Tidak ada diskriminatif, jika itu mengatur sesuatu yang dibutuhkan atau memang telah tumbuh di masyarakat. Dari agama apapun bisa saja menjadi Perda atau tidak diperda. Bebas saja; Bertarunglah melalui DPRD.
Agama kamu apa? @grace_nat kamu mengurus agama orang lain... kami punya hak untuk mengurus menurut agama kami. Jangan ada benci kamu pada Islam ya, catat itu!!!
Menyedihkan bila generasi “milenial” sekarang tak tahu kejahatan politik dan ekonomi di masa lalu. Lebih menyedihkan bila ada orang2 yg sedang menipu generasi sekarang .
Lho tidak diundang, mau datang juga... untuk apa? Itu urusan warga; bukan urusan negara. Contoh senderhana, kalau ada resepsi pernikahan kita tidak diundang, memaksa mau datang; diusir hansip lah...
@adibzain Jadi Paradox dong? Orba dg Reformasi. Pak Amien Rais salah satu tokoh gerakan yg menumbangkan orde baru & menurunkan Presiden Soeharto. MAR mendirikan PAN.
Sebaiknya jangan jadi ajang politik kekuasaan; kembali 212 menjaga moral, nilai-nilai agama. Tidak perlu mengundang siapapun. Yang datang adalah alumni saja.
Sudah cukup…
Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia.
https://t.co/G58g7RuE5I
Lepat bahasa Indonesia, Leupet bahasa Sunda... dll hanya beda pada huruf hidup saja. Jadi Indonesia bisa bersatu, karena nenek moyang kita makan sesuatu yang sama...
Tadi malam awak jadi Parhobas bantu bikin lapet untuk pesta hari ini. Bagi kalian orang Batak jangan hanya makannya saja tapi juga harus tahu bagaimana cara buatnya Lapet.
Buat Lapet tengah malam di pinggiran Danau Toba ada yg sudah pernah melakukannya ?