Significant earthquake in Central Sulawesi: Mw6.7 (updated), depth 10 km. Prelim FMS indicate E–W trending normal faulting. Given its large magnitude & shallow depth, strong ground shaking is expected & damage is likely in areas near the source. Will update as reports available.
#Gempa (UPDATE) Mag:4.7, 16-Jun-26 15:04:42 WIB, Lok:1.06 LS, 120.18 BT (Pusat gempa berada di darat 49 km timur laut Sigi), Kedlmn:9 Km Dirasakan (MMI) III-IV Sigi, III Palu #BMKG
#Gempa Mag:6.8, 16-Jun-2026 10:27:44WIB, Lok:1.05LS, 120.18BT (49 km TimurLaut SIGI-SULTENG), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Tulisan baru di laman Substack saya. Teks kuliah umum saya di MIWF 2026 yang saya susun untuk merespons pertanyaan-pertanyaan terkait dekolonisasi dan adat.
https://t.co/usrOo9wr7p
Anjiir, deal senilai RP44 T, cuy, melibatkan sebuah negara yg disamarkan pakai entitas "Southeast Asia" (baca: Indonesia), broker tunggal (gue sempet riset tipis2 si broker ini dan ngeri sendiri), dan yes, nilainya puluhan triliun rupiah! (Mau heran tapi ini rezim tentara.)
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri:
The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik.
Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak.
Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing.
Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal.
Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia.
Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto.
Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat.
Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.
Prof. Bambang dan Gus Muh @dahlan_muhidin akan satu forum di @warungsastra
Tentu ini momen langka. Mari ramaikan, Jumat, 1 Mei 2026, di Malam Buku ke 92👌🏼
Terima kasih kak!
Mulai bulan depan, kami mengharapkan dukungan teman-teman semua untuk kelanjutan projek Langka.
Karena, mimin akan lanjut studi yang stipendnya di bawah garis kemiskinan, jadi mungkin tidak sanggup lagi menanggung seluruh pengeluaran (setelah 6 tahun rugi).
Publikasi baru tentang kenyataan pasca-konflik di Maluku.
Saya menyoroti bagaimana narasi akhir zaman, yang dilecut oleh ketegangan tenurial, berbenturan dengan trauma kekerasan dua dekade silam. Ini memunculkan kontradiksi sehari-hari yang dipendam.
https://t.co/X5njBSIdGk