Ambil aja buat bahan story, gratis no ribet izin. Sisanya edit sendiri ya ✨
Biar download-nya HD:
1. Cek dulu di sini ⤵️
https://t.co/n3xjsLouyJ
https://t.co/AqZKG84xKI
https://t.co/ZR76d3rCbT
https://t.co/lctWukhEmw
🚨 A Palestinian mom was shot point blank in her head by IDF soldiers while she was carrying her child.
Retweet and expose Israel if you have a little Humanity left in you.
Jurang Gaji: Ketidakadilan yang Kita Ciptakan Sendiri
Di Australia, seorang satpam atau teller bank mungkin hanya berjarak sepuluh hingga dua puluh kali lipat dari gaji bos mereka. Angka ini besar, tetapi pekerja kecil masih bisa hidup layak—membayar sewa, menyekolahkan anak, bahkan berlibur sederhana. Struktur gaji memang menegaskan hierarki, namun tidak merampas martabat orang kecil.
Sebaliknya, di Indonesia, jurang itu bisa ratusan kali lipat. Satpam menerima Rp4 juta sebulan, sementara direktur di perusahaan besar bisa mengantongi Rp1–2 miliar. Mereka bekerja di gedung yang sama, tetapi satu bergelut dengan cicilan motor, satu sibuk dengan investasi luar negeri.
Jurang ini bukan sekadar angka; ia adalah potret distribusi kesejahteraan yang timpang. Di Australia, meski CEO bisa 50 kali lipat gaji karyawan, sistem pajak progresif dan jaring sosial membuat yang bawah tetap bertahan. Di Indonesia, kenaikan harga beras atau listrik bisa langsung menjerat jutaan pekerja kecil, sementara eksekutif nyaris tak terganggu.
Yang perlu disadari: ketidakadilan ini bukan takdir. Perusahaan yang memilih memberi bonus miliaran kepada segelintir orang, pemerintah yang menetapkan upah minimum jauh dari biaya hidup, serikat pekerja yang lemah. Kita sendiri yang membuat sistem ini.
Kesenjangan sosial itu salah satunya tercipta dari gap dalam sistem penggajian kita. Itu sebabnya rakyat terluka setiap ada berita bagi-bagi jabatan timses di BUMN, rangkap jabatan, atau kenaikan gaji dan tunjangan DPR. Padahal Al-Qur’an telah mengingatkan: “…agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian” (QS. Al-Ḥasyr [59]: 7).
Langkah Pemerintah untuk menghapus tantiem sudah tepat. Tapi tinjau ulang juga tunjangan & fasilitas berlebihan, dana taktis pejabat, dan ketimpangan struktur gaji yang sampai 300 kali lipat itu. Inilah ujian untuk benar-benar mengamalkan sila kelima Pancasila. Mudah dituliskan, tetapi butuh komitmen dan keberanian seorang pemimpin untuk memperbaikinya, bukan?
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Mobil ini hanya selebar 50cm.
Fiat Panda tahun 1993 ini semula akan dimusnahkan, tapi Andrea Marazzi ingin mempertahankannya.
Andrea akhirnya mengubah wujud mobil itu menjadi sangat tipis.
Observatorium Vera C. Rubin yang terletak di Chile baru aja beroperasi. Dalam "first look"-nya, ditemukan 10 juta galaksi dan lebih dari 2.100 asteroid baru yang sebelumnya belum pernah diamati!
Siap-siap merasa amazed~
Utas. 🧵
Kita tinggal di ̶b̶a̶n̶g̶s̶a̶ alam semesta yang besar!
Saking besarnya, untuk sekadar mencapai jarak 1 hari cahaya, Voyager 1 butuh waktu hampir 50 tahun sejarak diluncurkan.
Utas. 🧵
Tiba2 semua menteri KAGET ada tambang Nikel di Raja Ampat :
1. Menteri LH ngaku ambil langkah hukum
2. Menteri ESDM ngaku akan evaluasi
3. Utusan Khusus tiba2 ikut nimbrung
4. Wamenpar meminta agar Raja Ampat dijaga
5. Wakil Menteri Luar Negeri juga nimbrung
6. DPR juga nimbrung
Rakyat dipertontonkan seolah2 Aktivitas tambang itu baru terjadi tadi malam lalu KAGET
Padahal, mustahil ada yang berani nambang nikel di Raja Ampat jika tidak ada yang memberi izin. Proses pengurusan izin, mobilisasi alat berat itu butuh waktu yang lama. Lalu kenapa semua tiba2 KAGET?
Jangan sampai Gibran juga ikut KAGET awokawokawok
Bayangin Jawa di abad ke-13, kerajaan kecil berebut kuasa, intrik politik di mana-mana, dan satu nama yang bikin semua orang berbisik. Ken Dedes, perempuan yang dijuluki “Ibu Raja-Raja Jawa”. Cantiknya nggak main-main, katanya auranya sampe bikin orang takjub, bahkan ada yang bilang dia punya “cahaya suci” yang menandakan takdir besar.
Dia bukan cuma istri Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari, tapi juga ibu dari dinasti Rajasa, cikal bakal raja-raja legendaris di Singasari, Majapahit, sampai Mataram. Tapi, ceritanya nggak cuma soal kecantikan atau takdir. Ini tentang cinta terlarang, pengkhianatan, dan darah. Ken Dedes awalnya nikah sama Tunggul Ametung, bupati Tumapel yang kaya raya tapi keras. Ken Arok, anak kampung yang ambisius, jatuh cinta sama Ken Dedes.
Penasaran?? Sini sini berlin ceritain!!