Negara selalu cepat hadir di acara seremoni.
Tapi lambat hadir ketika rakyat keracunan massal.
Lambat bergerak ketika banjir menelan korban.
Lambat sadar ketika guru honorer hidup di bawah upah layak.
Empati negara seharusnya paling terasa
justru saat rakyat menderita.