Begitu juga dengan kebenaran agama. Mungkin kita tak tahu alasan kenapa babi haram. Tetapi karena kita memiliki sanad kebenaran melalui para ulama hingga sampai Rasulullah, maka kita patut meyakini bahwa itu benar. Meski tak tahu alasannya.
Apakah kebenaran harus punya alasan dan bukti? Bagaimana dengan kenyataan bahwa ketika kita demam, lalu minum parasetamol. Padahal kita tidak tahu menahu alasan kenapa parasetamol bisa menghilangkan demam. Kita hanya memiliki informasi dari dokter, tanpa tahu alasan detailnya.
Kita beralih lagi ke konsep riwayat atau sanad informasi. Jika yang dikatakan orang awam tentang orang demam harus minum parasetamol sama (karena memiliki sanad informasi yang sampai pada ahlinya), maka bisa disebut kebenaran, meski orang awam tak tahu alasannya.
โ ๏ธ Spill The Tea: In the next few days, weโll start burning #SEED of inactive users. If youโve been away for more than 30 days, hurry back โ your $SEED is at risk!
๐ ๐๐ง๐๐๐ค ๐๐๐๐ค ๐จ๐ง ๐๐๐๐ ๐ ๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ซ๐ ๐๐ฅ๐๐ง: https://t.co/IGlfbkl3TW
Weโre focused on rewarding our loyal #Seedizens because only the most dedicated deserve to be part of the #airdrop!