Suamiku video call di jam kerja. Jarang banget. Jadi was-was.
👩🏻: "Halo, Sayang?"
🦖: "Halo, aku lagi di mobil." (tampak blio sedang nyetir) 👩🏻: (bingung) "Iya, kenapa? Is everything alright?"
🦖: "Nggak apa-apa. Aku lagi nyetirin Mbak Y (salah satu anggota timnya). Soalnya kami ada meeting di gedung M dan mobil kantor udah penuh sama anak-anak lain."
👩🏻: "Oh." (celingukan ga keliatan ada orang di kursi penumpang depan)
🦖: "Mbak Y duduk di belakang."
👩🏻: "Oh. Iya. Kenapa video call, Sayang?"
🦖: "Gapapa. Mau video call aja sama kamu sampai di gedung meetingnya nanti. Temenin ya, Sayang."
👩🏻: "Oh. Oke. Hehe."
Lalu video call sangat awkward. Aku doang sih awkward. Suamiku ngobrol santai aja.
Tapi ngapainnnn sihhh? Hahahah. Kocak. Mana aku jadi ah oh ah oh kayak orang telmi.
cc : auliafkuntjoro
Dokter spesialis penyakit dalam pernah bilang satu kalimat ke gue yg susah dilupain.
"Pasien cuci darah termuda gue bulan ini umur 24. Ga merokok, ga minum alkohol, rajin futsal."
Gue tanya: terus kenapa bisa gagal ginjal?
Dia jelasin panjang. Tapi intinya satu hal.
Bukan soal dia punya penyakit bawaan. Tapi soal satu kebiasaan yg dianggap biasa dan dilakuin tiap hari selama bertahun-tahun.
Jarang minum air putih. Gantinya es kopi susu, boba, atau minuman berenergi tiap kali ngerasa haus atau capek kerja. Tiap hari.
Ini yg terjadi di dalam tubuh waktu lo konsisten dehidrasi kronis dan numpuk gula/kafein.
Kadar asam urat naik. Saringan ginjal (nefron) dipaksa kerja keras menyaring cairan kental penuh glukosa. Perlahan, sel penyaringnya mati satu per satu.
Bertahun-tahun. Diam-diam. Sampe suatu pagi badannya bengkak semua dan sesak napas.
Dokternya bilang: "Membiarkan tubuh dehidrasi kronis sambil terus minum manis itu efeknya ke ginjal setara lo masukin pasir ke mesin penyaring air setiap hari."
Kalimat itu yg bikin pasiennya baru ngeh. Selama ini dia pikir risikonya cuma haus, lemes, atau paling banter anyang-anyangan.
Ternyata yg rusak duluan itu bukan cuma timbangan badan. Tapi organ vitalnya.
Yg bikin lebih berbahaya: gejalanya ga keliatan sampe fungsi ginjal sisa 15%.
Kreatinin darah naik itu ga bikin sakit perut. Penurunan fungsi ginjal stage 3 itu ga bikin lo pingsan. Kalo ga tes lab, ga bakal kerasa apa-apa.
Baru kerasa waktu racun di tubuh udah numpuk dan ginjal udah ga bisa ngasilin urin.
Tanda-tanda tubuh udah mulai kasih sinyal yg sering diabaikan:
Urin warnanya kuning pekat bahkan keruh. Kulit mendadak kering banget dan gatal tanpa sebab.
Pinggang belakang sering pegal bengkak. Gampang pegal padahal ga aktivitas berat.
Itu bukan "kurang renggangan biasa." Itu ginjal lo yang udah mulai kewalahan nyaring racun.
cc : pojokpakjiman