Setiap awal tahun jangan lupa berdoa semoga tahun 2026 bisa diberikan kelancaran dalam segala hal, rejeki yang melimpah ruah, sehat terus, sukses dalam pekerjaan dan semuanya yang baik.. ๐๐พ
Sesar Sausu atau Palolo? Distribusi Gempa Susulan M6.7 Sulawesi Tengah Memunculkan Pertanyaan
Gempa bumi tektonik berkekuatan M6.7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 memicu puluhan gempa susulan dalam beberapa jam setelah kejadian utama. Meski BMKG mengidentifikasi gempa ini berasosiasi dengan aktivitas Sesar Sausu, distribusi gempa susulan dan karakter mekanisme sumbernya memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan sistem Palolo Graben.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa M6.7 ini merupakan gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan mekanisme Normal Fault atau sesar turun. Mekanisme tersebut menunjukkan adanya gaya regangan yang menyebabkan blok batuan bergerak turun relatif terhadap blok di sekitarnya.
Karakter ini menarik karena Sesar Sausu selama ini dikenal sebagai sesar aktif bertipe geser (strike-slip fault) dengan panjang segmen sekitar 31 x 18 kilometer. Sementara itu, mekanisme sesar turun lebih umum dijumpai pada kawasan yang mengalami regangan kerak bumi seperti Palolo Graben.
Perhatian semakin tertuju ke kawasan Palolo setelah BMKG merilis peta distribusi gempa susulan. Sebagian besar aftershock tampak terkonsentrasi di sekitar kawasan Sesar Palolo Segmen A dan memanjang mengikuti zona yang sama. Dalam kajian seismologi, pola distribusi gempa susulan sering digunakan untuk membantu mengidentifikasi zona patahan yang mengalami pelepasan tegangan setelah gempa utama.
Kondisi tersebut mengingatkan pada Gempa Poso M6.6 yang terjadi pada tahun 2017. Gempa tersebut diduga berasosiasi dengan Sesar Palolo yang berada dalam sistem Palolo Graben. Sesar Palolo sendiri terbagi menjadi dua segmen utama, yakni Palolo-A dengan ukuran sekitar 35 x 18 kilometer dan Palolo-B sekitar 24 x 18 kilometer.
Kesamaan lokasi regional serta mekanisme yang menunjukkan dominasi gaya regangan membuat sebagian pengamat menilai gempa M6.7 kali ini memiliki kemiripan dengan peristiwa tahun 2017. Namun demikian, hingga saat ini belum ada data yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kedua gempa berasal dari segmen patahan yang sama.
Di sisi lain, identifikasi BMKG yang mengaitkan gempa dengan Sesar Sausu juga tidak dapat diabaikan. Penentuan sumber gempa tidak hanya didasarkan pada lokasi aftershock, tetapi juga mempertimbangkan posisi hiposenter, karakter gelombang seismik, geometri sesar aktif, serta berbagai hasil pemodelan sumber gempa yang tidak seluruhnya dipublikasikan kepada masyarakat.
.
Karena itu, masih perlu dilakukan analisis data untuk memastikan apakah gempa M6.7 ini berasal dari Sesar Sausu, Sesar Palolo, atau merupakan bagian dari sistem deformasi yang lebih kompleks di kawasan Palolo Graben. Yang jelas, berdasarkan karakteristik gelombang seismik dan mekanisme sumbernya, gempa ini merupakan peristiwa yang murni disebabkan oleh aktivitas tektonik.
.
Sementara itu, puluhan gempa susulan yang masih terus terjadi menunjukkan bahwa proses penyesuaian tegangan batuan pascagempa utama masih berlangsung. Analisis dan pengolahan data oleh para ahli juga masih terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai struktur patahan yang terlibat dalam gempa M6.7 Sulawesi Tengah ini.
Salam
@infogempadunia
#info #gempa #dunia
SIARAN PERS
Sesar Sausu Picu Gempa Dangkal M6,7 di Palu, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
Jakarta, 16 Juni 2026 โ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik M6,7 yang mengguncang wilayah Torue, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada (16/6), merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sausu. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (normal fault).
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa bumi ini terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kedalaman 16km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03ยฐ LS; 120,24ยฐ BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.
โHasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,โ kata Nelly di Gedung MHEWS, BMKG, Jakarta, Selasa (16/6).
Hasil analisis BMKG mencatat, guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Warga di wilayah Palolo, Sigi merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI - VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV - V MMI.
Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI. Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.
โHingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG telah terjadi 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitude terbesar M5,2,โ ujarnya.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan BMKG masih terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemuktahiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya.
Lebih lanjut, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan data yang komprehensif. Guna menjamin keselamatan warga, tim teknis BMKG terus memantau beberapa stasiun pasang surut (tide gauge) yang berada di sekitar wilayah pusat gempa secara berkala.
Hasil pemantauan instrumen di lapangan menunjukkan kondisi perairan yang stabil di beberapa titik kritis. Misalnya, di stasiun pemantau di Parigi tidak mendeteksi kenaikan muka air laut sama sekali, stasiun pemantau di Poso juga menunjukkan hasil yang sama, yakni nihil pergerakan air laut yang mencurigakan.
โSensor di Pelabuhan Pantoloan memang mencatat sedikit kenaikan muka air laut setinggi 7,5 cm, namun BMKG menegaskan bahwa fluktuasi kecil ini sama sekali tidak berbahaya bagi keselamatan masyarakat,โ kata Wijayanto.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa BMKG telah mengirim tim khusus ke lokasi bencana. Mereka akan melakukan survei sekaligus meninjau langsung dampak guncangan gempa di lapangan.
Merespons bencana ini, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengabaikan isu-isu hoaks yang tidak jelas sumber kebenarannya. BMKG juga meminta masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
โBMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal komunikasi resmi terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs web resmi di https://t.co/O2HqRByucM atau https://t.co/BhEnJGD316, serta aplikasi seluler infobmkg,โ pungkasnya.
Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama
Instagram: @InfoBMKG
X: @InfoHumasBMKG & @InfoBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG
Tiktok : infoBMKG
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx