kita ga pernah tau seberapa besar usaha seseorang untuk menerima takdir yg sedang dijalaninya. jadi, kalau ga bisa bantu apa-apa, minimal lisan kita ga jadi alasan bertambahnya luka di hidupnya.
lu pada pernah gasih nangis pas lagi capek dan stress bgt, terus tiba-tiba malah jadi nangisin keluarga, nangisin takdir, dan nangisin kehidupan yang kek gini, bahkan sampe mikir “ini gua disuruh Tuhan hidup cuma buat ngerasain terpuruk kah? fase bahagianya kapan bjirrr”.
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. not everything needs our attention, not everything deserve our energy. ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas. cukup bodo amatin aja dan bye
Kamu meminta bahagia lalu Allah memberimu kehilangan, Terasa kejam sampai kamu sadar, ada ruang yang harus di kosongkan dahulu agar bahagia punya tempat untuk tinggal.
sejujurnya,
prioritas utamaku saat ini adalah menata kembali hidupku dan menjadi pribadi yang lebih baik, aku tidak peduli siapa yang tetap tinggal atau siapa yang pergi, tapi aku percaya yang tetap tinggal adalah yang terbaik.
Raditya Dika said:
"Ketenangan hidup terletak pada menjaga batas. Tidak ikut campur urusan orang lain dan tidak membiarkan orang lain ikut campur urusan kita"
jangan sedih kalo ga dihargai, jangan blaming diri kalo ga dipeduliin. jangan benci juga pelaku yang lakuin hal yang ga baik. meski gaada manusia yang liat perjuangan kamu, ingat sang Maha Melihat yaa. Allah liat semua, malaikat juga catat. semoga hari ini, diizinkan improve diri