Ruben Amorim Masih Keras Kepala dan Bebal?
Ada pernyataan menarik yang pernah dilempar Amorim pas awal-awal melatih Manchester United:
"Ada dua ide. Pertama: lupakan cara baru, tetap dengan pola sama yang biasa dijalani, dan musim depan kita akan menghadapi masalah serupa. Kedua: memulai cara baru, sedikit ambil risiko, sedikit menderita, dan musim berikutnya kita akan menjadi lebih baik."
Di Man United, Amorim menetapkan ide kedua. Konsisten dan bahkan terlalu saklek. Performa tim gak terlalu mulus, hasil yang didapat pun gak melulu ideal. Amorim dianggap keras kepala. Nggak luwes, kaku, konservatif, dan blablabla... Fans mulai jengah, manajemen hilang kesabaran. Amorim pun di-PHK Man United.
Kini di Milan, Amorim masih dengan "kebebalan" yang sama. Ide yang diusung tetap mengedepankan pembaruan. Perubahan paling mendasar adalah filosofi dan skema, bukan sekadar formasi di atas kertas. Amorim menerapkan positional play modern yang proaktif dan fleksibel serta high-pressing dengan intensitas tinggi.
Apa yang ditawarkan Amorim kontras dengan pendekatan Allegri yang lebih hati-hati. Allegri lebih mengedepankan pragmatisme, low/mid-block, kedisiplinan ruang, serta efisiensi dan kecepatan transisi.
Apakah Amorim langsung berhasil? Nggak juga. Pramusim Milan masih menyisakan banyak PR. Laga perdana Serie A musim ini melawan Torino pun jauh dari kata ideal. Pola yang sama masih ditunjukkan seperti pramusim: Milan sempat kesulitan menemukan ritme di babak pertama, tampil sabar tapi kurang agresif di sepertiga akhir pertahanan lawan.
Amorim memang menunjukkan pembacaan laga yang tajam di babak kedua. Pergantian pemainnya berjalan efektif. Tapi, tetap aja celah-celahnya masih kelihatan jelas, termasuk di pengujung laga.
Jadi, sebenarnya proyek Amorim di Milan memang masih dalam tahap pencarian bentuk. Filosofinya jelas, tapi eksekusinya belum konsisten. Kemenangan atas Torino nggak mencerminkan dominasi taktis penuh. Belum jadi bukti bahwa sistem baru yang dibangun udah benar-benar "jadi".
Nah, pada akhirnya balik ke pernyataan Amorim. Kalau elo mau tetap dengan pola yang sama, ke depannya elo akan menghadapi masalah yang sama. Kalau elo mau berubah, memang bertahap, susah-payah, sakit-sakit dulu, tapi ke depannya elo bakal bisa jadi lebih baik.
Gimana menurut Milanisti?
AC Milan di bawah Amorim ini asik banget!😍
Mereka sadar betul betapa luasnya lapangan sepak bola dan menjadikannya sebagai taman bermain🛝
Bola berpindah dari satu posisi ke posisi lain, satu bidang lapangan ke bidang lainnya dengan sangat cair.
Ball recovery-nya juga cepet. Intensitas pressing-nya kejaga. Yah meskipun waktu udah unggul 2 gol agak kendor sih...
Sebisa mungkin Ac Milan menjaga pertahanan tetap compact. Sayang tadi kebobolan satu gol di ujung laga karena fokus menurun menghadapi set piece. Untungnya nggak mengubah hasil laga.
Tiga poin pertama buat Amorim di Milan dan gol perdana di Milan buat bocah 19 tahun bernama Alphadjo Cisse🔥
I don't understand the Milan fans, they wanted Leoni born in 2006 like Odogu but they still complain, there are only 8 games difference between him and Leoni, the difference being that the Italian is valued too high.
🇩🇪 Very good sign for Milan potentially and also present 🔴⚫️