggi sehingga dunia tidak punya pilihan selain menghormatinya.
But, then again, it’s too damn hard.