Pernyataan bahwa MBG tetap dibagikan saat libur Lebaran bahkan dimajukan tanggal 17 Maret terdengar lebih seperti kepanikan proyek daripada kepedulian program.
Libur sekolah, anaknya di rumah.
Tapi MBG tetap harus jalan.
Kenapa?
Karena kalau berhenti seminggu saja, rantai bisnisnya ikut libur.
Kalau memang tujuannya membantu gizi anak, kenapa tidak diberikan tunai saja ke orang tua?
Lebih sederhana.
Lebih fleksibel.
Lebih masuk akal.
Tapi tentu saja…
kalau tunai, terlalu banyak pihak yang kehilangan “jatah operasional”.
Jadi jangan heran kalau program ini dipaksa tetap jalan bahkan saat libur.
Karena yang takut “anak kehilangan gizi” mungkin sedikit.
Yang takut aliran uang berhenti seminggu, kemungkinan jauh lebih banyak.
Singkatnya:
Ini bukan lagi soal makan bergizi.
Tapi soal proyek yang tidak boleh berhenti, bahkan saat sekolah libur.
Sad day for us as one of account who supports ASEAN football is highlighting a very disturbing club with no empathy whatsoever and the tragedy around this club has not yet solved yet. Justice for 135 victims!
@MorphoMenelausX Logikanya kalo ada yg keracunan, apalagi massal berarti ada yg gk sesuai SOP, gk sesuai SOP berarti ada indikasi kecurangan. Kenapa mesti diapresiasi? Harusnya juga proyeknya diaudit besar besaran, dievaluasi, bukannya diapresiasi.
@MorphoMenelausX Ini urusannya menyangkut nyawa Bang, bukan kaya game yg sering lu mainin winrate 99.5% bagus, gk ada bagus bagusnya ini. Kalo jadi buzzer mikir dikit dong. Eh lupa syarat buzzer gk harus mikir ya 😂, lagian apa yg perlu diapresiasi, mereka dibayar kok buat proyek ini
Begitu virus rabies (RABV) masuk ke dlm tubuh melalui gigitan, tentu ngetrigger sistem imun dong.
Masalahnya, mekanisme virus ini buat mengelabui imun2 kita udah canggih betul. Sampai2 sekali orang ini kena rabies sampai muncul gejala khasnya, mortality rate virus bisa naik hampir 100% 😭💔
Hei, Lembaga Survei. Kalian ini pasti bohong! Kalian tidak bisa membohongi kami, silakan bohongi penguin Antartika.
Tidak mungkin publik hanya puas, harusnya SANGAT PUAS!
Kami ikut arahan Pak Prabowo soal survei-survei.
Buat yang suka sastra Indonesia masih pada bisa buat pantun gak?
Coba disambut ini pantun buatan saya.
Hati senang jajan tahu petis
Yang jualan wajahnya bengis
Makan siang anaknya gratis
Hilang kerjaan bapaknya menangis
Kalian punya pantun juga gak?
#LestarikanBudayaBangsa