Tahukah Anda bahwa prajurit asal Indonesia pernah menyerang posisi Spanyol di Filipina? 🇵🇭🇮🇩
Dokumen dari tahun 1730 ini menjadi saksi pengepungan Benteng Santa Isabel di Pulau Palawan oleh aliansi pasukan Sulu (Moros Joló) dan Makassar (Macasares)
No, it's not Ralph von Koenigswald who came up with the name Homo soloensis. W.F.F. Oppenoorth described the species Homo (Javanthropus) soloensis since his early publication in 1932. And then, as early as 1940, Eugène Dubois called them Homo sapiens soloensis.
Later, von Koenigswald considered them as tropical Neandertals (Koenigswald, 1958)
Naskah kuno tertua yang disimpan di Perpustakaan Nasional RI adalah naskah Kakawin Arjunawiwāha. Naskah ini ditulis pada tahun 1334 M, keterangan ini didapatkan di bagian akhir naskah yang tertulis "i saka 1256".
Nama Gajah Mada pertama kali disebut dalam Prasasti Paluŋan (13 September 1330), dikeluarkan oleh Śrī Tribhuvanottuṅgadevī: 'rake mapatih riŋ daha gajah mada'
Pu gajahmada menjabat 'rake mapatih ring majhapahit' tercatat dalam Prasasti Prapancasarapura (1337)
'irika diwaśa sang mahāmantri mūkya; rakryan mapatih mpu mada; sākṣat. praṇalakta rāsika de bhaṭāra saptaprabhu; makādi śri tribhuwanotunggadewi mahārājasa jayawiṣṇuwārddhani..'
Ketika sang mahamantri yang mulia, sang rakryan mapatih mpu (gajah) mada yang menjadi perantara Tujuh Raja, terutama śri tribhuwanotunggadewi mahārājasa jayawiṣṇuwārddhani..
Relief Kresnayana di Candi Penataran menggambarkan Kresna yang sedang menculik Rukmini sering diklaim oleh para sontoloyo sebagai bukti kontak antara Jawa dengan suku Aztec/Maya di Amerika
Nama raja yang tertulis di prasasti Abhayagiriwihara hanya satu: Dharmmottuṅgadevasya sailendra
Kenapa sebagian besar sejarawan lokal bersekongkol memunculkan Rakai Panangkaran sebagai raja yang membangun wihara Ratu Boko? Di sloka berapa nama Panangkaran tertulis?
Pada sloka ke-9 dan ke-10 kira² berbunyi:
'Sakanrpakalatitair varssasataih saptabhis caturdasabhih / varssais capy abhivrttaih krta pratistha viharasya //Dharmmottuṅgadevasya sailendra .. tistham viharasya // sarva'
"Pada tahun Saka 714 (792 M), wihara telah didirikan.. Di wihara yang didirikan oleh Dharmmottuṅgadeva dari Sailendra kita akan tinggal.."
Lihat juga keterangan prasasti Abhayagiriwihara di Wikipedia Indonesia, unacceptably asbun
Kajian berikut ini menduga bahwa Malang Raya merupakan pusat pemerintahan Pu Sindok, didasarkan pada temuan arkeologis klasik Siwa-Buddha di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu), yang kerap berkaitan dengan ketiga periode kerajaan; Kanjuruhan, Mataram Kuno berpusat di Jawa Timur (periode Pu Sindok), dan Singasari.
Salah satunya adalah temuan yoni 206 dari makam mbah Wareng di Kedungkandang, Malang, memiliki karakter gaya garap yang sebanding dengan temuan abad ke-10, terutama dari situs Srigading dan lingga yoni periode Mataram Kuno.
Temuan ini mengarah pada dugaan keberadaan sebuah kuil kecil, sementara disebut “Candi Wareng”, serta kemungkinan bahwa kawasan Wareng–Kawangsan merupakan wanua agraris dalam jaringan watak Kanuruhan.
Selengkapnya bisa dibaca di 'Jejak “Candi Wareng”: Kajian Ikonologis Yoni 206 dan Indikasi Wanua Agraris “Poros” Wareng-Kawangsan pada Abad ke-10 di Kota Malang' https://t.co/bciPEdWoDt
Utas bagus. Baru tahu ada biji adas dalam tolak angin. Hadas (biji adas) salah satu produk unggulan yang diekspor dari pelabuhan Manañjung pada abad ke-11
Misteri kata 'jual' sepertinya mendapat titik terang jika kita melihat belasan prasasti Khmer Kuno pertengahan abad ke-10 hingga abad ke-11.
Jika kita melihat secara umum, berdasarkan data genetik, telah terjadi difusi budaya di wilayah Indonesia bagian barat, sehingga penduduk awal² wilayah ini, meskipun lebih dekat secara genetik dengan penutur Austroasiatik, mereka pada akhirnya menjadi penutur rumpun Austronesia (pergeseran bahasa setelah peristiwa admixture)
Jejak budaya dan waktu admixture (percampuran genetik) mengindikasikan nenek moyang penutur Austroasiatik menyebar terlebih dahulu ke wilayah Indonesia bagian barat sebelum kedatangan nenek moyang penutur Austronesia. Orang Jawa, Sunda, Bali, Melayu Sumatra, dan beberapa kelompok etnolinguistik di Borneo didominasi oleh keturunan genetik yang dominan pada penutur Austroasiatik saat ini, sehingga tidak terlalu berlebihan jika kita menduga bahwa nenek moyang mereka telah terpapar bahasa Austroasiatik sebelum mereka mengenal tulisan.
Dalam banyak prasasti Khmer Kuno, jnval ~ jnvall ~ jnvāl (baca ɟʰnuːəl) yang salah satunya berarti pekerjaan menjual, perdagangan atau perniagaan, berasal dari kata dasar Khmer Kuno 'jval' (baca ɟuːəl) yang berarti "menjual atau berdagang") yang dikombinasikan dengan ifx /-n-/.
Makna lain dari jnval adalah seseorang yang terlibat dalam penjualan: pedagang, saudagar; media penjualan untuk jasa, penggunaan, atau hunian: biaya, bayaran, upah, imbalan; atau seseorang yang dipekerjakan untuk jasa: pelayan, karyawan, pekerja upahan. Intinya berkaitan dengan kata benda yang terkait dengan pedagang, saudagar, atau pekerja upahan.
Tapi kenapa kemunculan 'dwal' dalam prasasti Jawa Kuno lebih awal (902 Masehi) dibandingkan jnval ~ jnvall ~ jnvāl dalam prasasti Khmer Kuno (941 Masehi)?
Mungkin saja masih ada prasasti Khmer Kuno yang lebih tua saat ini belum ditemukan, atau bisa juga ada alasan lain yang perlu diteliti lebih dalam. Masyarakat Jawa kuno bisa jadi telah mengenal 'jval' sebelum mencacat 'dwal' dalam prasasti.
Kembali ke masalah awal, apakah jval' (baca ɟuːəl atau juːəl) adalah kata serapan dari bahasa Melayu dalam prasasti Khmer Kuno? I doubted it. You?
Dulu, rakyat kecil harus keluar banyak duit untuk jatah rakryan mapatih beserta kolega agar bisa audiensi dengan maharaja. Sekarang udah memasuki zaman edan, rakryan mapatih kudu keluar duit agar bisa audiensi dengan mahasewa
Did Homo sapiens drive Sulawesi’s ancient humans to extinction? https://t.co/WnL3Io1BEg in short, no. Both archaic and modern humans may have briefly coexisted on the island.
Buat yang tekun mengikuti sejarah Mataram Kuno, adakah bukti tekstual yang menyatakan secara eksplisit bahwa Candi Sewu (792 M) dan kompleks Ratu Boko (792/3 M) dibangun oleh Rakai Panangkaran? AFAIK, kedua bangunan itu dibangun pada masa Rakai Panaraban.
Sulawesi as a Crossroads for Human Dispersal
Sulawesi sits along one of the two most probable human dispersal routes used by early modern humans as they moved east from the Sunda landmass toward Sahul, the Pleistocene-era continental landmass comprising Australia and New Guinea. Its position makes the island a potential corridor through which multiple hominin species may have passed or settled at different times. https://t.co/Tlxa9Xoxfd
Nenek moyang kita kawin dengan Neanderthal sekitar 45-50 ribu tahun lalu, dan sebagai konsekuensi kita mewarisi 1-2% DNA Neanderthal yang memengaruhi beberapa fenotipe seperti metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, reproduksi, serta fenotipe neurologis seperti gangguan kejiwaan
Situs Liyangan, bukti sebuah peradaban kuno yang kompleks
Ragam temuan di situs Liyangan mulai dari berbagai bangunan batu, bangunan kayu-bambu-ijuk, jalan batu, perlengkapan prosesi ibadah, peralatan rumah tangga, alat-alat pertanian, bahan makanan, pakaian, dan benda-benda keseharian lainnya
Untuk beradaptasi di kawasan tropis maka nenek moyang kita membutuhkan gen dari kelompok Denisovan yang telah hidup ratusan ribu tahun di kawasan tropis.
Patut diduga bahwa kerabat dekat manusia tersebut pernah hidup di Sunda, Wallacea, atau Sahul https://t.co/a6SLMOSif4